Home / Opini

Kamis, 4 September 2025 - 23:45 WIB

Abdul Kadir Karding – Kesederhanaan Seorang Perantau dalam Istana

Abdul Kadir Karding

Abdul Kadir Karding

Penulis: Sabri, SKM, M.Kes | Direktur Media www.rakyat.news

ABDUL Kadir Karding adalah potret perantau sukses asal Sulawesi Selatan yang tak pernah melupakan akarnya. Dalam dirinya, mengalir falsafah Bugis yang luhur, terutama prinsip “Malempu’ yang berarti kejujuran, kelurusan hati, dan integritas. Prinsip inilah yang menjadi kompas moral, menjaga kesederhanaan dan kegigihannya saat menapaki perjalanan dari tanah Bugis ke pusat kekuasaan. Ia membuktikan bahwa ketekunan yang dilandasi kelurusan hati mampu menembus batas apa pun.

Saya memiliki kenangan personal yang mengesankan dengan beliau. Pada sebuah acara Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), saya memberanikan diri menyapanya. Tanpa ragu, saya langsung mengajaknya untuk berbincang di podcast yang saya kelola. Respons beliau di luar dugaan. Sejak pertemuan pertama itu, aura kesederhanaan dan keterbukaan beliau begitu terasa. Tidak ada jarak, tidak ada sekat birokrasi yang kaku.

Kini, sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) di bawah pemerintahan Presiden Prabowo, beliau tentu dikelilingi oleh protokoler yang ketat. Namun, Abdul Kadir Karding menunjukkan sisi yang berbeda. Ia tetaplah pribadi yang hangat dan mudah dijangkau, sebuah anomali di tengah lingkaran kekuasaan yang sering kali terasa jauh. Sikap inilah yang menjadikannya panutan, terutama bagi kami, para anak muda yang memandang masa depan. Beliau adalah bukti bahwa jabatan tinggi tidak harus mengikis jati diri.

Kerja-kerja nyata beliau sebagai Menteri P2MI menjadi cerminan dari karakternya. Setiap kebijakan dan langkah yang diambil terasa berangkat dari pemahaman mendalam akan kesulitan yang dihadapi para pekerja migran, pahlawan devisa kita.

Di hari yang istimewa ini, selamat ulang tahun yang ke-52, Bapak Abdul Kadir Karding. Semoga senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kearifan dalam mengemban amanah besar ini. Doa terbaik dari kami selalu menyertai langkah Bapak.

Sosok dan pemikiran Bapak adalah inspirasi yang tak ternilai. Teruslah menjadi cahaya kesederhanaan di tengah panggung politik nasional. ***

Share :

Baca Juga

Opini

Problem Kelas Menengah di Jambi

Opini

Antara Masduki dan Dumisake

Opini

REMAJA DAN KEKERASAN: Rangkul, Jangan Pukul

Opini

Belajar dari Keberagaman; Mengapa Pendidikan Multikultural Penting!

Opini

Aktivis Sarat Kepentingan: Tajam ke Lawan, Tumpul ke Kawan — Siapa yang Sebenarnya Sedang Dikawal?

Opini

BUNUH DIRI: Perlu Penguatan Sosial dan Mental

Opini

Jalan Khusus Batu Bara dan Kontribusi Tanggung Jawab Sosial Pengusaha

Opini

Saat Guru Gerebek Tambang, Pemimpin Daerah Sedang Apa?