JAMBIBRO.COM — Paradigma masyarakat terhadap permainan domino kini telah bergeser sepenuhnya dari sekadar hiburan di warung kopi menjadi cabang olahraga prestasi yang diakui negara. Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) kini resmi berada di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) sebagai wadah atlet profesional.
Status baru ini menuntut manajemen organisasi yang lebih akuntabel serta standar kompetisi yang jauh lebih terukur dibandingkan sebelumnya. Provinsi Jambi menjadi salah satu daerah yang paling serius dalam merespons transformasi besar di dunia olahraga meja ini.
Ketua ORADO Provinsi Jambi Kemas Alfansuri menegaskan bahwa legitimasi dari KONI merupakan angin segar bagi para atlet untuk meniti karier secara serius. Ia berkomitmen untuk membangun fondasi organisasi yang solid, mulai dari tingkat provinsi hingga menjangkau seluruh kabupaten dan kota.
“Dulu domino hanya dipandang sebagai pengisi waktu luang. Namun, dengan masuknya ORADO ke dalam keluarga besar KONI, kami harus mengubah pola pikir,” ujar Kemas Alfansuri dalam keterangannya.
Kemas menjelaskan bahwa kesuksesan Jambi meraih gelar juara dua dalam Kejurnas perdana di Megamendung merupakan buah dari sistem seleksi yang transparan. Kejuaraan tingkat provinsi yang digelar sebelumnya terbukti efektif dalam menyaring bibit atlet yang memiliki kompetensi tinggi.
“Keberhasilan Jambi menjadi juara dua dalam Kejurnas perdana di Mega Mendung adalah bukti bahwa sistem seleksi yang kami bangun melalui kejuaraan provinsi benar-benar berjalan efektif dan transparan,” tambah Kemas meyakinkan.
Dukungan terhadap perkembangan olahraga ini juga disuarakan oleh pengamat olahraga senior Jambi Mursyid Sonsang. Mantan pengurus KONI Provinsi Jambi tersebut menilai domino sebagai olahraga yang sangat mengandalkan ketajaman strategi serta ketahanan mental.
Mursyid memberikan apresiasi tinggi atas capaian atlet Jambi yang mampu melaju hingga babak final kategori senior dalam ajang nasional tersebut. Meskipun harus mengakui keunggulan kontingen Bangka Belitung di partai puncak, performa atlet Jambi dinilai sudah sangat luar biasa.
“Saya salut dengan tekad atlet-atlet kita. Dalam cabor ini, ketenangan dan kemampuan membaca lawan adalah kunci,” ungkap Mursyid yang juga mantan Ketua Umum Perkemi Jambi.
Mursyid menambahkan bahwa setiap gerakan di atas meja pertandingan mencerminkan kematangan taktik yang telah dipersiapkan melalui latihan panjang. Para atlet Jambi telah membuktikan bahwa mereka tidak sekadar bermain, melainkan berkompetisi dengan standar profesional yang tinggi.
“Bahwa atlet Jambi tidak hanya sekadar ‘bermain’, tetapi mereka berkompetisi dengan strategi yang matang,” tegas Mursyid mengakhiri pengamatannya.
Keberhasilan di Kejurnas 2026 ini diharapkan menjadi momentum bagi masyarakat Jambi untuk lebih melirik domino sebagai pilihan olahraga prestasi. Pemerintah daerah diharapkan terus mendukung penyediaan fasilitas latihan agar dominasi Jambi di kancah nasional tetap terjaga. | PR




















