Home / Nasional

Sabtu, 14 September 2024 - 16:02 WIB

Media Televisi Diminta Perbanyak Show Jurnalism

Konsolidasi Nasional Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), di Hotel Peninsula, Jakarta, Jumat 13 September 2024.

JAMBIBRO.COM – Kemajuan teknologi dikhawatirkan berdampak pada kekacauan informasi jelang pilkada yang akan berlangsung November mendatang.

Penyebaran disinformasi seperti video deepfake dengan mudah menyebar dan memiliki kualitas gambar yang bagus.

Kondisi tersebut harus diantisipasi, agar kekacauan informasi yang terjadi dalam Pemilu kemarin tidak terulang kembali.

Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika, Nezar Patria, mengatakan, salah satu cara menangkal penyebaran disinformasi dengan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

Pemanfaatan AI dalam jurnalisme menurut Nezar akan memudahkan menyaring informasi yang akan disampaikan ke masyarakat.

“Artificial Intelligence bisa untuk pengecekan fakta dan analisa disinformasi,” katanya.

Baca Juga  Rakerda di Batanghari, IJTI Jambi Targetkan Semua Anggota Berkompeten

Selain pengecekan fakta dan analisa disinformasi, teknologi AI dalam jurnalisme juga bisa digunakan untuk personalisasi dan otomatisasi konten, peringkasan dan penyusunan teks dan chatbot untuk interview dan survei publik.

Nezar mengatakan, media nasional bisa menerapkan model bisnis multiplatform dengan menyajikan berita di beberapa platform konten sekaligus.

Kedua, menghadirkan konten show jurnalism yang fokus pada konten berita mendalam, spesifik dan menarik.

Ketiga, diversifikasi dan penyajian konten berkualitas melalui skema digital subscription. Terakhir, pemanfaatan teknologi terkini, seperti AI dalam kegiatan jurnalistik seperti pembuatan konten berita dan penerjemahan berita.

Nezar menyampaikan hal tersebut di acara Konsolidasi Nasional Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), di Hotel Peninsula, Jakarta, Jumat 13 September 2024.

Baca Juga  Apresiasi Karya Jurnalis Televisi, Cara IJTI Kurangi Polusi Informasi

Konsolidasi Nasional dengan tema Eksistensi TV Berita dan Kemerdekaan Pers di Era AI, digelar dalam rangka memperingati HUT 26 IJTI.

Juga hadir Ketua Dewan Pers, Ninik Rahayu, Karo Penmas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, dan pemimpin redaksi sejumlah stasiun televisi, serta perwakilan pengurus IJTI dari seluruh provinsi.

Ketua Umum IJTI, Herik Kurniawan, mengatakan, teknologi kecerdasan buatan bisa memberi manfaat, tapi juga bisa menjadi ancaman.

“Bisa memudahkan juga bisa mengancam. Jurnalis televisi harus bisa mengantisipasi ancaman tersebut. Salah satu cara mengantisipasinya dengan menggelar konsolidasi nasional,” katanya.

“Kita akan menyerap banyak ilmu dari narasumber yang kita hadirkan untuk menambah pengetahuan tentang teknologi AI,” kata Herik menambahkan.

Baca Juga  IJTI Jambi Salut Capaian Kinerja Polda Jambi Menjaga Kamtibmas

Ketua Dewan Pers, Ninik Rahayu, mengapresiasi tema yang dipilih IJTI dalam kegiatan Konsolidasi Nasional. Teknologi buatan sudah banyak digunakan untuk memanipulasi informasi.

Tema tersebut menunjukan IJTI sudah semakin maju menyikapi perkembangan zaman. Usia 26 tahun semakin mengukuhkan partisipasinya mewujudkan kemerdakaan pers.

IJTI merupakan organisasi bagi jurnalis televisi yang didirikan 9 Agustus 1998. IJTI lahir pada era reformasi, yang diinisiasi sejumlah jurnalis televisi dari berbagai stasiun televisi.

Kongres pertama IJTI digelar di Hotel Peninsula, yang saat ini menjadi tempat diselenggarakannya Konsolidasi Nasional 26 Tahun IJTI. | REL

Share :

Baca Juga

Nasional

Proyek Jalan Nasional ke Desa Pembengis Bikin Usman Ermulan Khawatir

Nasional

OJK Terbitkan Aturan Manajemen Risiko dan Penilaian Tingkat Kesehatan

Nasional

Kementerian ESDM Bersama SKK Migas dan KKKS Terus Salurkan Bantuan Bencana Sumatra

Nasional

Wali Kota Maulana Bertemu Mantan PM Singapura Jalin Dialog Strategis

Nasional

Kolaborasi Fintech Dorong Inovasi dan Inklusi Keuangan, Masa Depan Keuangan Lebih Cerah

Nasional

Persepsi Optimisme Perbankan Meningkat di Tengah Ketidakpastian Global

Nasional

Perkuat Governansi Sektor Jasa Keuangan OJK Gandeng Asosiasi Profesi

Nasional

OJK Dorong Budaya Menabung Sejak Dini untuk Bangun Negeri