Home / Opini

Minggu, 21 April 2024 - 13:25 WIB

Saya Budi, Terima Kasih Warga Jambi, Terima Kasih Airlangga

Budi Setiawan

Budi Setiawan

Oleh: Budi Setiawan
Ketua DPD Partai Golkar Kota Jambi

PESAN itu saya terima Rabu (2/4/2024). Pengirimnya DPD Partai Golkar Provinsi Jambi. Isinya meneruskan pesan DPP Partai Golkar; Konsolidasi DPP dengan seluruh DPD di Jakarta, Sabtu.

Saya pun bersiap untuk hadir. Sementara agenda yang sudah terjadwal saya tunda dulu. Termasuk rencana launching Media Center Budi Setiawan.

Pertemuan hangat itu berlangsung sekira dua jam. Konsolidasi akbar antara DPP Partai Golkar dengan seluruh DPD memberikan saya beberapa insight.

Di sana kami membicarakan banyak hal, terutama pilkada yang sudah di depan mata. Ketum Airlangga memberikan beberapa arahan dan pernyataan menarik yang saya kira perlu diketahui khususnya oleh warga Kota Jambi.

Pertama, untuk Jambi, DPP merekomendasikan dua nama untuk pilkada di dua daerah di Jambi. Kota Jambi dan Sungai Penuh.

Baca Juga  Perjuangan Belum Berakhir, HWSB Tunggu Instruksi Budi Setiawan

Saya, Budi Setiawan sebagai calon yang direkomendasikan untuk maju sebagai calon Wali Kota Jambi. Adapun di Sungai Penuh, DPP merekomendasikan adinda Fikar Azami, yang juga anak mantan Wali Kota Sungai Penuh, Asafri Jaya Bakri (AJB).

Kedua, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyampaikan apresiasinya kepada DPD Golkar Kota Jambi. Pak Ketum yang juga Menteri Koordinator Perekonomian memberikan reward atas perolehan 8 kursi Partai Golkar di Kota Jambi. Sesuatu yang saya sebagai ketua DPD perjuangkan bersama para caleg dan jajaran Golkar Kota Jambi.

Kita tahu, pada Pileg 2024 lalu, Golkar Sungai Penuh juga berjaya. Di bawah kepemimpinan Fikar Azami, Golkar mendapat 6 kursi di DPRD Kota Sungai Penuh. Dengan 12.210 suara menjadikan Golkar sebagai juara di Sungai Penuh.

Baca Juga  Yakin Budi Setiawan Mampu Pimpin Kota Jambi, Partai Gelora Sudah Tentukan Pilihan

Kebetulan yang indah tentunya. Dua kota di Provinsi Jambi dimenangkan oleh Partai Golkar.

Sejalan dengan itulah, untuk kesekian kali saya kembali mengucapkan terima kasih kepada warga Kota Jambi, kepada konstituen Partai Golkar. Khususnya tentu para pemilih Partai Golkar.

Kita tahu sebagai salah satu syarat agar pembangunan berjalan, hubungan eksekutif dan legislatif harus harmonis. Partai Golkar sebagai pemenang pemilu legislatif di Kota Jambi, memiliki bekal itu.

Sebagai peraih kursi terbanyak, tentu kader Partai Golkar yang akan duduk sebagai Ketua DPRD Kota Jambi. Satu modal baik, yang akan semakin melengkapi ketika saya sebagai kader Golkar duduk sebagai Wali Kota. Maka pembangunan demi warga Kota Jambi insyaallah tak menemui ganjalan di jalan.

Baca Juga  Pilkada Brutal, Hasil Survei Tidak Menjamin, Isi Tas dan Tim Tak Berkhianat Menentukan

Dan perjalanan hidup saya yang kerap dipandang sebelah mata, memberi pelajaran penting. Saya, tak mau berbuat sama, menganggap remeh orang lain.

Karena itu, saya merangkul siapa saja. Kawan ataupun lawan. Satu lawan terlalu banyak dan seribu kawan masih sangat sedikit. Dan tentu kelak, bila saya menjadi Wali Kota Jambi, saya menjadi milik warga Kota Jambi. Berbuat, bertindak di atas semua golongan.

Itulah benang merah konsolidasi kami dengan Ketum Pak Airlangga. Semoga tulisan singkat saya ini, pesan sederhana ini tersampaikan ke seluruh masyarakat Kota Jambi.

Terima kasih warga Kota Jambi. Terima kasih Pak Airlangga. Terima kasih Ketua Partai Golkar Provinsi Jambi Cek Endra, dan seluruh kader Golkar Kota Jambi. Tabik.

Share :

Baca Juga

Opini

Ketika Prosedur Dilanggar, Negara Hukum Kehilangan Wibawa

Opini

Kenapa Stockpile dan TUKS PT. SAS Harus Dihentikan, Ini Alasannya…

Opini

Surat Terbuka untuk Pelatih Baru Kesebelasan Indonesia Patrick Kluivert

Opini

Tren Kenaikan Penyakit Menular dan Target Zero Growth 2030 di Provinsi Jambi

Opini

Realitas Pariwisata Jambi, Catatan Most Inspiring Tourism Leader 2025

Opini

Menakar Keabsahan Perwal Nomor 6 Tahun 2025: Mengapa Wali Kota Definitif Tak Perlu Izin Mendagri?

Opini

Parpol dan Pendidikan Politik

Opini

RSUD Raden Mattaher Sudah Tanda-Tanda Malfungsi Pelayanan Publik