Home / Reportase

Selasa, 21 Januari 2025 - 12:14 WIB

Tokoh Kerinci Tunggu Keseriusan Polda Jambi Tuntaskan Kasus Amrizal

JAMBIBRO.COM — Tokoh masyarakat Kerinci, Hamka, mempertanyakan kasus Amrizal yang sudah hampir setahun bergulir belum juga selesai.

Kasus yang melilit anggota DPRD Provinsi Jambi itu menimbulkan polemik dan keresahan di tengah masyarakat Jambi, khususnya Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.

Hamka yang juga tokoh Forum Kerinci Bersatu mendesak Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jambi, Kombes Pol Manang Soebeti, mengusut tuntas kasus dugaan penggunaan identitas ijazah milik orang lain itu.

Hamka menegaskan, Polda Jambi mesti segera memberikan kepastian hukum atas kasus ini. Dia menilai lambannya penanganan kasus ini dapat memicu keresahan di masyarakat.

“Kalau kasus ini tidak tuntas, berarti pihak kepolisian ingin membesarkan masalah ini. Jangan sampai masyarakat yang akhirnya bertindak,” tegas Hamka.

Baca Juga  SPBU Didirikan Dekat Pertashop, Langgar Kesepakatan dengan Pertamina dan BPH Migas

Hamka menyampaikan kekecewaan masyarakat Kerinci yang merasa dibohongi Amrizal, terkait dugaan penggunaan surat kehilangan ijazah untuk legalitas pendidikannya. Apalagi Amrizal sampai 10 tahun menjabat anggota DPRD Kerinci, periode 2014 – 2019 dan 2019 – 2024.

“Kami merasa dibohongi oleh seseorang yang bernama Amrizal. Jika kasus ini tidak selesai, maka pihak penegak hukum tidak benar-benar serius menangani masalah ini,” tandas Hamka yang pernah menjadi anggota DPRD Kerinci.

Hamka mengingatkan Polda Jambi, jangan sampai emosi masyarakat Kerinci meledak dan memicu aksi demonstrasi ke Kota Jambi. Tokoh-tokoh Kerinci masih meredam, namun pihak keamanan seharusnya cepat mengambil langkah pencegahan.

Baca Juga  Dari Dokter ke Kepala Daerah Maulana Buktikan Dedikasi Demi Ketahanan Kesehatan Bangsa

Hamka mengungkapkan, para tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh politik di Kerinci dan Sungai Penuh sebenarnya sudah sangat kecewa atas situasi ini. Kasus Amrizal dirasa mencoreng nama baik dua daerah yang sangat concern pada dunia pendidikan itu.

“Kami sudah berdiskusi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat lainnya, serta tokoh-tokoh politik. Mereka semua sepakat bahwa ini mencederai nama baik  Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh,” ucap Hamka.

Hamka juga menegaskan pentingnya kejelasan legalitas seseorang yang menduduki jabatan publik.

Baca Juga  SKK Migas — KKKS Berjuang Keras, Produksi Minyak di Sumbagsel Naik

“Jika seseorang duduk di kursi jabatan, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi, tapi tidak memiliki legalitas yang benar, sebaiknya segera mundur. Legalitas itu harus jelas dan tidak boleh dipalsukan,” tegas Hamka.

Hal senada disampaikan Husnus, seorang tokoh adat Alam Kerinci. Dia turut meminta aparat penegak hukum mengusut kasus ini secara tuntas.

“Kami mendesak agar kasus ini segera diusut dan kebenarannya ditegakkan, terutama terhadap oknum yang diduga memalsukan ijazah,” ujar Husnus.

Para tokoh masyarakat Kerinci berharap pihak berwenang segera menyelesaikan kasus ini untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat serta menjaga stabilitas dan kehormatan daerah. | DOD

Share :

Baca Juga

Reportase

Tim Dayung Jambi Raih Perunggu PON XXI Aceh – Sumut

Reportase

Razia Tempat Hiburan Malam, Polisi Amankan Wanita Cantik

Reportase

Maulana dan Diza Sandang Gelar Pemangku Adat, Sri Purwaningsih Dianugerahi Gelar Datin : Tanda Cinta Masyarakat Kota Jambi

Reportase

Kernet Speedboat Kurir Sabu Terancam Penjara di Atas 5 Tahun

Reportase

Hari Pertama Kerja, Diza Gelar Rakor Bersama Jajaran Pemkot Jambi

Reportase

Wali Kota Jambi Tinjau Progres Revitalisasi Terminal Alam Barajo

Reportase

Pelindo Jambi Ajak Mahasiswa dan Sekolah Bahas Masa Depan Pelabuhan Digital dan Hijau

Reportase

Zuwanda Harapkan Maskun Sopwan Mampu Bawa Angin Segar Bagi Pelaku Industri Media Siber di Jambi