JAMBIBRO.COM — Setelah melancarkan aksi pencarian intensif selama tiga hari, Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan korban hanyut di Desa Pulau Rengas, Bangko Barat, Merangin.
Remaja malang tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran Sungai Batang Merangin, Ahad, 24 Mei 2026.
Penemuan jasad ini sekaligus menyudahi kecemasan mendalam atas musibah hanyutnya korban yang terjadi sejak akhir pekan lalu.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Merangin, insiden maut ini bermula pada Jumat 22 Mei 2026, sekitar pukul 15.30 WIB, saat korban hilang akibat terseret arus sungai.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Merangin, Muhammad Sahiri, mengonfirmasi bahwa jasad korban berhasil dievakuasi pada pukul 08.54 WIB.
Lokasi penemuan tepat berada di wilayah Kelurahan Pasar Atas, di kawasan belakang MAN Merangin.
“Korban sudah ditemukan. Jarak dari titik awal kejadian kurang lebih 10 kilometer,” ungkap Sahiri dalam keterangan resminya, Minggu.
Kronologinya, korban yang berusia 15 tahun tersebut terbawa arus deras saat mandi di Sungai Batang Merangin. Meski sempat dilakukan pencarian oleh warga sekitar dengan peralatan sederhana, korban tidak ditemukan dan dinyatakan hilang.
Keberhasilan evakuasi ini merupakan buah nyata dari kerja keras dan sinergi berbagai pihak yang tak henti menyisir sungai sejak hari pertama kejadian.
Dalam operasi kemanusiaan ini, BPBD Merangin menurunkan personel terbaiknya, di antaranya RD A Roni Pasla, Oky Yoan Firmanda, Noprianto, Sumarlin, dan Fais Yuge A.
Untuk memaksimalkan operasi penyisiran di lapangan, tim gabungan dilengkapi dengan berbagai sarana pendukung transportasi dan keselamatan.
Memasuki hari pencarian terakhir, tim mengawali pergerakan sejak pukul 07.00 WIB di bawah guyuran hujan ringan. Upaya pencarian taktis sengaja dibagi dua Search and Rescue Unit (SRU) demi memperluas jangkauan penyisiran.
SRU 1 menggunakan LCR milik Pos SAR Bungo untuk menyisir sejauh 10 kilometer ke arah hilir sungai.
Sementara itu, SRU 2 menggunakan LCR milik BPBD Merangin yang juga bergerak menyisir sejauh 10 kilometer ke arah hilir sungai.
Upaya gigih tim gabungan yang membelah gerimis akhirnya membuahkan hasil optimal pada pukul 10.00 WIB.
Jasad korban dipastikan berhasil dievakuasi setelah ditemukan mengapung di lokasi sekitar 10 kilometer dari Last Known Position (LKP).
“Korban atas nama Fakih (15) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi oleh tim ke rumah duka untuk diserahkan ke pihak keluarga,” kata Komandan Pos SAR Bungo, M Andri.
Setelah jenazah korban dievakuasi menuju rumah duka, Tim SAR Gabungan langsung melaksanakan briefing penutupan operasi.
Dengan ditemukannya korban, operasi kemanusiaan ini resmi ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.
Keberhasilan operasi SAR ini tidak lepas dari sinergi kokoh berbagai pihak di lapangan yang melibatkan 7 Personel Rescue Pos SAR Bungo dan 6 Personel BPBD Merangin.
Kekuatan personel juga dibantu oleh 2 personel Babinsa, 2 personel Bhabinkamtibmas, serta bantuan penuh dari masyarakat dan keluarga korban.
Selama operasi berlangsung, tim juga didukung penuh peralatan modern seperti Rescue Car, LCR, peralatan medis, alat komunikasi, alat evakuasi, serta drone untuk pemantauan udara.
Pihak Basarnas dan BPBD Merangin menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi terdalam kepada seluruh unsur relawan dan masyarakat atas dedikasi serta kerja samanya yang bahu-membahu dalam misi kemanusiaan ini. | DOD




















