Home / Rilis

Rabu, 25 Februari 2026 - 16:22 WIB

DIGDAYA x Hackathon 2026 Jadi Ajang Inovasi Keuangan Digital

JAMBIBRO.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bank Indonesia (BI) menginisiasi Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI), sebagai langkah strategis memperkuat inovasi dan pengembangan talenta digital di sektor jasa keuangan nasional.

Inisiatif ditandai dengan penyelenggaraan Digital Talenta Berdaya dan Berkarya (DIGDAYA) x Hackathon 2026, mengusung tema “Berinovasi untuk Masa Depan, Memberdayakan Talenta Digital” yang digelar di Kantor Bank Indonesia, Senin.

Kegiatan dilaksanakan secara hybrid, dihadiri Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Pjs Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawasan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto OJK Hasan Fawzi, serta jajaran Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia.

Friderica menegaskan, sinergi regulator diperlukan untuk membangun generasi muda yang mampu menjadi motor inovasi digital ke depan.

“Kita ini bersinergi untuk membangun generasi muda yang bisa menjadi penerus-menerus untuk mereka yang kemudian ke depan ini mempunyai inovasi-inovasi digital,” ujar Friderica.

Baca Juga  Kinerja Sektor Jasa Keuangan di Jambi Tumbuh Positif

Peserta dari seluruh Indonesia akan melalui proses kaderisasi, pembinaan, dan pelatihan agar mampu melahirkan solusi berbasis teknologi yang aplikatif dan berdampak nyata bagi sektor jasa keuangan.

Friderica menambahkan, transformasi digital memberi kontribusi signifikan terhadap inovasi bisnis dan perluasan inklusi keuangan. Namun, penguatan tata kelola, manajemen risiko, dan pelindungan konsumen tetap prioritas utama.

“Sektor keuangan sangat terbantukan dengan digitalisasi. Baik untuk inovasi bisnis, kemudian inklusi keuangan. Tapi tentu saja juga harus ada aspek pelindungan konsumennya,” katanya.

Friderica menekankan pentingnya mitigasi risiko seiring percepatan digitalisasi, termasuk melalui penguatan kebijakan dan infrastruktur pelindungan masyarakat.

“Terutama bagaimana mengantisipasi berbagai risiko yang muncul dari digitalisasi. Itu kebijakan digital yang sekarang kita sudah punya, Indonesia Anti-Scam Center. Itu juga bermula dari mimpi juga, punya visi,” tegasnya.

PIDI juga menjadi bagian dari respons regulator untuk memastikan inovasi di sektor jasa keuangan senantiasa menerapkan tata kelola yang baik, manajemen risiko yang kuat, serta pelindungan konsumen yang optimal. Sehingga, inovasi yang dihasilkan tidak hanya kreatif, tetapi juga relevan, dan bertanggung jawab.

Baca Juga  Pasar Modal Indonesia Menguat dan Berintegritas Sepanjang 2025

Inisiasi PIDI ditandai dengan dilaksanakannya DIGDAYA x Hackathon 2026. DIGDAYA menjadi tahap penguatan melalui program mentoring, pembekalan dan jejaring dengan industri sehingga solusi yang lahir memiliki kesiapan implementasi dan daya saing.

Di sisi lain, Hackathon berperan sebagai sebagai wahana inovastion experimentation untuk menjawab tantangan nasional melalui solusi berbasis teknologi secara kolaboratif dan terstruksur.

Program ini menjadi bagian dari upaya bersama regulator dan industri dalam memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang inklusif, aman, dan berkelanjutan, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.

Seluruh inovasi yang lahir dari program ini, diharapkan mampu berkontribusi ke industri, diuji oleh pasar, dan memberikan dampak nyata bagi sistem keuangan digital Indonesia.

Baca Juga  OJK Dorong Penguatan Pembiayaan dan Ekosistem Industri Tekstil

PIDI – DIGDAYA x Hackathon 2026 diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi talenta digital Indonesia, tidak hanya untuk berkompetisi, tetapi juga sebagai media pembelajaran, membangun jejaring, dan menguji ide secara nyata.

Kegiatan turut dihadiri oleh Ketua ASPI Santoso Liem, Ketua Dewan Kehormatan/Etik AFTECH Harun Reksodiputro, Ketua Asosiasi APUVINDO Ari Rizaldi, Ketua Umum Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI) Priyanto Budi Nugroho, serta Direktur Utama LPPI Heru Kristiyana.

Selain itu, kegiatan juga diikuti oleh 1.300 peserta yang berasal dari mahasiswa dari berbagai universitas, pesantren, komunitas digital dan inovasi, dan pelaku usaha jasa keuangan.

Penyelenggaraan inisiasi PIDI sekaligus menandai dimulainya registrasi kompetisi Hackathon 2026 yang terbuka bagi masyarakat umum dengan kategori profesional dan mahasiswa, dengan periode pendaftaran mulai 23 Februari hingga 27 Maret 2026. Untuk informasi selengkapnya dapat mengunjungi: https://pidi.id. | PR

Share :

Baca Juga

Rilis

Swiss-Belhotel Jambi Hadirkan Malam Tahun Baru Bertema Perjalanan Keliling Dunia

Rilis

OJK Dorong Penguatan Integritas Pelaporan Keuangan Sektor Jasa Keuangan

Rilis

Mursyid Sonsang Saksikan Hainan Free Trade Port, Kesempatan Emas Ekspor Jambi

Rilis

OJK Luncurkan Roadmap Pengembangan dan Penguatan Pergadaian 2025-2030

Rilis

Suzuki Tembus 5.700 Unit di Agustus

Rilis

Generasi Muda Antusias Dengar Gagasan Diza Hazra Aljosha

Rilis

Tegas !!! PT Varia Intra Finance Dilarang Beroperasi

Rilis

Bareskrim Polri Beri Penghargaan pada OJK