Home / Reportase

Rabu, 1 April 2026 - 19:42 WIB

UMKM Jambi Tumbuh Berkat Harga BBM Stabil

Ilustrasi by Copilot

Ilustrasi by Copilot

JAMBIBRO.COM — Pengamat ekonomi, Noviardi Ferzi, menilai keputusan pemerintah tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) pada 1 April 2026 menjadi langkah strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan harga minyak dunia dan gejolak geopolitik global.

Menurut Noviardi, keputusan tersebut tidak hanya meredakan keresahan masyarakat, tetapi juga mampu menjaga inflasi tetap terkendali, khususnya pada sektor pangan dan logistik yang sangat sensitif terhadap perubahan harga energi.

“Kalau BBM dinaikkan sekarang, efek dominonya akan sangat besar. Ongkos transportasi naik, distribusi sembako naik, harga beras, cabai, sayur, hingga kebutuhan pokok lain ikut terdorong. Inflasi sekunder bisa melonjak dan daya beli masyarakat langsung tertekan,” ujarnya, Rabu 1 April 2026.

Baca Juga  Tak Kapok-kapok… Narapidana Kendalikan Jaringan Narkoba dari Penjara

Noviardi menilai, keputusan pemerintah menahan harga BBM membuat proyeksi inflasi triwulan II 2026 tetap berada dalam rentang target Bank Indonesia, yakni 2,5±1 persen. Bahkan, di wilayah Sumatera, termasuk Jambi, tekanan inflasi lokal diperkirakan dapat ditekan sekitar 0,3 hingga 0,5 persen dibandingkan jika harga BBM naik.

Noviardi menjelaskan, kebijakan tersebut juga sangat penting bagi rumah tangga kecil dan menengah karena biaya transportasi, logistik, dan angkutan umum tidak mengalami lonjakan.

Hal itu menjaga konsumsi masyarakat tetap tumbuh, padahal konsumsi rumah tangga selama ini menjadi penopang utama perekonomian nasional dengan kontribusi sekitar 55 persen terhadap PDB.

“Ketika masyarakat tidak terbebani kenaikan ongkos harian, mereka masih punya ruang untuk belanja kebutuhan lain. Itu penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi kuartal kedua tetap kuat,” katanya.

Baca Juga  PKS Jambi Kirim Relawan Kemanusiaan ke Aceh

Noviardi memperkirakan, dengan harga BBM tetap stabil, pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II 2026 berpotensi meningkat 0,4 hingga 0,6 persen di atas baseline 5,1 persen, terutama ditopang sektor konsumsi, perdagangan, ritel, dan UMKM.

Di Jambi sendiri, Noviardi melihat sektor usaha kecil, ritel, dan industri makanan-minuman menjadi kelompok yang paling diuntungkan. Stabilitas harga BBM memberi kepastian biaya operasional sehingga pelaku usaha tidak perlu menaikkan harga jual secara mendadak.

“UMKM di daerah sangat sensitif terhadap biaya transportasi. Kalau BBM tetap, maka harga distribusi bahan baku lebih terjaga dan pelaku usaha bisa fokus pada ekspansi usaha, apalagi momentum Ramadan dan Lebaran masih berlangsung,” ujarnya.

Baca Juga  Gentala Arasi 2025 Lompatan Digital Jambi Menuju Ekonomi Berkelanjutan

Noviardi juga menilai keputusan pemerintah menahan harga BBM berhasil meredakan antrean panjang dan kepanikan di SPBU yang sempat muncul akibat isu kenaikan harga. Setelah ada kepastian resmi dari pemerintah dan Pertamina, kondisi pasar kembali normal dan tidak terjadi penimbunan berlebihan.

Secara keseluruhan, Noviardi menilai kebijakan tersebut menjadi bantalan penting untuk menjaga stabilitas sosial, memperkuat daya beli masyarakat, dan memberi ruang bagi pemerintah daerah di Sumatera untuk tetap fokus pada pembangunan ekonomi tanpa dibayangi gejolak harga energi. | DIA

Share :

Baca Juga

Reportase

Dua Cafe Remang-remang di Simpang Rimbo Kedapatan Jual Miras dan Tuak

Reportase

Kota Tangguh Terus Dibangun, Damkartan Dilengkapi Armada Rescue Baru

Reportase

OJK Pastikan Stabilitas Keuangan di Tengah Ketidakpastian Global

Reportase

62 Perwira Polda Jambi Dirotasi

Reportase

Bantu Operasi Amole di Papua, Polda Jambi Kirim 100 Personel Brimob

Reportase

Tinjau Jalan Tergenang dan Bedah Rumah, Mustaharuddin Lihat Langsung Kondisi Lapangan

Nasional

Al Haris Hadiri Peringatan Hari Pers Nasional 2024 Bersama Presiden Jokowi

Reportase

Polisi Terus Ungkap Misteri Penemuan 3 Kilo Sabu