Home / Reportase

Selasa, 23 September 2025 - 10:11 WIB

OJK Terbitkan Aturan Baru Transparansi dan Publikasi Laporan Bank

JAMBIBRO.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Peraturan OJK Nomor 18 Tahun 2025, tentang Transparansi dan Publikasi Laporan Bank, sebagai langkah strategis memperkuat disiplin pasar, meningkatkan keterbukaan informasi, dan memperkokoh kepercayaan publik terhadap industri perbankan.

Aturan baru ini mendorong bank menyajikan laporan keuangan dan informasi material secara lebih transparan, akurat, terkini, dan dapat diperbandingkan sesuai praktik terbaik internasional.

Melalui penerbitan POJK ini, OJK menegaskan komitmennya untuk memperkuat tata kelola perbankan, meningkatkan keterbukaan informasi, dan menjaga stabilitas sistem keuangan. Transparansi yang lebih baik diharapkan dapat memperkuat daya saing perbankan nasional serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap sektor jasa keuangan Indonesia.

Baca Juga  OJK Dorong Literasi Keuangan Perempuan untuk Ketahanan Keluarga

POJK ini merupakan penyempurnaan ketentuan yang sebelumnya diatur dalam POJK Nomor 37/POJK.03/2019 yang disesuaikan dengan perkembangan standar internasional dan dinamika hukum nasional.

Penyusunan POJK juga mempertimbangkan masukan dari berbagai pihak, seperti perbankan dan asosiasi, LJK dan asosiasi di luar perbankan, investor, akademisi, regulator dan stakeholder lainnya, rekomendasi Basel Committee on Banking Supervision (BCBS), Islamic Financial Services Board (IFSB), serta tindak lanjut hasil Financial Sector Assessment Program (FSAP) dan Reports on the Observance of Standards and Codes – Accounting and Auditing (ROSC A&A).

Dengan demikian, POJK ini tidak hanya mengadopsi praktik terbaik internasional, tetapi juga memperhatikan kepentingan nasional (best fit).

Baca Juga  Keuangan Syariah Makin Moncer, Aset Tembus Rp2.972 Triliun

Melalui POJK ini, Bank diwajibkan menyusun, mengumumkan, dan/atau menyampaikan laporan publikasi kepada masyarakat dan kepada OJK. Laporan dipublikasikan meliputi:

1) laporan keuangan dan informasi kinerja keuangan;
2) laporan eksposur risiko dan permodalan;
3) laporan informasi atau fakta material;
4) laporan suku bunga dasar kredit, dan
5) laporan lain sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang wajib dipublikasikan (termasuk laporan keberlanjutan, laporan tata kelola terintegrasi bagi konglomerasi keuangan, laporan keuangan emiten dan/atau perusahaan publik).

POJK ini juga memperkuat aspek integritas dan kompetensi penyusun laporan keuangan melalui kewajiban memiliki sertifikasi Chartered Accountant (CA) level tertentu, serta memastikan keterlibatan direksi, dewan komisaris, dan dewan pengawas syariah dalam pengawasan. Bagi Bank yang tidak mematuhi ketentuan ini dapat dikenai sanksi administratif baik denda maupun non-denda.

Baca Juga  OJK Terbitkan Peraturan Perkuat Penerapan Tata Kelola Bank Umum

Ketentuan ini berlaku bagi bank umum konvensional, bank umum syariah, unit usaha syariah, serta kantor cabang dari bank yang berkedudukan di luar negeri. POJK mulai berlaku setelah enam bulan terhitung sejak diundangkan, yaitu pada Februari 2026. Dengan berlakunya aturan baru ini, POJK Nomor 37/POJK.03/2019 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku, meskipun ketentuan pelaksanaannya masih tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan dalam POJK ini. | PR

Share :

Baca Juga

Reportase

Evaluasi Adipura 2025 Pemkot Jambi Perkuat Tata Kelola Sampah Berbasis Hulu-Hilir

Reportase

Komitmen Sukseskan Program MBG, Sekda Muaro Jambi Monitoring di Jaluko
Kombes Pol Erlan Munaji

Reportase

Jalur Jambi – Palembang Macet Parah, Polda Jambi Alihkan Arus Mudik

Reportase

Mustaharuddin Inspirasi Generasi Muda dan Jawab Aspirasi Warga Tebo

Reportase

PAUD hingga SLTP Negeri dan Swasta Kembali Belajar Tatap Muka

Reportase

BPJS TK dan Pemprov Jambi Inisiasi Strategi Optimalisasi Percepatan Capaian Universal Coverage

Reportase

Para Sopir Batu Bara Minta Gubernur Jambi Buka Jalan Nasional

Reportase

Terpaksa Sedikit Keras Demi Marwah Dewan, Edi Purwanto Minta Maaf