JAMBIBRO.COM — Wali Kota Jambi, Maulana, mengungkapkan bahwa saat ini empat orang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Jambi sedang proses pemberhentian.
Pengumuman tegas ini disampaikan Maulana saat memimpin apel peningkatan disiplin pasca libur lebaran Idulfitri 1447 Hijriah dan Hari Raya Nyepi, di Lapangan Balai Kota Jambi, Senin 30 Maret 2026.
Keempat aparatur yang dijatuhi sanksi berat tersebut terdiri dari 2 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 2 orang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Mereka dinilai melakukan pelanggaran disiplin kategori berat, serta melanggar berbagai hal yang dilarang dalam aturan kepegawaian.
Maulana menegaskan, dirinya tidak akan segan-segan menjatuhkan sanksi keras bagi oknum yang merusak citra birokrasi. Ia juga memberi peringatan khusus agar seluruh pegawai tidak terjerumus pada praktik negatif, seperti judi online dan pinjaman online.
“Saya tidak segan-segan memberi sanksi, karena pelanggaran bukan hanya merusak kinerja, namun juga berdampak pada hancurnya kepercayaan publik,” ujar Maulana di hadapan ribuan peserta apel.
Maulana minta seluruh jajarannya menginternalisasi nilai BerAKHLAK dan menjaga integritas dalam setiap menjalankan tugas kedinasan. Kejujuran dan tanggung jawab tinggi harus menjadi landasan utama bagi ASN dalam melayani masyarakat.
“Internalisasikan nilai BerAKHLAK dan Integritas dengan menjunjung tinggi kejujuran, tanggung jawab dan disiplin tinggi,” sebutnya menambahkan pesan moral bagi para pegawai.
Apel perdana ini diikuti oleh Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha serta Plh Sekretaris Daerah Mulyadi. Seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta langsung fokus meningkatkan kualitas pelayanan publik sebagai komitmen bersama.
Pemerintah Kota Jambi merasa telah memenuhi seluruh hak-hak kesejahteraan pegawai secara tepat waktu dan sesuai ketentuan. Wali Kota menuntut kewajiban timbal balik, berupa peningkatan kinerja nyata dari seluruh PNS maupun PPPK.
“Kami telah memberikan seluruh hak-hak, sehingga kami menuntut kewajiban dari seluruh ASN, baik PNS maupun PPPK untuk terus meningkatkan kinerja karena tuntutan masyarakat semakin tinggi,” tekannya.
Selain masalah disiplin, Maulana menginstruksikan seluruh kepala OPD agar segera melakukan percepatan akselerasi belanja daerah. Fokus utama diarahkan pada 11 program unggulan yang bertujuan memberi stimulasi bagi pertumbuhan ekonomi lokal.
Program Kampung Bahagia menjadi salah satu prioritas yang akan mulai digulirkan di seluruh Rukun Tetangga (RT) se-Kota Jambi dalam waktu dekat. Maulana meyakini langkah strategis ini mempercepat pencapaian visi pembangunan yang direncanakan sebelumnya.
“Sejauh ini kita telah on the track di tengah tantangan berat. Saya dan Pak Wawako akan memberi ruang lebih pada upaya -upaya strategik untuk meningkatkan kapasitas daerah dalam pembangunan dan pelayanan publik sesuai tugas masing-masing,” tegasnya.
Pimpinan daerah turut memberi apresiasi atas kolaborasi lintas sektor yang berhasil menurunkan angka kemiskinan di Kota Jambi. Kerja keras kolektif tersebut dinilai telah membawa arah pembangunan daerah berada pada jalur yang tepat.
Maulana mengajak seluruh jajarannya bekerja ikhlas dan sepenuh hati dalam menghadapi berbagai tantangan pekerjaan yang menanti di depan mata. Sinergi kuat antar pegawai menjadi modal utama mewujudkan visi Kota Jambi yang maju dan sejahtera.
“Berkat kerja sama yang baik semuanya telah on the track. Ini berkat kerja keras. Mari kita bekerja ikhlas dan sepenuh hati, karena dihadapan kita telah menanti berbagai pekerjaan, serta tantangan,” pungkas Maulana. | DIA




















