Home / Ragam

Minggu, 25 Agustus 2024 - 14:34 WIB

Warga Suku Anak Dalam Harus Diberi Kawasan Khusus

Edi Purwanto bersama Tri Rismaharini berdiskusi dengan warga SAD | dok dprd

JAMBIBRO.COM – Keberlangsungan hidup kelompok Suku Anak Dalam (SAD) masih jauh dari kata kesetaraan, dari aspek pemberdayaan, kesehatan, pendidikan maupun sosial.

Kondisi ini menjadi perhatian yang harus dilakukan Pemerintah Provinsi Jambi. Ada berbagai kelompok SAD di Provinsi Jambi, yang bertempat tinggal jauh dari pemukiman masyarakat.

“Berbagai persoalan telah diserap pemerintah dari berbagai persoalan yang dihadapi warga SAD untuk keberlangsungan hidupnya,” kata Ketua DPRD Provinsi Jambi, Edi Purwanto, saat mendampingi Menteri Sosial, Tri Rismaharini.

Edi dan Risma sudah beberapa kali menempuh jarak ratusan kilometer untuk bertemu dengan warga SAD. Diantaranya kelompok SAD di Kabupaten Batanghari.

Pada Agustus ini Edi bersama Risma dan berbagai pihak terkait bertemu lagi dengan kelompok SAD untuk berdiskusi. Berbagai persoalan disimpulkan dari diskusi itu.

Baca Juga  APBD Provinsi Jambi 2024 Ditetapkan Rp.5,1 Triliun

“Sebelumnya kami sudah berdiskusi. Eksekusinya juga sudah dilakukan. Jalan tapi tidak lama. Makanya kami turun lagi, kami diskusikan lagi, bagaimana baiknya dan keinginan mereka. Kami dengar lagi,” jelas Edi.

Edi menyebut, persoalan pendidikan dan kesehatan, termasuk rumah hunian, telah terjawab dengan bantuan pemerintah pusat. Rumah pendidikan dengan fasilitas penunjang, termasuk ruang pemeriksaan kesehatan, dan rumah hunian bagi warga SAD telah dibangun pada 2023.

Kini fasilitas tersebut ditinggal begitu saja, lantaran ada kebiasan atau adat istiadat dari warga SAD yang berpindah-pindah tempat, atau dikenal dengan istilah Melangun.

Baca Juga  Bijaklah Bermedia Sosial, Jelang Pilkada Rawan Berita Hoax

Menurut salah seorang Tumenggung (ketua kelompok) warga SAD, kegiatan Melangun dilakukan ketika ada satu dari anggota kelompoknya mendapat kemalangan, terutama meninggal dunia.

“Jadi rumah pendidikan, fasilitas kesehatan, hunian mereka sekarang dibiarkan saja. Inilah kami datang untuk diskusi dengan mereka, bagaimana anak-anak mereka bisa dapat pendidikan, kesehatan, dan hunian mereka tidak lagi di tinggalkan,” terang Edi.

Edi mengungkapkan, ketika warga SAD pindah, akan sangat sulit menemukan mereka lagi, sehingga sulit juga ketika memberikan bantuan.

Edi sudah bicara dengan Menteri Sosial, harus ada satu kawasan yang disiapkan pemerintah untuk menjadi kawasan milik SAD.

Ini bertujuan memberikan kepastian hukum terhadap SAD atas kepemilikan satu kawasan lahan, untuk keberlangsungan hidup mereka. Ini juga untuk meminimalisir konflik lahan yang terjadi antara SAD dan pihak lainnya.

Baca Juga  Jambi Tak Dapat Proyek Strategis Nasional, Rendra: Alangkah Naif, Hanya Menonton…

“Pertama memang kita dorong bagaimana SAD ini memiliki satu kawasan untuk keberlangsungan hidup mereka. Konsep kita ya sama seperti sebelumnya, kita berikan sertifikat komunal,” papar Edi.

Edi juga memberikan solusi soal hunian bagi SAD. Sebelumnya pemerintah membuat hunian, namun dianggap tidak nyaman dan merasa panas. Pihak Tumenggung setuju dengan konsep rumah hunian yang ditawarkan.

“Kita bangun rumah dari papan, dikasih jarak papannya, ada sela-sela sehingga ada udara masuk. Kemudian atapnya dibuat dari rumbia. Jadi kita bangun sesuai dengan kondisi lingkungan, dan mereka setuju konsep rumahnya seperti itu,” ujar Edi. | RUL

Share :

Baca Juga

Ragam

Musim Hujan Bukan Penghalang Beraktivitas, Fitur Grand Vitara Jaga Keamanan dan Kenyamanan Pengendara

Ragam

Asniati Diminta Kembalikan Uang Gaji Setelah 2 Tahun Pensiun

Ragam

Luncurkan Program Subuh Berkah Bahagia, Maulana – Diza Buka Jalan Dengar Aspirasi Warga

Ragam

Mantan Istri Ahok ke Jambi, Ini Agendanya…

Ragam

Pejabat Lapas Jambi Ngopi Bareng Wartawan

Ragam

PHR Zona 1 Rayakan Idul Adha 1446 Hijriah dengan Semangat Berbagi dan Kebersamaan

Ragam

Peringati HUT 65 DPD PEPABRI Jambi Besuk Sejumlah Purnawirawan

Ragam

Penyusunan Pengurus PWI Pusat Rampung, Ini Orang-orangnya…