Home / Reportase

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:03 WIB

Rupiah Melemah, Daya Beli Terancam

Ilustrasi by Copilot

Ilustrasi by Copilot

JAMBIBRO.COM – Pelemahan nilai tukar rupiah sepanjang 2026 yang bergerak pada kisaran Rp16.800 hingga Rp16.900 per dolar AS dinilai mulai memberi tekanan nyata terhadap inflasi dan biaya impor nasional.

Meski demikian, di tengah tekanan eksternal, perekonomian Indonesia masih mampu tumbuh relatif kuat pada kisaran 5 hingga 5,61 persen pada Triwulan I-2026, terutama ditopang konsumsi rumah tangga, investasi, dan belanja pemerintah.

Pengamat ekonomi sekaligus akademisi, Noviardi Ferzi, menilai pelemahan rupiah memang belum berada pada tahap krisis, namun pemerintah tetap harus waspada terhadap dampak lanjutan yang dapat menggerus daya beli masyarakat secara perlahan.

Menurutnya, kenaikan kurs dolar otomatis membuat harga barang impor menjadi lebih mahal dalam rupiah. Dampak paling terasa terjadi pada sektor yang sangat bergantung pada bahan baku impor seperti energi, transportasi, kesehatan, manufaktur, hingga industri makanan dan minuman.

Baca Juga  Cuci Tangan Bawa Petaka, Bocah 7 Tahun Hanyut di Sungai Batanghari

“Ketika rupiah melemah, biaya impor langsung naik. Akibatnya pelaku usaha akan menyesuaikan harga jual untuk menjaga margin usaha. Dari sini inflasi dorongan biaya atau cost-push inflation mulai terbentuk,” ujar Noviardi, di Jambi, Kamis 14 April 2026.

Ia menjelaskan, imported inflation menjadi tantangan utama karena Indonesia masih memiliki ketergantungan cukup tinggi terhadap bahan baku industri dan energi impor.

Kondisi tersebut menyebabkan kenaikan kurs dolar mudah merembet ke harga kebutuhan pokok, tarif transportasi, hingga biaya produksi industri domestik.

Namun di sisi lain, Noviardi melihat pemerintah dan Bank Indonesia masih mampu menjaga stabilitas ekonomi nasional dengan cukup baik.

Hal itu terlihat dari pertumbuhan ekonomi yang tetap bertahan di atas 5 persen di tengah tekanan global, suku bunga tinggi Amerika Serikat, serta ketidakpastian geopolitik dunia.

Baca Juga  Tinjau Jalan Tergenang dan Bedah Rumah, Mustaharuddin Lihat Langsung Kondisi Lapangan

“Jika merujuk data fondasi ekonomi domestik masih kuat. Konsumsi masyarakat masih bergerak, investasi tetap masuk, dan belanja pemerintah masih menjadi bantalan pertumbuhan. Ini menunjukkan pemerintah tidak tinggal diam menghadapi tekanan global,” katanya.

Meski begitu, ia mengingatkan bahwa ruang penurunan suku bunga Bank Indonesia menjadi semakin terbatas karena otoritas moneter harus menjaga stabilitas rupiah sekaligus mengendalikan inflasi.

Jika suku bunga diturunkan terlalu cepat, tekanan terhadap nilai tukar dapat semakin besar dan mempercepat arus keluar modal asing.

Noviardi menilai langkah pemerintah memperkuat hilirisasi industri dan mendorong substitusi impor sudah berada di jalur yang tepat. Namun kebijakan tersebut harus dipercepat agar Indonesia tidak terus bergantung pada bahan baku dan barang modal dari luar negeri.

Baca Juga  Cerita Srikandi Perubahan, dari Lapas Kini Buka Lapangan Kerja

“Selama struktur industri kita masih bergantung pada impor, maka setiap pelemahan rupiah akan selalu menjadi ancaman inflasi. Karena itu penguatan produksi domestik harus menjadi agenda utama,” tegasnya.

Ia juga mendorong pemerintah lebih selektif dalam pengendalian impor non-esensial, sembari memperbesar insentif bagi industri nasional yang mampu menghasilkan bahan baku substitusi impor.

Dengan demikian, tekanan pelemahan rupiah tidak berkembang menjadi inflasi kronis yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

“Pemerintah saat ini sudah cukup responsif menjaga stabilitas ekonomi. Tinggal bagaimana konsistensi kebijakan industri dan penguatan sektor riil terus dijaga agar ekonomi nasional tidak terlalu rentan terhadap gejolak kurs global,” pungkasnya. | DIA

Share :

Baca Juga

Daerah

Bupati BBS Bangga Bisa Saksikan Langsung Perayaan Waisak 2569 BE

Reportase

Pengusaha Jakarta dan Jambi Saling Lapor, Nama Gubernur Jambi Disebut-sebut

Reportase

Wali Kota Jambi Janji Evaluasi Gaji Petugas Kebersihan

Reportase

Apresiasi Juara MTQ, Kafilah Kota Jambi ke Tanah Suci

Reportase

Persiapan PON XXI/2024: KONI Jambi Laksanakan Pre-Test Fisik dan Kesehatan Atlet

Reportase

Ketika Pemilik Media Bongkar Dugaan Kongkalikong Kerja Sama Media di Diskominfo Provinsi Jambi

Nasional

Presiden Prabowo Subianto Bertemu Raja Thailand King Rama 10

Reportase

Peringati HUT 67 Provinsi Jambi LAMJ Gelar Sedekah Negeri