Home / Reportase

Rabu, 27 Agustus 2025 - 12:08 WIB

Tabir Gelap Perbankan, Jejak Crazy Rich Jambi dan Tragedi Ilham

DH dan Mohammad Ilham Pradipta | foto : internet

DH dan Mohammad Ilham Pradipta | foto : internet

JAMBIBRO.COM — Pagi buta di sebuah persawahan di Desa Nagasari, Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, warga dikejutkan pemandangan mengerikan.

Tubuh seorang pria tergeletak tak bernyawa, dengan tangan dan kaki terikat serta mata tertutup lakban.

Ia adalah Mohammad Ilham Pradipta (37), Kepala Cabang Pembantu Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cempaka Putih, Jakarta.

Penemuan pada 21 Agustus 2025 itu langsung menghebohkan publik. Ilham, sosok muda yang dikenal ramah dan profesional, mendadak menjadi korban pembunuhan berencana.

Sejak hari itu, kisah tragisnya membuka tabir gelap yang melibatkan pengusaha kaya, kredit fiktif bernilai miliaran, hingga dugaan fraud internal di tubuh perbankan.

Sehari sebelum jasadnya ditemukan, Ilham diculik di sebuah parkiran swalayan kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur. Empat orang yang menjemputnya malam itu bukanlah kolega, melainkan eksekutor bayaran. Mereka adalah AT, RS, RAH, dan RW.

“Empat pelaku ini hanya bertugas menculik, bukan yang menghabisi korban,” tegas AKBP Ressa Fiardi Marasabessy, Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya.

Baca Juga  Nasib Zainuddin, Niat Menolong Ternyata Ditipu

Polisi menduga, eksekusi pembunuhan dilakukan oleh kelompok berbeda yang dikendalikan aktor intelektual.

Jejak “Crazy Rich Jambi”

Nama DH kemudian muncul sebagai dalang utama. Pria flamboyan ini bukan orang asing di dunia publik. Ia dikenal sebagai pengusaha sukses, motivator, bahkan dermawan.

Julukan “Crazy Rich Jambi” melekat karena gaya hidupnya. Rumah mewah di Kota Wisata Cibubur, helikopter pribadi, hingga kedekatan dengan tokoh politik nasional.

Namun di balik citra mewah itu, polisi menemukan sisi gelap. DH disebut merancang penculikan hingga pembunuhan Ilham.

Ia ditangkap bersama dua rekannya, YJ dan AA, di Solo, Jawa Tengah, pada 23 Agustus 2025. Seorang tersangka lainnya, C, diciduk sehari setelahnya di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara.

Ironisnya, ketika suaminya ditangkap, istri DH, AW, kabur bersama anak-anak mereka. Hingga kini keberadaannya masih misterius.

Mengapa seorang “crazy rich” tega menghabisi nyawa bankir muda? Polisi menduga motifnya berkaitan dengan fraud internal dan kredit fiktif.

Ilham diduga mengetahui adanya manipulasi data dan aliran dana mencurigakan di BRI. Informasi itulah yang diduga membuat nyawanya terancam.

Baca Juga  Jalan Rantau Rasau - Lambur Macet Tengah Malam, Dillah Beri Perintah dari Magelang

Di sisi lain, DH disebut tengah menghadapi masalah keuangan serius. Selama tiga tahun terakhir, bisnisnya terseok-seok.

Upaya terakhirnya, mengajukan kredit fiktif bernilai Rp13 miliar, kandas. Penolakan itu diyakini menjadi pemicu kemarahan hingga melahirkan rencana kriminal.

“Motif keuangan dan upaya menutup kecurangan menjadi benang merah kasus ini. Namun penyelidikan masih berjalan,” ungkap penyidik.

Kasus ini bukan hanya mengundang keprihatinan masyarakat, tapi juga sorotan parlemen. Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, minta kepolisian membuka kasus ini secara transparan.

“Kami mendukung penuh Polri untuk mengusut tuntas dalang pembunuhan kejam ini,” ujarnya.

Polda Metro Jaya pun menegaskan komitmennya. Sementara isu dugaan keterlibatan oknum aparat masih nihil bukti, pihak aparat menyatakan siap menindak bila ada personelnya terbukti ikut serta.

Sosok Korban yang Terlupakan

Di balik hiruk-pikuk penangkapan dan sorotan terhadap “crazy rich Jambi”, sosok Ilham Pradipta sering terlupakan. Ia bukan hanya bankir, tapi juga seorang ayah muda yang meninggalkan keluarga dalam duka mendalam.

Baca Juga  Anggota Komisi XIII Elpisina Dorong Pembentukan Perwakilan LPSK di Jambi

Rekan-rekannya mengenang Ilham sebagai pribadi pekerja keras dan berintegritas. Ironisnya, justru karena integritas itulah ia diduga menjadi target penyingkiran.

Tabir Gelap Dunia Perbankan

Kasus ini membuka pertanyaan lebih besar: seberapa dalam praktik fraud internal di dunia perbankan? Apakah kasus Ilham hanyalah puncak gunung es dari skandal keuangan bernilai miliaran?

Polisi kini tengah mendalami jaringan pelaku, aliran dana, hingga keterkaitan dengan kredit fiktif.

Bagi publik, kasus ini menjadi pengingat bahwa glamoritas “crazy rich” kadang hanya topeng, sementara di baliknya tersimpan utang, ambisi, dan kejahatan.

Dari persawahan sunyi di Bekasi hingga ruang penyidikan di Polda Metro Jaya, kisah pembunuhan Ilham Pradipta menyingkap ironi kehidupan modern, harta dan citra tak selalu sejalan dengan kebenaran.

Kasus ini masih jauh dari selesai. Namun satu hal pasti, nama Ilham kini menjadi simbol perlawanan terhadap praktik curang yang merusak dunia perbankan. | DIA

Share :

Baca Juga

Reportase

Pejabat Utama dan Kapolres Baru Resmi Bertugas

Ragam

Brengkes Ikan… Kuliner Tradisional Khas Batanghari Tak Lekang Dimakan Teknologi

Reportase

Pejabat Penting Polda Jambi Dimutasi, Ada Orang Lama Isi Posisi Direktur…

Reportase

Meriahkan HUT 79 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemprov Jambi Gelar Jalan Santai dan Sepeda Santai

Reportase

Pemkot Jambi Serahkan PMT untuk Anak Berisiko Stunting, Dorong Sinergi Ekonomi dan Kesehatan Lewat PKU Akbar 2025

Reportase

Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi Dukung Swasembada Jagung

Reportase

Mustaharuddin Inspirasi Generasi Muda dan Jawab Aspirasi Warga Tebo

Reportase

Brigjen Pol M Mustaqim Dimutasi, Brigjen Pol B Ali Jadi Wakapolda Jambi