Home / Ragam

Kamis, 15 Agustus 2024 - 16:49 WIB

Anggaran Terbatas, Pemprov Jambi Belum Mampu Bangun Sempurna Wilayah Konservasi Alam

Gubernur Jambi mengapresiasi program konservasi alam Bukit Tigapuluh yang diluncurkan Permata Bank | as/rul

JAMBIBRO.COM – Gubernur Jambi, Al Haris, memuji dan mengapresiasi program Permata Bank, #DenganHati untuk Bukit Tigapuluh, melestarikan alam Bukit Tigapuluh.

Apresiasi itu disampaikan Al Haris saat peluncuran program konservasi ekosistem sosial dan lingkungan hidup Bukit Tigapuluh, di Pendopo Rumah Dinas Gubernur Jambi, Kamis, 15 Agustus 2024.

Pemerintah Provinsi Jambi memberi hormat kepada Permata Bank atas niat baiknya membantu Jambi, khususnya konservasi alam di Bukit Tigapuluh.

“Kami berharap adanya pihak-pihak yang peduli pada kondisi alam. Kita punya alam yang luas dengan segala sumber dayanya yang luar biasa,” ujar Haris.

Al Haris dua tahun lalu mencanangkan Peraturan Gubernur (PerGub) Jambi Nomor 8 Tahun 2022, tentang ekosistem esensial di wilayah Bukit Tigapuluh.

Baca Juga  Penjabat Bupati Muarojambi Berterima Kasih Petani Sawit Mestong Dibantu Perusahaan

Selain itu juga ada Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2023, tentang program Rencana Pertumbuhan Ekonomi Hijau (Green Growth Plan).

Al Haris menjelaskan, Pemprov Jambi mendesain perencanaan dan pemanfaatan sumber daya alam, perlindungan kualitas dan/atau fungsi lingkungan hidup, pengendalian dan pelestarian sumber daya alam, adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim yang saling terintegrasi dengan berbagai rencana pembangunan daerah.

Pemprov Jambi membutuhkan kolaborasi dari pihak swasta, BUMN, BUMD dan lain sebagainya, untuk mendukung pembangunan daerah, termasuk konservasi alam Bukit Tigapuluh.

“Saat ini APBD Provinsi Jambi belum mampu membangun wilayah cukup luas dengan keanekaragaman hayati luar biasa. Posisi Jambi tidak mungkin mampu,” kata Haris.

Baca Juga  Usman Getol Perjuangkan Jembatan Batanghari 3, Sayang Tak Digubris Al Haris

Al Haris mengungkapkan, dengan APBD yang hanya lima triliun rupiah, sementara wilayah yang dimiliki cukup luas dan keanekaragaman hayatinya luar biasa, tidak mungkin Pemprov Jambi bisa membiayai semuanya.

“Kami butuh dorongan, bantuan dan dukungan teman-teman perusahaan, baik itu BUMN, BUMD dan swasta. Saya harap badan usaha lainnya mengoptimalkan Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan,” ungkap Haris.

Direktur Utama Permata Bank, Meliza M Rusli menyebut, Indonesia memiliki aset alam yang begitu kaya, termasuk flora dan fauna. Permata Bank ingin ikut ambil bagian dalam pelestariannya, agar bisa selalu berkelanjutan.

Meliza menjelaskan, tantangan fenomena alam dan perbuatan manusia dapat mengancam keseimbangan ekosistem alam. Gajah Sumatera misalnya. Ruang gerak mereka semakin terbatas, untuk mencari makan maupun berkembang biak.

Baca Juga  Layanan Sertifikat Elektronik Permudah Urusan Pertanahan

Menurut Meliza, gajah adalah megafauna yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, sekaligus salah satu simbol kearifan dan keberlanjutan alam.

“Permata Bank sangat peduli pada keseimbangan ekosistem ini. Kami ingin manusia dan gajah saling berbagi ruang dengan harmonis. Untuk itu kami fokus pada kegiatan CSR di Bukit Tigapuluh,” katanya.

Meliza berharap area koridor Gajah Sumatera mampu menjadi ruang bagi Gajah Sumatra untuk mencari makan dan berkembang biak, serta menjadi ruang aman bagi warga untuk meningkatkan kesejahteraannya. | RUL

Share :

Baca Juga

Ragam

Maulana Apresiasi Kegiatan Donor Darah, Kota Jambi Punya “Kampung Darah Bahagia”

Ragam

Wali Kota Maulana Dorong Partisipasi Warga Jaga Kualitas Lingkungan

Ragam

Staf Ahli Gubernur dan Kadis Kominfo Sambut Kepulangan Masyarakat dan Mahasiswa Jambi

Ragam

Lomba Pacu Perahu Tradisional Meriahkan HUT 79 Kemerdekaan RI

Ragam

Kunjungi PEP Jambi, Puluhan Mahasiswa Unja Dapat Pengetahuan Industri Hulu Migas

Ragam

Executive Director Regional II Pelindo Buka Puasa Bersama Anak-anak Yatim Piatu

Ragam

LPP TVRI Samakan Persepsi Bersama Mitra, LAM Jambi Beri Apresiasi

Ragam

Fakta Kekhawatiran Gen Z Pemicu Gangguan Kesehatan Mental