Home / Reportase

Sabtu, 1 November 2025 - 20:19 WIB

Program Bus Listrik Wali Kota Maulana Dipuji Cek Endra

Drs. H. Cek Endra

Drs. H. Cek Endra

JAMBIBRO.COM — Inovasi bus dan angkot feeder listrik Trans Bahagia di Kota Jambi tak hanya mendapat sambutan hangat dari warga, tapi juga dukungan kuat dari Senayan.

Anggota Komisi XII DPR RI Daerah Pemilihan Jambi, Cek Endra, memberi apresiasi tinggi dan dukungan penuh terhadap langkah revolusioner Pemerintah Kota Jambi yang dipimpin Wali Kota Dr. H. Maulana.

Bagi Cek Endra, program angkutan publik listrik berbasis Buy The Service (BTS) ini bukan sekadar proyek daerah. Ini implementasi nyata dari komitmen Indonesia menuju Net Zero Emission.

Kota Jambi dengan inisiatifnya sebagai kota pertama di Indonesia yang menerapkan Angkot Feeder Listrik BTS, kini berada di garis depan perjuangan lingkungan dan modernisasi transportasi nasional.

Sebagai wakil rakyat Jambi di komisi yang berkaitan dengan energi, lingkungan hidup dan investasi, Cek Endra memahami betul korelasi antara kebijakan energi pusat dan implementasi di daerah.

Dalam pandangan Cek Endra, upaya Wali Kota Maulana mengganti angkutan berbahan bakar fosil dengan energi listrik adalah langkah yang sangat strategis dan visioner.

Baca Juga  Resmikan TPS 3R Kampung Pajero, Wawako Diza Tekankan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

“Saya sangat mendukung inisiatif ini. Program kendaraan listrik dengan emisi nol (zero emission) bukan lagi pilihan, melainkan mandat nasional untuk menjaga masa depan planet kita,” tegas Cek Endra.

Menurut Cek Endra, Jambi telah membuktikan kita tidak perlu menunggu insentif besar dari pusat untuk memulai. Justru daerah yang proaktif, seperti Kota Jambi, harus dijadikan percontohan dan diberikan dukungan fiskal serta non-fiskal yang optimal.

Inisiatif Wali Kota Maulana mengatasi kepadatan lalu lintas melalui moda transportasi modern yang ramah lingkungan, selaras dengan fokus Cek Endra terhadap isu lingkungan dan energi berkelanjutan, termasuk isu karbon.

Keduanya memiliki pandangan yang sama, kesehatan lingkungan adalah indikator utama kualitas hidup dan kemajuan sebuah kota.

Armada Trans Bahagia adalah perwujudan sinergi ini. Dengan beroperasi tanpa gas buang (CO2, NOx), Trans Bahagia berkontribusi langsung pada penurunan emisi. Sebuah upaya yang sangat penting bagi Provinsi Jambi yang memiliki potensi besar dalam skema perdagangan karbon dan mitigasi perubahan iklim.

Baca Juga  Penolakan Stockpile Aur Kenali Makin Keras, Warga Minta Perlindungan Presiden Prabowo dan DPR RI

Cek Endra secara konsisten menyuarakan pentingnya transisi energi. Program bus listrik Jambi adalah jawaban konkret dari daerah. Ia menekankan, setiap ton emisi karbon yang berhasil dihindari oleh Bus Listrik BTS Jambi adalah kontribusi langsung terhadap pencapaian target iklim Indonesia.

“Kendaraan listrik memiliki efisiensi energi yang jauh lebih baik dan menghilangkan emisi lokal. Ini bukan hanya tentang udara bersih Jambi, tapi juga tentang bagaimana Jambi berkontribusi pada upaya global,” jelasnya.

Skema Buy The Service (BTS) yang diadopsi Pemkot Jambi dipandang Cek Endra sebagai model yang cerdas dan berkelanjutan untuk transportasi publik. Skema ini memastikan subsidi pemerintah diberikan untuk kualitas layanan, bukan hanya untuk infrastruktur.

“Model BTS ini menjamin kepastian operasional. Ketika layanan dijamin berkualitas, masyarakat akan beralih. Ini adalah cara paling efektif untuk menciptakan budaya menggunakan angkutan umum,” ujar Cek Endra.

Ia berharap skema ini dapat disempurnakan dan direplikasi di kabupaten/kota lain di Jambi dan di seluruh Indonesia, didukung oleh regulasi yang kuat dari DPR RI.

Baca Juga  HUT Kota Jambi Semarak, dari Nasi Goreng hingga Tarik Tambang

Cek Endra juga menyoroti pentingnya integrasi layanan Trans Bahagia ini dengan kawasan pinggiran dan sentra-sentra ekonomi yang lebih luas di Jambi. Angkot Feeder Listrik, dalam pandangannya, adalah kunci untuk mengatasi keterbatasan jangkauan bus medium.

“Angkot Feeder adalah solusi last-mile connectivity yang genius. Ini akan memutus dominasi kendaraan pribadi, bahkan di jalan-jalan permukiman yang sempit. Ini adalah cara modern untuk merangkul masyarakat pedalaman kota agar menikmati transportasi yang sama nyamannya dengan warga pusat kota,” tambahnya.

Inisiatif Bus dan Angkot Listrik BTS ini menjadikan Jambi bukan hanya penerima kebijakan, melainkan pembuat kebijakan praktis yang dapat ditiru secara nasional. Kota Jambi sebagai pilot project ideal memadukan komitmen daerah, inovasi teknologi, dan model bisnis yang efisien.

“Kami di Senayan melihat Kota Jambi sebagai laboratorium hidup untuk transisi energi dan transportasi publik. Keberhasilan Trans Bahagia akan menjadi data empiris terbaik untuk mendorong percepatan kendaraan listrik di seluruh provinsi,” pungkasnya. | DIA

Share :

Baca Juga

Reportase

Hati-hati Jelang Lebaran, Maling Nekat Karpet Juga Diembat

Reportase

Sinergi BPS dan BPJS Ketenagakerjaan Tekankan Pentingnya Perlindungan Petugas Sensus Ekonomi 2026 di Muaro Jambi

Reportase

Wali Kota Maulana Pantau Langsung, 450 Jalan Lingkungan Masuk Agenda Perbaikan

Reportase

Usman Getol Perjuangkan Jembatan Batanghari 3, Sayang Tak Digubris Al Haris

Reportase

Tegas Larang Angkutan Batu Bara Melewati Jalan Nasional, Al Haris Terbitkan Instruksi Gubernur dan Janjikan BLT

Reportase

Kapolda Jambi Temui Korban Peluru Nyasar, Jamin Pengobatan Hingga Sembuh

Reportase

Al Haris Dorong OPD Fokus Hasil Nyata

Reportase

Bupati Dillah Sisir Infrastruktur Geragai dan Muara Sabak Timur