Home / Nasional

Jumat, 10 Oktober 2025 - 08:39 WIB

OJK Perkuat Ketahanan Keuangan di Tengah Disrupsi Teknologi dan Pergeseran Lanskap Global

Mahendra Siregar

Mahendra Siregar

JAMBIBRO.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya menjaga stabilitas sektor keuangan di tengah disrupsi teknologi digital, dan perubahan tatanan geopolitik global yang mempengaruhi perkembangan sektor jasa keuangan.

“Yang paling penting kita bisa benar-benar melihat dua perubahan, bukan hanya dari segi ancaman, tantangan, potensi disrupsi, tapi justru peluang luar biasa besarnya yang bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya sesuai kemampuan bangsa dan negara kita,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar.

Penegasan itu disampaikan Mahendra pada pembukaan kegiatan The 3rd OJK International Research Forum 2025, di Yogyakarta, Senin lalu.

Mahendra mengatakan, OJK terus berupaya memaksimalkan berbagai peluang besar yang muncul dari kemajuan teknologi, sekaligus memastikan kemampuan mengantisipasi risikonya melalui pengaturan dan penerapan kode etik yang tepat dalam mengatur dan mengawasi industri jasa keuangan.

“Kata kunci digital resilience menjadi sangat penting, menyeimbangkan antara peluang yang begitu luar biasa dengan kemungkinan-kemungkinan kita untuk tetap mampu memitigasi, mengendalikan, dan mengaturnya,” tambah Mahendra.

Baca Juga  Bareskrim Polri Beri Penghargaan pada OJK

The 3rd OJK International Research Forum berlangsung selama dua hari dengan menghadirkan berbagai pembicara yang merupakan peneliti dan ahli keuangan baik dari dalam maupun luar negeri.

Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara dalam sambutan pembukaan forum hari kedua menyampaikan bahwa perkembangan pesat kecerdasan buatan telah mengubah struktur pasar tenaga kerja global.

Menurut World Economic Forum, permintaan terhadap profesi Big Data Specialist, FinTech Engineer, serta AI dan Machine Learning Specialist diproyeksikan meningkat lebih dari 80 persen dalam lima tahun ke depan.

“Perubahan ini membuka peluang besar bagi tenaga kerja untuk beralih ke sektor digital, asalkan didukung strategi reskilling dan upskilling yang tepat. Dengan membangun ekosistem talenta yang adaptif, transisi menuju ekonomi digital dapat berlangsung adil dan melahirkan tenaga kerja yang relevan serta kompetitif,” kata Mirza.

Mirza menyampaikan, OJK tengah merumuskan kebijakan mengenai tata kelola kecerdasan buatan di sektor perbankan sebagai langkah antisipasi terhadap percepatan transformasi digital.

Baca Juga  Dalam Tempo Tiga Bulan Satgas PASTI Blokir Ratusan Pinjol dan Pinpri Ilegal

“Penerapan kecerdasan buatan juga telah dilakukan di internal OJK melalui pengembangan OSIDA (OJK SupTech Integrated Data Analytics), yakni platform analitik terpadu yang dikembangkan untuk memperkuat fungsi pengawasan berbasis data,” kata Mirza.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berpartisipasi dalam The 3rd OJK International Research Forum 2025.

“Kami memandang semua ini kita lakukan demi kebaikan negeri, bahwa riset basis untuk membuat kebijakan, termasuk juga di OJK. Dengan demikian kita yakin Indonesia Emas 2045 InsyaAllah dapat dicapai dengan baik,” ucap Agusman.

Acara dihadiri 350 lebih peserta luring dan 2.000 lebih peserta daring, serta menghadirkan narasumber akademisi, praktisi, dan regulator dari berbagai institusi dalam dan luar negeri.

Selain diskusi tematik tentang kecerdasan buatan dan stabilitas ekosistem keuangan, forum ini juga menampilkan presentasi 3 finalis Karya Tulis Ilmiah Karisma 2025, yang diikuti oleh hampir 300 karya ilmiah dari berbagai universitas dan lembaga riset di Indonesia.

Baca Juga  OJK Dorong Penguatan Peran Profesi Manajemen Risiko Sektor Jasa Keuangan

Karya delapan peserta terbaik akan dipublikasikan melalui jurnal yang dikelola oleh OJK, the International Journal of Financial Systems (IJFS).

Berikut adalah pemenang Karya Tulis Ilmiah Karisma 2025:

1. Juara 1 dengan judul karya tulis “Ripples from the White House – Unmasking Global Stock Shocks and Indonesia’s Fragile Exposure” oleh Eunizoe Lael Octauno dan Cakasana Hanun Atmaka;

2. Juara 2 dengan judul karya tulis “From Space to Policy: Leveraging Remote Sensing and Generative AI to Unlock Village-Level Insights for Green Finance and Carbon Market Integration in Indonesia” oleh Salwa Rizqina, Natasya Afira, dan Arie Wahyu; dan

3. Juara 3 dengan judul karya tulis “Revisiting the Effect of Lending Rate on Credit Volume and Monetary Transmission through the Credit Channel” oleh Erin Glory Pavayosa, Mohammad Alvin Prabowosunu, dan Afif Narawangsa. | PR

Share :

Baca Juga

Nasional

Kementerian ESDM Bersama SKK Migas dan KKKS Terus Salurkan Bantuan Bencana Sumatra

Nasional

PHR Gelar CIIF 2025, Hadirkan 392 Inovasi

Nasional

SKK Migas dan Mubadala Energy Umumkan Penemuan Gas Besar di South Andaman

Nasional

Tingkat Kelaparan Indonesia Tertinggi Kedua di Asia Tenggara

Nasional

Kundapil DPR RI di Jambi, Elpisina Soroti Pekerja Migran, Perdagangan Orang dan Judi Online

Nasional

Pemboran PHR Zona 1 Terbukti Produktif, Hemat Sejuta Dolar

Nasional

PWI Bareng Kementerian BUMN Bagikan 100.000 Pohon Meriahkan Hari Pers Nasional

Nasional

Akmal Yusmar Nakhodai Asosiasi Kopi Minang, Mambangkik Batang Tarandam