Home / Reportase

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:03 WIB

Akhir Pencarian Penambang Kerikil di Sungai Batanghari

Tim SAR Gabungan mengevakuasi Nazmi, penambang kerikil yang tenggelam di Sungai Batanghari | basarnas

Tim SAR Gabungan mengevakuasi Nazmi, penambang kerikil yang tenggelam di Sungai Batanghari | basarnas

SORE di tepian Sungai Batanghari, Sabtu, 3 Oktober 2026, berubah menjadi kepanikan. Nazmi, 50 tahun, seorang penambang batu kerikil, dilaporkan tenggelam.

Nazmi dikabarkan terpeleset dan jatuh ke sungai, saat bekerja di kawasan Desa Kemantan, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, Jambi.

Kabar hilangnya Nazmi cepat menyebar di antara warga. Di tengah cuaca berawan, warga desa langsung bergerak menyusuri aliran sungai.

Warga berharap pria itu masih bisa ditemukan dalam keadaan selamat. Namun, hingga senja berganti malam, harapan itu belum terjawab.

Kejadian tersebut dilaporkan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Jambi melalui Pos SAR Bungo. Laporan disampaikan oleh Kepala Desa Kemantan, Nita Armala.

Menindaklanjuti laporan itu, Pos SAR Bungo segera mengerahkan 7 personel ke lokasi kejadian. Berbagai peralatan dibawa untuk mendukung operasi pencarian.

Menggunakan Rescue Car Double Cabin, tim SAR membawa perahu karet ringan, perlengkapan penyelamatan di air, peralatan selam dan medis, perangkat komunikasi, hingga perlengkapan evakuasi.

Baca Juga  Demo di Jambi, Gedung DPRD Dirusak, Mobil Dibakar

Malam itu, Sungai Batanghari menjadi pusat perhatian. Sejumlah unsur bergabung dalam operasi pencarian.

Pos SAR Bungo, BPBD Kabupaten Tebo, serta warga berupaya menyusun langkah terbaik, untuk menemukan Nazmi yang hilang di balik derasnya aliran Sungai Batanghari.

Pencarian dilakukan dengan menyisir area sekitar lokasi kejadian, sekaligus menelusuri jalur sungai yang diduga dilalui korban setelah terjatuh.

Keselamatan petugas tetap diutamakan selama operasi berlangsung. Hingga tengah malam, Nazmi belum ditemukan.

Waktu terus berjalan. Di tepian sungai, keluarga dan warga hanya bisa menunggu sambil memendam harapan.

Keesokan paginya, Minggu, 4 Oktober 2026, operasi pencarian kembali dilanjutkan. Sekitar pukul 07.00 WIB, Tim SAR Gabungan menggelar briefing.

Strategi pencarian dibagi dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU), guna memperluas jangkauan penyisiran.

Baca Juga  Resmikan TPS 3R Kampung Pajero, Wawako Diza Tekankan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

SRU 1, terdiri dari personel Pos SAR Bungo, menyisir sisi kanan sungai ke arah hilir sejauh 4 kilometer.

Di sisi seberang, SRU 2 beranggotakan personel BPBD Tebo dan Polsek Tebo Ilir, melakukan penyisiran sejauh 4 kilometer pada sisi kiri sungai.

Sementara itu, SRU 3, terdiri dari masyarakat dan Babinsa, tetap berjaga di sekitar last known position, atau titik terakhir korban diketahui berada.

Area tersebut menjadi fokus pemantauan, karena kemungkinan korban masih berada tidak jauh dari lokasi awal kejadian.

Pagi itu suasana masih diselimuti cuaca berawan. Tim bergerak menyusuri tepian sungai, memperhatikan setiap sudut yang berpotensi menjadi lokasi ditemukannya korban.

Upaya yang dilakukan sejak hari sebelumnya akhirnya membuahkan hasil. Pukul 08.30 WIB, Tim SAR Gabungan menemukan Nazmi dalam kondisi meninggal dunia.

Lokasi penemuan berada sekitar 10 meter dari last known position, pada koordinat 1°32’1.44” LS dan 102°42’38.78” BT.

Baca Juga  Tokoh Masyarakat Lempur Nilai Kasus Amrizal Bisa Rusak Citra Polri

Jarak yang tidak terlalu jauh dari titik jatuh, menunjukkan betapa kuatnya pengaruh arus dan kondisi perairan di sekitar lokasi kejadian. Setelah ditemukan, petugas segera melakukan evakuasi korban.

Dengan hati-hati, jenazah Nazmi dibawa menuju rumah duka. Di sanalah perjalanan pencarian yang menyita perhatian warga berakhir.

Duka menyelimuti keluarga yang sejak sehari sebelumnya menunggu kabar orang yang mereka cintai. Harapan menemukan Nazmi dalam keadaan selamat tidak terwujud.

Pukul 09.30 WIB, seluruh unsur yang terlibat kembali berkumpul. Operasi pencarian resmi ditutup. Seluruh personel pun kembali ke satuan masing-masing.

Kejadian Nazmi mengingatkan risiko selalu mengintai para pekerja di aliran sungai. Bagi sebagian warga, Sungai Batanghari adalah sumber penghidupan. Namun, sungai itu juga menyimpan bahaya yang dapat datang tanpa peringatan. | dod

Share :

Baca Juga

Reportase

Polda Jambi Ungkap Banyak Kasus, Belasan Orang Ditangkap

Reportase

Terima Kunjungan Siswa SMA Taruna Nusantara Magelang, Ini Pesan Kapolda Jambi….

Reportase

Tim Dayung Jambi Giat Berlatih, Target Bawa Pulang Empat Emas PON XXI Aceh – Sumut

Reportase

Bupati Muaro Jambi Sebut ‘Jambi Elok Nian’ Wadah Memperkuat Jati Diri

Reportase

Razia Dua Hotel di Talang Banjar, Polisi Tangkap 5 Pasangan Mesum

Reportase

Ketua IKAL Lemhannas Jambi Optimis Kombes Manang Bereskan Kasus Amrizal

Reportase

Janda Muda Gondol Motor Teman Pakai Aplikasi Kencan

Reportase

Al Haris Dorong OPD Fokus Hasil Nyata