Home / Reportase

Rabu, 23 April 2025 - 23:12 WIB

Diduga Ada Penyusup di Tengah Unjuk Rasa Mahasiswa, Polisi Cari Pelakunya

Mahasiswa membakar ban saat unjuk rasa di gedung DPRD Provinsi Jambi, Rabu | dia

Mahasiswa membakar ban saat unjuk rasa di gedung DPRD Provinsi Jambi, Rabu | dia

JAMBIBRO.COM — Aksi unjuk rasa Aliansi Mahasiswa Melawan, di gedung DPRD Provinsi Jambi, Rabu 23 April 2025, sempat diwarnai kericuhan. Diduga ada penyusup di tengah aksi ini.

Dalam aksinya ini para mahasiswa mengawalinya dengan longmarch dari Simpang Bank Indonesia ke gedung DPRD Provinsi Jambi. Mahasiswa kemudian berorasi menyampaikan sejumlah aspirasi dan tuntutan.

Ketika aksi unjuk rasa berlangsung, tiba-tiba terjadi kericuhan. Ada dugaan aksi ini disusupi oleh pihak-pihak yang ingin aksi damai itu chaos. Beberapa mahasiswa sempat melihat adanya penyusup.

“Awas… Ada yang ingin memprovokasi kawan-kawan,” teriak seorang mahasiswa mengingatkan mahasiswa lainnya.

Aksi ini juga sempat diwarnai ketegangan antara mahasiswa dan aparat kepolisian yang mengamankan jalannya unjuk rasa. Suasana aksi juga sempat diwarnai aksi saling dorong di halaman gedung dewan.

Baca Juga  IKAL Lemhannas Harap JMSI Jadi Mitra Strategis

Kapolresta Jambi, Kombes Pol Boy Sutan Binaga Siregar, membenarkan adanya kericuhan tersebut. Dia sudah memerintahkan anggotanya mencari oknum yang diduga menjadi penyusup di tengah aksi mahasiswa.

“Saya juga sudah perintahkan, cari tahu itu siapa. Kami selidiki seperti apa ceritanya, dan siapa pelakunya,” ujar Boy.

Boy juga mengaku, dalam aksi unjuk rasa mahasiswa ini pihaknya hanya bertugas sebagai pengamanan, untuk menjaga agar tidak terjadi keributan dan pengrusakan fasilitas negara.

“Kami tetap humanis. Apa yang disampaikan mahasiswa itu hak mereka. Alhamdulillah lancar,” ujarnya.

Baca Juga  DPRD Jambi Minta Pemprov Aktif Sidak Pasar Kendalikan Harga

Aksi unjuk rasa yang dilakukan para mahasiswa ini adalah bentuk kepedulian terhadap berbagai hal yang terjadi di republik ini.

Mereka menyampaikan aspirasi mulai dari pencabutan UU TNI, menolak RUU Polri, RUU KUHP, RUU ASN, dan RUU perampasan aset serta soal kerusakan lingkungan di Jambi.

Tidak hanya itu, para mahasiswa juga minta DPRD Provinsi Jambi mengusut masalah yang terjadi di rumah sakit dan penyelesaian konflik tanah. Bagi mereka, persoalan di Jambi mesti ditindaklanjuti agar berjalan aman.

Di tengah aksi unjuk rasa mahasiswa, tampak hadir Ketua DPRD Provinsi Jambi, M Hafiz, dan Wakil Ketua Samsul Ridwan.

Baca Juga  Menggiurkan… Sopir Angkutan Minyak Ilegal Dapat Upah 4 Juta Rupiah

Para pimpinan DPRD Provinsi Jambi ini menanggapi aspirasi dan tuntutan yang disampaikan mahasiswa.

Hafiz dan Samsul Riduan bertemu langsung dengan mahasiswa, padahal mereka masih dalam kondisi letih, karena baru saja pulang dari mengecek progres pembangunan jalan khusus batu bara di dua kabupaten.

Hafiz mengapresiasi apresiasi yang disampaikan para mahasiswa. Dia juga menyampaikan permintaan maaf kepada mahasiswa karena ada sedikit miskomunikasi dalam aksi itu.

“DPRD Provinsi Jambi selaku perwakilan masyarakat akan terus menjadi penyambung lidah para mahasiswa yang menyampaikan aspirasinya demo membangun Jambi,” kata politisi Partai Amanat Nasional itu. | dia

Share :

Baca Juga

Reportase

Polda Jambi Tangkap Enam Lagi Pemain Minyak Ilegal

Reportase

Bupati Tanjung Jabung Timur Cari Alternatif Pembiayaan Infrastruktur ke PT SMI

Reportase

OJK Terbitkan Aturan Baru Transparansi dan Publikasi Laporan Bank

Reportase

Enam Hari Hilang Misterius, Dimas Ditemukan

Reportase

Wakil Gubernur Jambi Ajak Muslimat NU Bersinergi Bangun Jambi

Reportase

Mengungkap Misteri Pembunuhan di Kamar Kos 13

Reportase

26 Pejabat Eselon II Jalani Job Fit, BBS: Bukan Sekadar Formalitas

Reportase

Polres Batanghari Gelar Operasi Patuh 2024, Pelajar di Bawah Umur Diingatkan Jangan Berkendara