Home / Reportase

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:51 WIB

Museum Sriwijaya Dharmakirti Kantong Budaya Bernuansa Dunia

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, didampingi Gubernur Jambi, Al Haris, meninjau Museum Sriwijaya Dharmakirti | novri

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, didampingi Gubernur Jambi, Al Haris, meninjau Museum Sriwijaya Dharmakirti | novri

JAMBIBRO.COM — Museum Sriwijaya Dharmakirti resmi berdiri di Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muaro Jambi. Peresmian dilakukan Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, Jumat 31 Juli 2026, dengan sambutan hangat dari Gubernur Jambi, Al Haris.

Acara ini dihadiri jajaran forkopimda, Bupati Muaro Jambi, serta Ketua TP PKK Provinsi Jambi. Kehadiran museum dianggap langkah strategis dalam menyajikan rekam jejak peradaban Jambi yang masih banyak tersembunyi.

Al Haris menilai museum ini sebagai rahmat luar biasa bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa kompleks Candi Muaro Jambi masih menyimpan sejarah yang belum sepenuhnya terbuka.

“Ini rahmat luar biasa. Kita sudah lama memiliki Candi Muaro Jambi, tapi banyak belum kita buka. Sejarahnya belum terlihat semua. Museum ini diharap menjadi miniatur sejarah lampau yang merekam jejak peradaban,” ujarnya.

Menurut Al Haris, museum ini merekam perjalanan dari peradaban Budha hingga Islam. Ia menegaskan, museum bukan sekadar tontonan, melainkan kenangan, objek penelitian, dan sarana pendidikan.

Baca Juga  Pemprov Jambi Dorong Sinergi dan Pelestarian Budaya Lokal

Pemprov Jambi berkomitmen memperkuat akses pendukung. Salah satunya mengusulkan peningkatan status Bandar Udara Sultan Thaha menjadi bandara internasional.

“Manfaatkan museum ini secara maksimal. Kami sudah mengusulkan ke Menteri Perhubungan menaikkan status bandara Jambi. Para Bhante dan Biksu nanti bisa datang langsung ke Jambi dari Thailand, China, India,” jelas Al Haris.

Target besar Pemprov Jambi adalah menjadikan Candi Muaro Jambi sebagai situs warisan dunia UNESCO. Langkah ini melengkapi pengakuan Geopark Merangin yang lebih dulu diakui dunia.

“Ini marwah. Kita sudah punya satu warisan dunia UNESCO, yaitu Geopark Merangin,” ungkap Al Haris.

Fadli Zon menegaskan, museum ini dirancang sebagai laboratorium riset multidisiplin. Ia menyebut fasilitas tersebut sebagai jembatan antara pengetahuan lokal dan percakapan global.

Baca Juga  Pertamina EP Jambi Raih Penghargaan dari Pemkab Muarojambi

“Mari kita jadikan museum ini jembatan antara ingatan masa lalu dan rancangan masa depan, antara pengetahuan lokal dan percakapan global, serta antara perlindungan warisan budaya dan pemanfaatan untuk kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Ia mendorong koordinasi erat antara pemerintah daerah, akademisi, dan sektor swasta. Penelitian di kawasan museum akan melibatkan arkeologi, sejarah, konservasi, hidrologi, bahasa, digitalisasi, hingga kajian ekonomi budaya.

Fadli Zon menekankan penataan kawasan cagar budaya butuh proses bertahap. Kesiapan SDM dan keterlibatan masyarakat lokal menjadi kunci, seperti di Borobudur dan Prambanan.

“SDM perlu disiapkan agar bermanfaat bagi masyarakat, seperti Borobudur. Borobudur sekarang sudah ada kawasan pasarnya, untuk meningkatkan hidup masyarakat dari berbagai macam festival. Di Prambanan juga begitu,” jelasnya.

Museum ini diproyeksikan sebagai kantong budaya dengan atraksi festival seni rutin. Fasilitasnya dilengkapi perpustakaan dan etalase warisan budaya takbenda.

Baca Juga  Polresta Jambi Terbakar, Diduga Korsleting Listrik

“Perbanyak festival budaya diselenggarakan. Di sini juga ada perpustakaan, nanti mungkin ada etalase bagi warisan budaya tak benda, khususnya kuliner dan souvenir, merchandise ada imersif tentang uang Jambi,” saran Fadli Zon.

Dirjen Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan, menjelaskan revitalisasi kawasan sudah bergulir sejak 2022. Museum dibangun di lahan 29 hektar dalam zona pengembangan khusus KCBN.

“Sebelum konstruksi dimulai, tim terlebih dahulu melakukan uji tanah arkeologi untuk memastikan area pembangunan tidak menindih, atau merusak struktur yang tertinggal dalam cagar budaya di bawah tanah,” papar Restu.

Museum Sriwijaya Dharmakirti kini hadir sebagai ruang edukasi, riset, dan interaksi budaya. Kehadirannya diharapkan menjadi pintu baru bagi Jambi menuju panggung dunia. | DOD

Share :

Baca Juga

Reportase

Teknologi Digital Sarana Syiar Al-Qur’an di Muaro Jambi

Reportase

Wali Kota Jambi Ikut Lepas Mudik Gratis 2025, Ini Pesannya…

Reportase

Jemaah Calon Haji Asal Jambi Mulai Berangkat, Gubernur Jambi Titip Pesan Penting

Reportase

Pasar Modal Indonesia Menguat dan Berintegritas Sepanjang 2025

Reportase

Pemkot Jambi dan BPJS Ketenagakerjaan Perpanjang Nota Kesepahaman

Reportase

Pelindo Jambi Dorong Prestasi Siswa Lewat Program Beasiswa Juara

Reportase

Bocah Tenggelam di Sungai Buntung Ternyata Yatim Piatu

Reportase

Bupati Muaro Jambi Sebut ‘Jambi Elok Nian’ Wadah Memperkuat Jati Diri