Home / Opini

Sabtu, 9 Mei 2026 - 18:28 WIB

Dampak Ekonomi Pengembangan UMKM Desa Penyangga Wisata

Wella Sandria

Wella Sandria

Oleh: Wella Sandria, SE., M.Sc | Akademisi UM Jambi

PENGEMBANGAN kawasan wisata berbasis budaya semakin dipandang sebagai salah satu strategi alternatif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Upaya yang dilakukan melalui kajian dampak ekonomi pengembangan UMKM desa pendukung wisata di Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muarajambi merupakan langkah strategis yang patut diapresiasi.

Inisiatif yang digagas oleh Bank Indonesia bersama lembaga akademik menunjukkan adanya kesadaran bahwa sektor pariwisata dan UMKM memiliki hubungan yang erat dalam menciptakan ekosistem ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Namun demikian, dari perspektif akademik, terdapat beberapa aspek penting yang perlu dikritisi agar kajian tersebut benar-benar menghasilkan rekomendasi kebijakan yang efektif dan aplikatif.

Pertama, pertumbuhan ekonomi daerah tidak serta-merta terjadi hanya dengan mengembangkan UMKM di kawasan wisata. Dalam banyak kasus pengembangan destinasi wisata budaya di Indonesia, UMKM lokal sering kali hanya menjadi pelengkap aktivitas pariwisata, bukan aktor utama dalam rantai nilai ekonomi.

Baca Juga  Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi Kembali Gelar Gentala Arasi

Tanpa adanya integrasi yang kuat antara pelaku UMKM, pengelola destinasi wisata, serta sistem pemasaran yang modern, UMKM desa cenderung tetap berada pada skala usaha mikro dengan nilai tambah yang rendah.

Kedua, perlu dikaji lebih mendalam sejauh mana kesiapan kapasitas UMKM di desa penyangga KCBN Muarajambi. Banyak UMKM di daerah wisata menghadapi persoalan klasik seperti keterbatasan akses permodalan, rendahnya literasi digital, standar produk yang belum konsisten, hingga keterbatasan dalam penetrasi pasar. Tanpa intervensi yang sistematis dalam aspek peningkatan kapasitas (capacity building), pengembangan UMKM berpotensi hanya bersifat seremonial dan tidak memberikan dampak ekonomi yang signifikan.

Baca Juga  Perekonomian Provinsi Jambi 2024 Diperkirakan Tumbuh 4,70 - 5,20 %

Ketiga, aspek konektivitas ekonomi kawasan juga menjadi faktor krusial. Pengembangan wisata budaya tidak dapat berdiri sendiri tanpa dukungan infrastruktur ekonomi yang memadai, seperti akses transportasi, jaringan logistik, serta integrasi dengan ekosistem ekonomi kreatif dan pariwisata regional. Jika konektivitas ini lemah, maka potensi ekonomi kawasan tidak akan optimal meskipun UMKM telah dikembangkan.

Keempat, yang tidak kalah penting adalah memastikan bahwa pengembangan ekonomi di sekitar kawasan budaya tetap memperhatikan prinsip pelestarian warisan budaya. KCBN Muarajambi merupakan salah satu situs arkeologi terbesar di Asia Tenggara yang memiliki nilai sejarah tinggi. Oleh karena itu, pengembangan UMKM dan pariwisata harus dirancang dalam kerangka ekonomi berbasis konservasi (conservation-based economy), sehingga peningkatan aktivitas ekonomi tidak justru mengancam kelestarian situs budaya tersebut.

Baca Juga  Kepala BI Jambi Ungkapkan Penyebab Rendahnya Harga Batu Bara

Dalam konteks ini, kajian dampak ekonomi yang dilakukan seharusnya tidak hanya mengukur kontribusi UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi daerah secara makro, tetapi juga melihat bagaimana distribusi manfaat ekonomi tersebut dirasakan oleh masyarakat desa secara langsung. Indikator seperti peningkatan pendapatan rumah tangga, penciptaan lapangan kerja lokal, serta penguatan ekonomi desa menjadi parameter penting yang perlu diperhatikan.

Dengan demikian, diseminasi dalam bentuk opini surat kabar ini diharapkan tidak berhenti pada pemaparan hasil penelitian semata, tetapi juga menjadi ruang dialog antara akademisi, pemerintah daerah, pelaku UMKM, dan pengelola kawasan budaya untuk merumuskan strategi pengembangan ekonomi kawasan yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berbasis potensi lokal. Semoga.

Share :

Baca Juga

Opini

Merawat Identitas dan Menyatukan Komunitas: Peran Surau di Tanah Rantau – Sydney Australia

Opini

Transformasi Bank Jambi Melalui Penguatan Modal Inti Minimum

Opini

Menjemput Fitri di Ujung Jalan: Seni ‘Bermanja’ dengan Ramadhan Sebelum Sang Tamu Beranjak Pergi

Opini

Dillah Berpeluang Miliki Legacy: Bu Bupati Air Bersih di Tanjabtim…?

Opini

REMAJA DAN KEKERASAN: Rangkul, Jangan Pukul

Opini

Peran Media di Era Digital, Membentuk Opini Publik dan Penguatan Politik Lokal

Opini

POLITISI JADI PROFESOR: Demi Gengsi atau Kontribusi?

Opini

Bukan Romi, Lawan Berat Al Haris Justeru Fadhil