Home / Reportase

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:31 WIB

Merajut Ketahanan Pangan Lokal di Buluran Kenali

Gubernur Jambi mencanangkan Kampung Pangan Terpadu di Kelurahan Buluran Kenali, Telanaipura, Kota Jambi, Rabu | erit

Gubernur Jambi mencanangkan Kampung Pangan Terpadu di Kelurahan Buluran Kenali, Telanaipura, Kota Jambi, Rabu | erit

HAMPARAN tanah Kelurahan Buluran Kenali, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, terdengar riuh, Rabu, 7 Oktober 2026. Angin lembut membawa aroma tanah basah saat benih-benih baru siap ditanam.

Di tempat itu, Badan Karantina Indonesia (Barantin) bersama Pemerintah Provinsi Jambi melangkah bersama, membangun Kampung Pangan Terpadu. Langkah awal kawasan agrowisata ini ditandai lewat penyerahan bantuan secara langsung.

Sebanyak 50 kilogram benih kacang koro, 30.000 ekor benih ikan nila, dan 360 bibit pohon diserahkan kepada warga. Pengembangan kacang koro menjadi perhatian utama dalam memperkuat pemanfaatan komoditas pangan lokal.

Kampung Pangan Terpadu hadir untuk mengembangkan potensi daerah, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Baca Juga  Akatara Jadestone Energy Bukti Nyata SKK Migas Dukung Ketahanan Energi

Sekretaris Utama Badan Karantina Indonesia, Shahandra Hanitiyo, menegaskan pentingnya momentum ini. Program tersebut dirancang agar menjadi ruang produksi, tempat edukasi, sekaligus pusat inovasi pangan.

“Hari ini kita tidak hanya mencanangkan sebuah kawasan, namun juga mencanangkan sebuah harapan untuk memperkuat ketahanan pangan, mengembangkan potensi daerah, dan meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Dukungan mengalir dari pelbagai lembaga. Benih ikan nila hadir berkat kerja sama dengan Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Sungai Gelam. Sementara, 360 bibit pohon dipasok oleh Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Batanghari.

Keamanan bibit dan benih terjamin sepenuhnya. Seluruh bantuan telah melalui pemeriksaan dan pengujian laboratorium karantina, serta dinyatakan bebas dari hama maupun penyakit ikan dan tumbuhan.

Baca Juga  Tim Romi - Sudirman Pertimbangkan Laporkan Pelaku Fitnah

Masyarakat menyambut baik konsep terpadu yang memadukan berbagai unsur kehidupan desa. Tanaman, ikan, ternak, dan kelestarian lingkungan dirangkai dalam satu kawasan terintegrasi.

“Kami berharap kawasan ini dapat menjadi ruang produksi sekaligus edukasi dan inovasi pangan bagi masyarakat dan generasi muda,” kata Shahandra.

Pengembangan kawasan ini melibatkan banyak pihak. Barantin menggandeng Pemerintah Provinsi Jambi, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), PAPTAKI, hingga kelompok tani lokal.

Gubernur Jambi, Al Haris, mengapresiasi tinggi kolaborasi lintas sektor tersebut. Ia berharap kawasan ini mampu mengoptimalkan potensi daerah dan memberi manfaat nyata bagi warga.

Baca Juga  Al Haris Video Call di Muara Emat, Mimpi Itu Jadi Kenyataan…

Dukungan serupa datang dari HKTI Jambi dan PAPTAKI. Kedua organisasi ini mendorong pengembangan kacang koro sebagai komoditas alternatif yang menjanjikan.

Acara ditutup dengan aksi penanaman bersama di lahan yang telah disiapkan. Momen ini menjadi simbol komitmen menjaga kelestarian lingkungan dan memperkuat ketahanan pangan.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian menuju Hari Karantina Indonesia ke-149 dan HUT ke-3 Badan Karantina Indonesia. Melalui langkah nyata ini, perlindungan sumber daya hayati berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi warga. | ril

Share :

Baca Juga

Reportase

Bank Indonesia Promosikan Wisata Jambi Lewat Kenduri Budayo

Reportase

SPPG Resmi Beroperasi, Kota Jambi Siapkan 76 Dapur MBG

Politik

Barisan Keluarga Dirikan Posko Kemenangan, Budi Setiawan Terharu Tak Boleh Keluar Duit Sepeserpun

Reportase

Imigrasi Gagalkan Upaya WNA Myanmar Miliki Paspor Indonesia

Reportase

“Selaras Migas” Ajak Forkompincam Jaga Aset Barang Milik Negara

Reportase

Satgas Karhutla Tempuh Jalur Hukum, 12 Orang Jadi Tersangka

Reportase

Tim SAR Susuri Sungai Limun Cari Nenek Ruminah

Reportase

Kapolda Jambi Pimpin Sertijab, Sejumlah Pejabat Utama dan Kapolresta Jambi Berganti