Home / Reportase

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:06 WIB

Jhon Eka Powa dan Mursyid Sonsang Bahas Literasi Digital, Ini Pesannya…

Jhon Eka Powa dan Mursyid Sonsang saat dialog di TVRI Jambi, Selasa siang | kominfo

Jhon Eka Powa dan Mursyid Sonsang saat dialog di TVRI Jambi, Selasa siang | kominfo

PELAKSANA Tugas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jambi, John Eka Powa, bersama wartawan senior, Mursyid Sonsang, bicara soal membangun masyarakat melek digital di TVRI Jambi, Selasa, 27 Oktober 2026.

Dialog dipandu oleh Mochammad Farisi yang juga dosen Universitas Jambi berlangsung santai, namun mendalam.

John Eka Powa (JEP) yang juga Asisten I Setda Provinsi Jambi menyebut, membangun masyarakat melek digital menjadi isu penting, karena derasnya informasi hoaks di media sosial.

“Ketika HP di tangan, dunia dalam genggaman. Tapi harus bijak dalam menggunakannya, jangan sampai menyebarkan hoaks. When you hold a smartphone, you hold the world in your hands. But be wise in using it — don’t spread hoaxes,” tegas JEP.

Baca Juga  Adipura Jadi Momentum Wujudkan “Muaro Jambi Lestari”

Ada slogan dari Kementerian Komdigi “Tahan Jempolmu”. Pemerintah Provinsi Jambi telah melakukan banyak kegiatan untuk meliterasi masyarakat agar bijak bermedsos, termasuk program mengatasi kesenjangan teknologi di 285 desa dan sosialisasi kampung digital.

Wartawan senior yang juga Tokoh Pers Jambi, Mursyid Sonsang, menjelaskan empat pilar utama literasi digital yang menjadi acuan nasional Kementerian Kominfo, yakni Digital Skills, Digital Ethics, Digital Safety, dan Digital Culture.

Baca Juga  Hadirkan Hanan Attaki hingga dr. Aisah Dahlan, BI Jambi Semarakkan Siginjai Fest 2026

Dalam paparannya, Mursyid menekankan pentingnya etika dalam bermedia sosial.

“Jarimu adalah harimaumu. Maksudnya, apa yang kita ketik, apa yang kita posting, apa yang kita bagikan di medsos, itu bisa menerkam balik diri kita sendiri. Satu jempol bisa membuat seseorang terjerat UU ITE,” ujar Ketua PWI Provinsi Jambi 2007 – 2017 itu.

Mursyid menambahkan, untuk mengetahui apakah sebuah informasi itu hoaks atau bukan, ada banyak filter yang harus dilakukan. Jangan langsung percaya dan menyebarkannya.

“Verifikasi dulu informasi itu, konfirmasi sumbernya. Validasi kebenarannya. Tanyakan who, what, when, where-nya jelas tidak,” pesan pemegang Press Card Number One (PCNO) ini.

Baca Juga  Tinjau Logistik Pilkada di Tanjabtim, Sudirman Minta Aparat Keamanan Kawal Surat Suara

Mursyid menyarankan masyarakat agar memanfaatkan layanan cek fakta yang ada.

“Bisa ditanyakan di web anti-hoaks milik Kominfo, seperti kominfo.go.id atau situs http://TurnBackHoax.id. Sekarang paling mudah, tanyakan balik ke AI, apakah foto atau video itu asli atau buatan AI. Jangan sampai kita jadi penyebar hoaks karena malas verifikasi,” tegas alumni Lemhannas PPSA 18.

Dialog tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat Jambi lebih cerdas dan bijak dalam bermedia sosial di tengah banjir informasi. | ril

Share :

Baca Juga

Reportase

Kilas Balik Perjalanan Politik Dilla Hich, Tak Pernah Diusung Partai Sendiri

Reportase

DPRD Tampung Aspirasi Relokasi Stockpile Batu Bara Aur Kenali, Menanti Keputusan Gubernur…

Reportase

Gigih Berlatih Jelang PON XXI/2024 Aceh – Sumut, Atlet Angkat Besi dan Berat Jambi Targetkan Emas

Reportase

OJK Terbitkan Tiga SEOJK Baru

Reportase

Calon Lawan Timnas Indonesia di Babak Ketiga..?

Reportase

Petakan Mutu Pendidikan 62 Ribu Siswa SMP Ikut TKA

Reportase

Gubernur Jambi Minta Generasi Muda Kuasai Keterampilan Abad 21

Reportase

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kerinci Desak Polisi Tuntaskan Kasus Ijazah “Duo Amrizal”