Home / Daerah

Sabtu, 23 November 2024 - 11:54 WIB

Cara Pertamina EP Jambi Percepat Penurunan Stunting

JAMBIBRO.COM — PT Pertamina EP Jambi terus menunjukkan komitmennya mendukung percepatan penurunan angka stunting di wilayah kerjanya.

Salah satu langkah strategis dilakukan di Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muarojambi, khususnya di 4 desa, yakni Sungai Terap, Kota Karang, Lopak Alai, dan Kasang Lopak Alai.

Bekerja sama dengan puskesmas dan kader posyandu, perusahaan migas bagian dari Pertamina Hulu Rokan Zona 1 ini melaksanakan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dari rumah ke rumah.

Program diawali dengan pemberian paket bahan pangan bergizi kepada anak-anak dan ibu hamil, di Kantor Camat Kumpeh Ulu, Selasa lalu.

Selanjutnya, kader posyandu mengolah bahan pangan lokal bergizi dan mendistribusikannya secara door-to-door setiap hari selama 90 hari ke depan.

Program ini menyasar 11 anak stunting dan gizi kurang, serta 10 ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) yang tersebar di 4 desa tersebut.

Baca Juga  114 Karyawan Pertamina EP Field Jambi Donor Darah

Kegiatan ini mendapat perhatian besar dari Pemerintah Kabupaten Muarojambi. Hadir Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Fauzi Darwis, Kepala Dinas PPKB Nur Subiyantoro, Kapolsek Kumpeh Ulu Abdul Rahman, Babinsa Kumpeh Ulu Syamsori dan Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Kumpeh Ulu Dira Wendriani.

Dari Pertamina EP Jambi, hadir langsung Field Manager Hermansyah, didampingi Comrel & CID Officer Pertamina Hulu Rokan Zona 1, Afrianto.

PMT bukanlah hal baru bagi Pertamina EP Jambi. Program ini merupakan bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan sejak 2023, yang dirancang untuk merespons tingginya angka stunting di Kabupaten Muarojambi.

Baca Juga  Pertamina EP dan Kejati Jambi Sosialisasi Pengamanan Aset Barang Milik Negara

Dengan kolaborasi bersama pemerintah kabupaten melalui program Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS), Pertamina EP Jambi berhasil mendukung penurunan angka stunting dari 18,6% pada 2022 menjadi 12% pada 2023.

Field Manager Pertamina EP Jambi, Hermansyah, menyatakan bahwa perusahaan berkomitmen mendukung pemerintah dalam mempercepat penurunan angka stunting yang menjadi isu strategis nasional.

“Stunting adalah tanggung jawab bersama. Dengan kolaborasi pemerintah setempat, puskesmas dan kader, mari kita pastikan anak-anak kita bebas stunting,” ujarnya.

Hermansyah berharap ke depan, pencegahan stunting dapat dimulai melalui edukasi pra-nikah untuk remaja.

Staf Ahli Pemkab Muarojambi, Fauzi Darwis, memberikan apresiasi atas inisiatif Pertamina EP Jambi.

“Harapan kami, dengan kontribusi ini, target nasional zero stunting pada 2030 dapat tercapai,” ungkap Fauzi.

Baca Juga  Pertamina Hulu Rokan Zona 1 Borong Penghargaan Top CSR Awards 2024

Fauzi memuji pemberdayaan kader posyandu melalui penyuluhan dan pelatihan yang dinilai penting untuk meningkatkan kapasitas kader dalam mempercepat penurunan angka stunting di desa masing-masing.

Mewakili penerima manfaat, Camat Kumpeh Ulu, Arian Safutra, menyampaikan terima kasih kepada Pertamina EP Jambi.

“Kami berharap bantuan ini dapat meningkatkan gizi ibu hamil dan anak-anak penerima manfaat. Semoga program ini terus berlanjut hingga Kumpeh Ulu bebas stunting,” katanya.

Program Pemberian Makanan Tambahan untuk mencegah stunting ini merupakan bentuk kontribusi PT Pertamina EP Jambi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin nomor 2 (Tanpa Kelaparan) dan poin nomor 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera). | RAN

 

Share :

Baca Juga

Daerah

Ketua DPRD Tanjungjabung Barat Hadiri Pelepasan Logistik Pemilu 2024

Daerah

Pemkab Tanjabtim Dukung Pengamanan Pasokan Harga Pangan Jelang Idul Fitri 1445 Hijriah

Daerah

Kukuhkan Pengurus PPDI Tanjabtim, Dillah Beri Semangat Para Perangkat Desa

Daerah

Fraksi Demokrat DPRD Batanghari Sorot Masalah Tunda Bayar Proyek Fisik 2023

Daerah

Raden Najmi Minta Pemerintah Kecamatan Marosebo Beri Masukan

Daerah

Anwar Sadat Pimpin Rapat Finalisasi Konflik Kelompok Tani 9 Desa dan PT DAS

Daerah

Ratusan Kepala Desa di Kabupaten Sarolangun Terima SK Perpanjangan Masa Jabatan 8 Tahun

Daerah

Ditinggal Mati Istri, Empat Tahun Anak Kandung Digauli