Home / Reportase

Rabu, 15 April 2026 - 22:18 WIB

Bedah Buku Bima Arya ‘Babad Alas’ Inspirasi Generasi Muda Jambi

Gubernur Jambi, Al Haris, pada acara bedah buku berjudul

Gubernur Jambi, Al Haris, pada acara bedah buku berjudul "Babad Alas", karya Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, di Kampus Mandalo Universitas Jambi, Rabu 15 April 2026 | fadli

JAMBIBRO.COM — Gubernur Jambi, Al Haris, menghadiri acara bedah buku berjudul “Babad Alas”, karya autobiografi-reflektif Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto.

Kegiatan literasi ini berlangsung di Auditorium Unifac Lantai I, Kampus Mandalo, Universitas Jambi (Unja), Rabu 15 April 2026.

Buku setebal 184 halaman tersebut merangkum perjalanan spiritual dan politik Bima Arya selama satu dasawarsa menjabat Wali Kota Bogor periode 2014-2024.

Selain Gubernur Jambi, turut hadir Wali Kota Jambi Maulana, Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, serta Rektor Universitas Jambi Prof Helmi.

Dalam pemaparannya sebagai pembicara utama, Bima Arya menceritakan, memenangkan kontestasi politik hanyalah awal dari tantangan yang jauh lebih besar. Dinamika mengelola birokrasi dan kepentingan publik jauh lebih rumit daripada masa pencalonan.

“Beratnya kampanye itu tidak seujung kuku dibandingkan menjalankan pemerintahan. Saat kampanye, lawan terlihat jelas. Tapi ketika memimpin pemerintahan, tidak selalu jelas siapa kawan dan siapa yang berseberangan,” ujar Bima.

Baca Juga  Wali Kota Maulana Dua Minggu Kursus di Lemhannas

Mantan Wali Kota Bogor ini mengakui, masa awal kepemimpinannya dipenuhi tekanan dari berbagai kelompok kepentingan yang sangat kuat. Pengalaman menempa dirinya memahami, kepemimpinan harus dilandasi konsistensi antara pikiran, ucapan, dan tindakan nyata.

Bima Arya juga mengungkapkan pemikiran tokoh intelektual seperti Soe Hok Gie dan Arief Budiman sangat memengaruhi gaya kepemimpinannya di lapangan. Nilai inklusivitas serta keberpihakan pada kelompok minoritas diakuinya menjadi pijakan utama dalam setiap perumusan kebijakan publik yang ia buat.

Sesi tanya jawab yang dipandu Diza Hazra Aljosha memperlihatkan antusiasme tinggi dari para mahasiswa dan dosen Universitas Jambi yang memadati ruangan.

Ketua Senat Unja, Prof. Syamsurijal Tan, beserta Ketua Bappeda Provinsi Jambi, Agus Sunaryo, juga tampak menyimak jalannya diskusi kepemimpinan tersebut.

Al Haris memberi apresiasi tinggi terhadap kejujuran Bima Arya mendokumentasikan setiap tantangan dan kegagalan dalam buku tersebut. Karya ini sangat penting bagi anak muda yang sedang mencari figur inspiratif untuk menatap masa depan bangsa.

Baca Juga  Usai Sudah Open Turnamen Piala Danrem 042/Gapu, Siapa Juaranya?...

“Buku yang diterbitkan merupakan gambaran perjalanan kehidupannya selama ini. Kita tahu beliau selama ini bukan birokrat. Beliau seorang reset akademis murni, tiba-tiba tertarik dunia politik, hingga menjadi Wali Kota Bogor dua periode. Dari sinilah munculnya buku beliau hari ini,” tutur Al Haris.

Al Haris berpesan, generasi penerus Jambi jangan menyia-nyiakan waktu dan terus mengisi masa muda dengan kegiatan produktif, seperti membaca karya reflektif. Pengetahuan tentang cara seorang tokoh bangkit dari kesalahan adalah pelajaran berharga yang tidak ditemukan dalam teori bangku perkuliahan.

“Buku seperti ini sangat penting bagi anak-anak muda yang sedang mencari jati diri, sebagai pigur, person, sangat penting buku ini dibaca dengan anak-anak muda generasi penerus bangsa agar bisa menekuni yang telah berhasil, mencontoh kearah yang lebih baik, agar generasi muda menatap masa depan dan cara pandang yang lebih baik lagi, dan juga generasi muda jangan ada waktu yang terbuang. Isilah dengan kegiatan yang positif,” tegas Al Haris.

Baca Juga  Bawaslu Ajak Forkopimda Awasi Netralitas ASN

Al Haris menambahkan, esensi sebuah biografi bukan hanya untuk menonjolkan kesuksesan semata, melainkan memperlihatkan konsekuensi setiap keputusan yang diambil. Ini sangat krusial bagi pemimpin masa depan, agar lebih berhati-hati melangkah dan berani memikul tanggung jawab.

“Tujuan buku biografi memang bisa jadi contoh buat generasi muda biar tidak merusak masa depan. Biografi biasanya tidak cuma pamer sukses, tapi juga kegagalan, keputusan salah, dan cara tokohnya bangkit. Generasi muda jadi tahu konsekuensi nyata kalau salah langkah,” ujarnya.

Kegiatan bedah buku ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan buku secara simbolis kepada pihak perpustakaan universitas. Diskusi ini diharapkan memicu semangat literasi dan dialektika politik yang sehat di kalangan mahasiswa Universitas Jambi. | DIA

Share :

Baca Juga

Reportase

Irjen Pol Krisno Halomoan Siregar dan Evi Monike Saragih Disambut Tradisi Perang Pora

Reportase

Mutasi Besar-besaran di Polda Jambi, dari Kapolda, Wakapolda hingga Sejumlah Direktur

Reportase

Dirgahayu Polri, Polisi Ideal Itu Ada?

Reportase

Polda Jambi Sidak SPBU, Satu Diantaranya Punya Fasha

Reportase

Safari Ramadan di Masjid Jami’atul Islamiyah, Bupati BBS Serahkan Bantuan

Reportase

Kapolri Rombak Pejabat Polres di Jambi

Reportase

Main Minyak, Sopir Ini Nekat Jadi Anggota TNI Gadungan

Reportase

SMPN 20 Terbakar, Diza Langsung Turun