Home / Reportase

Rabu, 19 Agustus 2026 - 21:02 WIB

Penangkaran Benih Kedelai Alternatif Baru Petani Tanjabtim

Penangkaran benih kedelai di Tanjung Jabung Timur | dki-tjt

Penangkaran benih kedelai di Tanjung Jabung Timur | dki-tjt

JAMBIBRO.COM — Petani di Kecamatan Rantau Rasau, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, mulai melirik peluang baru yang dinilai lebih menjanjikan: penangkaran benih kedelai.

Melalui kerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB), Kelompok Tani Bambu Runcing mengembangkan kedelai varietas Detap di lahan seluas tiga hektare, dengan hasil produksinya diproyeksikan diserap PT Agrinas untuk mendukung pengembangan kedelai di Sumatera Utara.

Program yang mulai berjalan pada 2026 ini tidak sekadar diarahkan untuk menghasilkan kedelai konsumsi, tetapi membangun petani sebagai penangkar benih.

Baca Juga  AGPF Investasi Jadestone Tingkatkan Ketersediaan Energi Nasional

Dari lahan tiga hektare tersebut, produksi benih diperkirakan mencapai lima ton setelah melalui tahapan pengujian. Dengan harga benih berkisar Rp13.000–Rp15.000 per kilogram, potensi nilai produksinya mencapai sekitar Rp65 juta–Rp75 juta.

Varietas Detap dipilih karena memiliki karakter tahan pecah polong, salah satu keunggulan yang penting dalam menjaga hasil panen hingga masa pemanenan.

Saat ini, benih tersebut masih menjalani proses sertifikasi oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jambi. Setelah memenuhi persyaratan sertifikasi, benih diharapkan dapat masuk ke pasar yang lebih luas.

Baca Juga  Kebakaran Hebat di Desa Sungai Itik, Puluhan Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal

Pendampingan dilakukan tim IPB, termasuk Prof. Munif Ghulamahdi dan tim, untuk memastikan proses pengembangan penangkaran berjalan sesuai standar.

Bagi petani, penangkaran benih menawarkan prospek yang berbeda dibandingkan produksi kedelai konsumsi. Harga benih relatif lebih tinggi dan memiliki standar yang ditetapkan pemerintah, sementara harga kedelai konsumsi lebih rentan terhadap fluktuasi pasar.

“Untuk Tanjung Jabung Timur, sesuai arahan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, kita fokus saja sebagai penangkar benih,” ujar tim pendamping.

Baca Juga  Mutasi Besar-besaran di Polda Jambi, dari Kapolda, Wakapolda hingga Sejumlah Direktur

Peluang pasar juga mulai terbuka. Benih hasil penangkaran Kelompok Tani Bambu Runcing diproyeksikan diserap PT Agrinas untuk selanjutnya dikembangkan di Sumatera Utara.

Program ini diharapkan berlanjut melalui pola plasma dengan dukungan sarana produksi dan kepastian pasar. Dengan demikian, petani Rantau Rasau tidak hanya menjadi produsen kedelai, tetapi mulai naik kelas menjadi penangkar benih dengan pasar antardaerah. | PR

Share :

Baca Juga

Reportase

Akhir Pelarian Pembunuh Sopir Travel Fortuner Putih

Reportase

Warga Muara Tembesi Hanyut Terseret Arus Banjir

Reportase

Kerinci – Sungaipenuh Nyaris Tenggelam, Stok Makanan Menipis, Ada Warga Terkurung di Cafe

Reportase

Petani Binaan Pertamina EP Jambi Sukses Panen Jagung dan Tomat

Reportase

Korban Tabrakan Kapal Ditemukan 11 Kilometer dari Lokasi Kejadian

Politik

Saniatul Mundur, Romi Sudah Punya Pendamping Baru

Reportase

Sentimen Pasar dan Teori Ekspektasi, Rupiah di Persimpangan

Reportase

Tak Putus Asa, KS Bara Akan Berjuang Sampai ke Jakarta