Home / Reportase

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:57 WIB

Janji drg Iwan kepada Gubernur, Pertahankan Akreditasi Paripurna

Gubernur Jambi saat menghadiri penilaian akreditasi fasilitas kesehatan Rumah Sakit Raden Mattaher, Selasa | novri

Gubernur Jambi saat menghadiri penilaian akreditasi fasilitas kesehatan Rumah Sakit Raden Mattaher, Selasa | novri

DI HADAPAN Gubernur Jambi, Direktur Rumah Sakit Raden Mattaher, drg Iwan Hendrawan, menyampaikan keyakinannya rumah sakit rujukan terbesar di Provinsi Jambi itu mampu mempertahankan status akreditasi paripurna.

Optimisme itu bukan sekadar target administratif, melainkan janji untuk terus membenahi pelayanan, demi menjawab harapan masyarakat dan pemerintah daerah.

Janji itu mengemuka saat proses penilaian akreditasi fasilitas kesehatan oleh tim Kementerian Kesehatan RI, di Ruang Diklat Rumah Sakit Raden Mattaher, Selasa, 13 Oktober 2026.

Pada forum itu, Gubernur Jambi, Al Haris, tidak hanya berbicara soal akreditasi. Ia melihat masa depan yang lebih besar bagi rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jambi tersebut.

Terbukanya akses jalan tol di Pulau Sumatera menciptakan peluang baru yang sebelumnya sulit dibayangkan. Konektivitas yang semakin baik diyakini akan mengubah pola mobilitas masyarakat, termasuk dalam mencari layanan kesehatan.

Warga dari berbagai provinsi yang berbatasan dengan Jambi, kini memiliki akses perjalanan lebih cepat dan praktis. Dalam situasi seperti itu, rumah sakit di Jambi berpeluang menjadi pilihan utama, jika mampu menyediakan pelayanan berkualitas, didukung fasilitas modern dan tenaga kesehatan kompeten.

“Kondisi ini membuka peluang besar. Jika sarana dan prasarana terus kita lengkapi dengan teknologi canggih, dan kemampuan SDM kesehatan terus ditingkatkan, masyarakat dari provinsi tetangga yang lebih dekat ke Jambi akan memilih berobat ke rumah sakit kita,” kata Al Haris.

Pernyataan itu bukan tanpa alasan. Dalam beberapa tahun terakhir, pembangunan infrastruktur jalan di Sumatera terus mendorong terbentuknya konektivitas antardaerah yang semakin kuat.

Baca Juga  Edukasi Penyakit Tulang Belakang Hingga Nyeri Perut, Rumah Sakit Siloam Jambi Pererat Sinergi Media

Jarak tempuh yang lebih singkat, membuat masyarakat tidak lagi terpaku pada fasilitas kesehatan di wilayah administrasinya sendiri. Mereka cenderung memilih rumah sakit yang lebih mudah dijangkau, dan memiliki mutu pelayanan terbaik.

Gubernur mengingatkan, peluang besar itu harus diiringi kesiapan dari dalam rumah sakit. Pembenahan tata kelola, peningkatan mutu pelayanan, hingga penguatan sumber daya manusia menjadi pekerjaan yang tidak bisa ditunda.

Akreditasi bukan sekadar dokumen yang dipajang di dinding. Akreditasi merupakan instrumen, untuk memastikan standar pelayanan tetap terjaga dan terus meningkat.

“Penilaian akreditasi rutin dilakukan setiap tiga tahun, untuk memastikan standar pelayanan, kelengkapan sarana, dan fasilitas kesehatan tetap terjaga. Jika standarnya turun, mutu pelayanan ikut turun. Kita berharap pembenahan yang konsisten dapat mempertahankan status akreditasi paripurna,” ujar Al Haris.

Posisi Rumah Sakit Raden Mattaher sangat strategis, sebagai rumah sakit rujukan utama di Provinsi Jambi. Peran tersebut menuntut kesiapan yang jauh lebih besar dibanding fasilitas kesehatan biasa.

Keakuratan data pelayanan, kapasitas tenaga medis, hingga kelengkapan sarana pendukung harus selalu diperbarui. Kesalahan kecil dalam sistem pelayanan dapat berdampak langsung pada pasien yang datang dengan kondisi darurat dan membutuhkan penanganan cepat.

Gubernur minta seluruh jajaran manajemen dan staf rumah sakit melakukan pembenahan secara menyeluruh. Para pejabat struktural diminta turun ke lapangan, memastikan kualitas layanan benar-benar berjalan sesuai standar, bukan hanya terlihat baik dalam laporan.

Baca Juga  Kapal Dihantam Ombak, Nanang Hilang

“Pelayanan di rumah sakit memiliki karakteristik khas dan berbeda dengan instansi publik lainnya. Pasien datang dalam kondisi sakit dan membutuhkan pertolongan cepat serta pasti,” ungkap Al Haris.

Pesan itu mengandung makna sederhana, namun mendasar. Rumah sakit pada akhirnya dinilai oleh masyarakat melalui pengalaman yang mereka rasakan secara langsung.

Kecepatan pelayanan, keramahan petugas, kepastian tindakan medis, serta kenyamanan pasien menjadi ukuran yang jauh lebih penting, dibanding sederet dokumen administrasi.

Gubernur menegaskan, tujuan utama akreditasi bukanlah mempertahankan predikat semata, tapi menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Intinya bukan hanya mempertahankan predikat paripurna di atas kertas, tapi bagaimana masyarakat benar-benar merasakan pelayanan kesehatan lebih baik, cepat dan berkualitas,” pungkasnya.

Di tengah harapan besar tersebut, drg Iwan Hendrawan menyatakan kesiapan Rumah Sakit Raden Mattaher menghadapi proses penilaian.

Ia meyakini status akreditasi paripurna dapat kembali dipertahankan karena berbagai indikator pelayanan terus menunjukkan perkembangan positif.

Keyakinan itu dibangun melalui evaluasi rutin terhadap layanan yang ada. Berbagai kekurangan yang masih ditemukan menjadi bahan pembenahan berkelanjutan.

Langkah tersebut dilakukan tidak hanya berdasarkan laporan administrasi, tetapi juga melalui pengamatan langsung terhadap kondisi pelayanan sehari-hari.

Salah satu perhatian utama manajemen saat ini adalah memangkas waktu tunggu dan penanganan pasien di Instalasi Gawat Darurat. Targetnya, durasi layanan di IGD di bawah enam jam, agar pasien memperoleh kepastian tindakan medis lebih cepat.

Baca Juga  Usman Ermulan Angkat Bicara Amrizal Obok-Obok Golkar

Meski demikian, Iwan mengakui, durasi perawatan tidak selalu sama. Setiap pasien memiliki kondisi berbeda yang dipengaruhi jenis penyakit, kebutuhan pemeriksaan penunjang, serta tindakan medis lanjutan yang harus diberikan.

Evaluasi terus dilakukan secara menyeluruh. Setiap proses pelayanan ditelaah kembali untuk menemukan titik-titik yang masih dapat diperbaiki.

Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen rumah sakit menjaga mutu layanan, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Di balik proses akreditasi yang berlangsung berkala setiap tiga tahun, tersimpan pekerjaan panjang yang tidak selalu terlihat. Ada sistem yang harus diperbaiki, layanan yang harus dipercepat, serta standar yang harus dijaga dari waktu ke waktu.

Bagi Rumah Sakit Raden Mattaher, tantangannya tidak lagi sebatas mempertahankan predikat paripurna. Rumah sakit ini sedang bersiap menyambut peluang lebih besar, menjadi pusat rujukan kesehatan yang diperhitungkan di Sumatera.

Ketika akses jalan kian terbuka dan mobilitas warga semakin tinggi, persaingan antarfasilitas kesehatan juga akan semakin ketat. Dalam situasi itulah, janji drg Iwan terus membenahi pelayanan menjadi ujian sesungguhnya.

Jika komitmen tersebut berjalan seiring dengan harapan Gubernur, Rumah Sakit Raden Mattaher bukan hanya mampu mempertahankan akreditasi paripurna. Rumah sakit ini berpeluang menjadi tujuan utama masyarakat dari berbagai daerah yang mencari pelayanan kesehatan cepat, modern, dan berkualitas. | dod

Share :

Baca Juga

Reportase

Pemkot Jambi Buka Pintu untuk Aspirasi Warga Aur Kenali dan Mendalo Darat

Reportase

Jaga Ekosistem Hutan, Wabup Tanjabtim Pimpin Aksi Tanam Pohon Serentak

Reportase

Dua Residivis Curanmor Ditangkap, Satu Warga Penyengat Olak

Reportase

Polda Jambi Ciduk Belasan Kurir Narkoba Jaringan Malaysia Bawa 8 Kilo Sabu

Reportase

Pengurus KONI Pusat Akui Prestasi Olahraga di Jambi Meningkat

Reportase

Inspektur Jenderal Polisi Krisno Halomoan Siregar Resmi Jabat Kapolda Jambi

Reportase

Tenggelam di Sungai Batang Tebo, Remaja Asal Desa Teluk Pandak Ditemukan Tewas

Reportase

Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi Dukung Swasembada Jagung