Home / Reportase

Sabtu, 9 Mei 2026 - 18:11 WIB

Konsumsi dan Ekspor Dorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Ilustrasi by Copilot

Ilustrasi by Copilot

JAMBIBRO.COM – Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih dibayangi pelemahan perdagangan internasional, fluktuasi harga komoditas, dan tensi geopolitik dunia, ekonomi Indonesia justru menunjukkan kinerja yang cukup mengejutkan pada kuartal I 2026.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,61 persen secara year-on-year, tertinggi sejak kuartal IV 2022.

Capaian tersebut memunculkan optimisme baru terhadap arah pemulihan dan penguatan ekonomi domestik, meski sejumlah pengamat mengingatkan pemerintah agar tidak terjebak pada euforia pertumbuhan jangka pendek tanpa pembenahan struktural yang berkelanjutan.

Pengamat ekonomi, Noviardi Ferzi, menilai capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 sebesar 5,61 persen secara year-on-year merupakan sinyal positif yang menunjukkan daya tahan ekonomi nasional di tengah tekanan global.

Baca Juga  Merangin Antara Hijau Pertumbuhan dan Kelabu PETI

Angka tersebut menjadi pertumbuhan tertinggi sejak kuartal IV 2022 sekaligus melampaui capaian kuartal I 2025 yang hanya berada di level 4,87 persen.

Menurutnya, capaian tersebut tidak bisa dilepaskan dari peran konsumsi domestik, momentum Ramadan dan Idul Fitri, serta membaiknya ekspor manufaktur yang masih menjadi tulang punggung ekonomi nasional.

“Ini menunjukkan ekonomi Indonesia relatif tahan menghadapi tekanan global, mulai dari fluktuasi harga komoditas hingga ketidakpastian perdagangan internasional. Konsumsi masyarakat tetap bergerak dan industri manufaktur masih mampu menjaga ekspor,” ujarnya.

Ia menilai sektor industri pengolahan masih menjadi mesin utama pertumbuhan dengan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Kinerja subsektor makanan dan minuman, kimia-farmasi, hingga logam dan elektronik dinilai memperlihatkan adanya penguatan aktivitas produksi nasional.

Baca Juga  Rupiah Melemah, Daya Beli Terancam

Namun demikian, Noviardi mengingatkan pemerintah agar tidak terlena dengan angka pertumbuhan yang terlihat impresif di permukaan. Pasalnya, secara quarter-to-quarter ekonomi justru mengalami kontraksi tipis sebesar 0,77 persen yang menandakan masih adanya persoalan struktural dalam fondasi pertumbuhan nasional.

“Secara tahunan memang tumbuh tinggi, tetapi secara kuartalan justru minus. Ini menandakan ekonomi kita masih sangat dipengaruhi faktor musiman dan belum sepenuhnya ditopang produktivitas jangka panjang,” katanya.

Noviardi menyoroti ketergantungan ekonomi terhadap sektor berbasis komoditas dan pertanian musiman masih cukup besar. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membuat pertumbuhan mudah melambat ketika terjadi tekanan eksternal atau penurunan harga komoditas global.

Karena itu, Noviardi mendorong pemerintah mempercepat transformasi ekonomi menuju sektor bernilai tambah tinggi dan berbasis teknologi. Reformasi birokrasi, percepatan investasi infrastruktur, serta penciptaan lapangan kerja produktif dinilai harus menjadi prioritas agar pertumbuhan ekonomi benar-benar dirasakan masyarakat bawah.

Baca Juga  PETI dan Batu Bara Risiko Besar di Balik Pertumbuhan Bungo

“Pertumbuhan saya pikir sangat baik, namun tantangan terbesar pemerintah sekarang adalah bagaimana mengubah pertumbuhan itu menjadi kesejahteraan riil, terutama bagi masyarakat kelas menengah bawah yang masih menghadapi tekanan daya beli,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen tidak akan tercapai hanya dengan mengandalkan momentum konsumsi musiman dan ekspor komoditas semata.

“Kalau tidak ada diversifikasi ekonomi yang serius dan reformasi struktural yang konsisten, maka target besar itu berisiko menjadi sekadar optimisme politik tanpa fondasi kuat,” pungkasnya. | DIA

Share :

Baca Juga

Reportase

Investasi Provinsi Jambi Over Target, 2023 Capai Rp.10,3 Triliun

Reportase

Polda Jambi Tindak Tegas Angkutan Batu Bara Pembangkang

Reportase

Satpol PP Sita Ratusan Botol Miras Tanpa Izin

Reportase

Uang Palsu Beredar di Merangin, Warga Resah

Reportase

Enam Hari Hilang Misterius, Dimas Ditemukan

Reportase

Bocah Umur 10 Tahun Hanyut di Sungai Batanghari

Reportase

Enam Kios Terbakar, Satu Orang Tewas

Reportase

Gubernur Jambi Soroti Fenomena Fatherless Saat Safari Ramadhan