Home / Reportase

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:18 WIB

Isu Uang Rakyat Jambi Rp1,5 T Raib, Kominfo Buka Data

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jambi, Ariansyah | dok kominfo

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jambi, Ariansyah | dok kominfo

JAMBIBRO.COM — Isu mengenai hilangnya uang rakyat senilai Rp1,5 triliun pada masa jabatan Gubernur Jambi Al Haris, dipastikan hoaks. Pemerintah Provinsi Jambi membantah keras isu yang beredar luas di tengah masyarakat tersebut.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jambi, Ariansyah, menyebut informasi triliunan rupiah yang hilang itu bentuk disinformasi yang fatal. Angka fantastis tersebut sebenarnya akumulasi temuan dari berbagai periode kepemimpinan terdahulu sejak 2002.

Langkah klarifikasi sengaja diambil Pemprov Jambi. Disebut-sebut seolah-olah seluruh temuan itu murni terjadi pada periode pertama kepemimpinan Gubernur Jambi Al Haris.

“Yang dikatakan 1,5 triliun uang rakyat raib di periode pertama Al Haris itu keliru besar. Ini mengarah pada hoak,” tegas Juru Bicara Pemprov Jambi itu memberi klarifikasi, Selasa, 14 Juli 2026.

Baca Juga  Pemprov Jambi Ajak Warga Nobar Piala Dunia di TVRI

Mengacu pada dokumen resmi milik Inspektorat Provinsi Jambi, Ariansyah meluruskan bahwa jumlah Rp1,5 triliun merupakan rekam jejak akumulatif yang diwariskan dari pemerintahan puluhan tahun lalu.

Nilai tersebut mencakup tanggung jawab dari masa jabatan lima Gubernur Jambi sebelumnya secara berturut-turut, sejak era Zulkifli Nurdin, Hasan Basri Agus, Zumi Zola Zulkifli, Fachrori Umar hingga Al Haris.

“Karena yang dikatakan 1,5 T itu dari gubernur periode 2002. Tentu dari periode Pak Zulkifli, kemudian periodenya Pak HBA, kemudian periodenya Pak Zumi Zola, kemudian periode Pak Fachrori, dan sekarang periode Pak Al Haris,” ungkap Ariansyah.

Baca Juga  Akademisi Hingga Tokoh Masyarakat Bedah Kebijakan OPBM dan Penutupan TPS di Kota Jambi

Lewat pemaparan data tersebut, menurut Ariansyah, tuduhan yang menyudutkan pemerintahan saat ini salah sasaran. Informasi yang disebarkan ke publik tidak didasari pembacaan data secara utuh dan benar.

Demi menjaga keterbukaan informasi publik, Ariansyah membeberkan data temuan inspektorat yang khusus terjadi pada era Al Haris selama hampir tujuh tahun menjabat. Faktanya, nominal temuan riil di era sekarang sangat jauh di bawah angka Rp1,5 triliun.

Baca Juga  Nomor STTB SMP Amrizal Terlacak Milik Anggota TNI, Ngeriii...

“Pada periode Pak Al Haris ini memang ada temuan yang besarnya hanya 102 miliar,” jelas Ariansyah.

Ariansyah menerangkan secara rinci, dari total Rp102 miliar, tidak semuanya dikategorikan kewajiban setor balik ke kas negara. Ada sebagian porsi temuan bersifat administratif, sehingga tidak memerlukan proses pengembalian uang fisik.

“Yang menjadi rekomendasi pengembalian keuangan hanya 82,5 miliar. Artinya, 20 miliar itu tidak merupakan pengembalian keuangan negara,” tambahnya.

Ariansyah sangat menyesalkan tersebarnya isu miring ini. Ia menilai ada pihak yang menyuburkan informasi keliru dan mengarah pada ujaran kebencian. | PR

Share :

Baca Juga

Reportase

Polda Jambi Garap Kasus Ijazah “Duo Amrizal”, Akankah Terungkap ?…

Reportase

Komisi IV DPRD Jambi Tinjau Drainase SMPN 2

Reportase

Tim Gabungan Selidiki Penemuan Mayat Wanita Cantik dalam Lemari

Reportase

AKBP Demo AKBP, Seruuu…

Reportase

TP PKK Provinsi Jambi dan Poltekkes Bagikan Sarapan Bergizi untuk Warga

Reportase

APPSI Rencanakan Pertukaran Pejabat Antar Provinsi

Reportase

Pengurus KONI Tanjabtim Resmi Dilantik, Bupati Dillah Ingin Olahraga Jadi Alat Pemersatu

Reportase

Pengeboran Minyak Tanpa Izin Masih Marak di Muarojambi