Home / Reportase

Senin, 2 Maret 2026 - 21:54 WIB

Dewan Minta Audit Forensik, Dirut Bank Jambi Jamin Tidak Rugikan Nasabah

Gedung Mahligai 9 Bank Jambi. (Inzet) Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata | dok humas

Gedung Mahligai 9 Bank Jambi. (Inzet) Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata | dok humas

JAMBIBRO.COM — DPRD Provinsi Jambi mengambil sikap tegas untuk mengawal penuntasan gangguan sistem yang sempat memicu kekhawatiran nasabah Bank Jambi.

Lembaga legislatif ini segera menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan memanggil jajaran manajemen Bank Jambi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Bank Indonesia, Senin 2 Maret 2026.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata menegaskan, fokus utama dewan adalah memastikan keamanan dana masyarakat secara utuh.

Berdasarkan hasil pertemuan tersebut, pihak bank bersama OJK memberikan jaminan bahwa seluruh saldo nasabah yang terdampak telah dikembalikan.

“Kami sudah mendapat penjelasan langsung dari manajemen Bank Jambi dan OJK. Dana nasabah yang sempat terdampak telah dikembalikan sepenuhnya. Ini bukti kepercayaan masyarakat tetap menjadi prioritas utama,” ujar Ivan seusai memimpin rapat.

DPRD Provinsi Jambi juga mendesak adanya audit forensik mendalam untuk mengungkap penyebab pasti terjadinya gangguan pada sistem perbankan daerah tersebut.

Langkah ini diambil guna mendeteksi apakah permasalahan berasal dari kegagalan teknis internal atau terdapat serangan siber dari pihak luar.

Baca Juga  Nah... Komisi I DPRD Provinsi Jambi Cari Informasi ke Dewan Pers

DPRD Provinsi Jambi tidak ingin berspekulasi mengenai faktor keamanan, sebelum ada dokumen resmi dari tim auditor independen. Keterbukaan informasi mengenai hasil audit nantinya diharap dapat memulihkan kredibilitas bank di mata publik secara menyeluruh.

“Kami tidak ingin tergesa-gesa menyimpulkan. Audit forensik dilakukan agar semuanya terang-benderang, termasuk jika ada indikasi gangguan dari sisi keamanan sistem,” tegas Ivan.

Bank Indonesia dalam forum tersebut memastikan stabilitas industri perbankan di wilayah Jambi masih tetap terjaga dengan baik. Proses pemulihan sistem terus dipantau secara ketat agar seluruh operasional layanan dapat segera dinormalisasi tanpa risiko tambahan.

Selain pengawasan sistem, koordinasi dengan para kepala daerah selaku pemegang saham juga telah dilakukan untuk menjaga kondusivitas fiskal.

Aparatur Sipil Negara (ASN) di seluruh kabupaten dan kota diimbau tetap tenang dan tidak melakukan penarikan dana secara masif.

Baca Juga  Bijaklah Bermedia Sosial, Jelang Pilkada Rawan Berita Hoax

“Kami bersama para kepala daerah sepakat menjaga situasi tetap kondusif. ASN juga diimbau tetap tenang dan tidak melakukan penarikan dana secara berlebihan,” tambah Ivan dalam sesi konferensi pers.

Manajemen Bank Jambi mengonfirmasi, seluruh dana pokok beserta biaya administrasi transaksi yang gagal telah masuk kembali ke rekening nasabah.

Verifikasi data internal dilakukan secara mendetail untuk memastikan tidak ada satu pun nasabah yang dirugikan secara finansial.

Direktur Utama Bank Jambi, Khairul Suhairi menjelaskan, pengembalian biaya administrasi merupakan bagian dari tanggung jawab penuh perusahaan.

Khairul memberi contoh bahwa transaksi penarikan beserta biaya tambahannya telah dikembalikan secara otomatis oleh sistem.

“Yang sudah kami verifikasi datanya itu sudah dikembalikan secara utuh. Bukan hanya pengembalian dana pokok, termasuk biaya-biaya yang timbul dari transaksi itu sendiri juga sudah kita balikkan,” ungkap Khairul Suhairi menjelaskan teknis pemulihan saldo.

Baca Juga  DPRD dan Pemerintah Provinsi Jambi Setujui Tiga Ranperda

Saat ini, pihak manajemen masih melakukan pembangunan ulang (rebuild) pada beberapa bagian sistem atas rekomendasi dari Bank Indonesia.

Proses pembangunan infrastruktur digital ini memerlukan waktu tertentu sehingga layanan mesin ATM masih mengalami pembatasan operasional.

Keputusan untuk membatasi layanan diambil sebagai langkah antisipasi guna memutus jalur akses yang dianggap mencurigakan dari luar sistem.

Meski operasional belum normal sepenuhnya, manajemen menjamin bahwa kondisi gangguan secara umum sudah berhasil dikendalikan.

“Kalau yang mau masuk dari luar itu sudah kita putus jalurnya. Secara general insyaallah sudah aman,” tegas Khairul Suhairi meyakinkan para peserta rapat.

DPRD Provinsi Jambi berjanji akan terus menjalankan fungsi pengawasan hingga seluruh layanan perbankan kembali normal seperti sediakala.

Pengumuman resmi mengenai hasil akhir perbaikan sistem akan disampaikan segera setelah seluruh tahapan asesmen dinyatakan selesai oleh otoritas terkait. | DIA

 

Share :

Baca Juga

Reportase

Operasi Pasar Pangan Murah Bersama BSIP Pemkot Jambi Pastikan Stok Aman dan Harga Terjangkau

Reportase

Dapat Promosi Bintang Dua, Supriono Bakal Jadi Orang Penting KASAD

Reportase

Lupa Cabut Colokan Listrik, Sebuah Rumah di Lebak Bandung Ludes Terbakar

Reportase

Jalin Silaturrahmi, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jambi Gelar Open House untuk Masyarakat

Reportase

Razia Jelang Ramadan, Polda Jambi Incar Ini…

Reportase

Bank Jambi Buka Layanan Pengaduan Terkait Gangguan Digital

Politik

Budi Setiawan Tak Terlawan di Alam Barajo, Warga Jamin Menang 70%

Reportase

Menolak Lupa Kasus Ijazah Amrizal, Polisi Minta Penjelasan Saksi Ahli Pidana