Home / Reportase

Selasa, 14 April 2026 - 23:54 WIB

Edukasi Keuangan Generasi Muda, Strategi Putus Lingkaran Setan Investasi Bodong

TP PKK Provinsi Jambi menyelenggarakan kegiatan edukasi keuangan bagi generasi muda dan komunitas, di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Selasa | fadli

TP PKK Provinsi Jambi menyelenggarakan kegiatan edukasi keuangan bagi generasi muda dan komunitas, di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Selasa | fadli

JAMBIBRO.COM — Tim Penggerak PKK Provinsi Jambi menyelenggarakan kegiatan edukasi keuangan bagi generasi muda dan komunitas, guna membentengi masyarakat dari ancaman penipuan finansial.

Acara yang mengusung tema “Investasi Cerdas dan Waspada Aktivitas Keuangan Ilegal” ini dilaksanakan di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Selasa 14 April 2026.

Kegiatan strategis itu merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 tingkat Provinsi Jambi.

Ketua TP PKK Provinsi Jambi, Hesti Haris, hadir langsung memberikan arahan mengenai pentingnya literasi keuangan di era digital yang semakin kompleks.

Hesti mengungkapkan keprihatinan mendalam atas maraknya kasus jeratan pinjaman online (pinjol) yang kini telah merambah hingga ke lingkungan terkecil masyarakat.

Ia menegaskan, kemudahan akses pinjaman digital sering kali menjadi jebakan maut yang menghancurkan stabilitas ekonomi keluarga.

“Awalnya terlihat manis dan mudah, tapi ketika jatuh tempo, tekanan itu luar biasa. Banyak yang akhirnya terpaksa menutup satu pinjaman dengan pinjaman lain, hingga terjebak lingkaran utang yang sulit keluar. Ini sudah terjadi di sekitar kita,” tegas Hesti.

Baca Juga  Muaro Jambi Hadapi Ancaman Ekonomi Biaya Tinggi

Menurut Hesti, sasaran empuk investasi ilegal dan pinjol bukan hanya ibu rumah tangga, melainkan juga generasi muda yang sangat aktif di media sosial.

Promosi keuntungan instan di berbagai platform digital dinilai sangat berbahaya jika tidak dibarengi dengan pemahaman risiko yang memadai.

TP PKK merasa memikul tanggung jawab moral untuk memberikan edukasi yang tepat melalui kolaborasi dengan lembaga keuangan kompeten.

Pengetahuan mengenai cara mengelola keuangan serta mengenali ciri-ciri aktivitas ilegal menjadi kebutuhan mendesak bagi warga Jambi saat ini.

“Kami ingin masyarakat Jambi benar-benar paham mengelola keuangan, berinvestasi secara aman, dan mengenali aktivitas keuangan ilegal. Karena itu kami hadirkan ahlinya,” kata Hesti.

Hadir sebagai narasumber, Deputi OJK Provinsi Jambi, Septarini Geminastitie. Ia memaparkan, hampir seluruh transaksi kini berada dalam genggaman telepon genggam.

Baca Juga  Elpisina Tegaskan Empat Pilar Kebangsaan Sebagai Fondasi Utama Persatuan dan Kesatuan NKRI

Perubahan pola transaksi ini membawa risiko besar jika pengguna tidak memahami produk dan jasa keuangan yang mereka gunakan sehari-hari.

Septarini menyoroti adanya ketimpangan antara tingkat penggunaan produk keuangan dengan tingkat pemahaman masyarakat terhadap risiko yang ada.

Banyak warga yang terjebak dalam investasi bodong atau kerja paruh waktu palsu hanya karena tergiur promosi tanpa melakukan verifikasi legalitas.

“Ibu-ibu dan bapak-bapak sekarang lebih sering membawa handphone daripada dompet. Semua transaksi ada dalam genggaman. Tapi kemudahan ini juga membawa risiko jika tidak memahami produk dan jasa keuangan yang digunakan,” jelas Septarini.

Staf Ahli Bidang Pembangunan dan Ekonomi Setda Provinsi Jambi, Muktamar Hamdi, turut memberi apresiasi tinggi atas inisiatif yang dilakukan TP PKK.

Ia menekankan, ketahanan ekonomi daerah sangat bergantung pada kemampuan setiap keluarga dalam mengelola keuangan secara mandiri dan bijak.

Baca Juga  Dijagokan Jadi Ketua Umum KONI Tanjabtim, Rustam Punya Seabrek Misi

Pemerintah daerah berharap kolaborasi dengan OJK dan lembaga perbankan terus diperluas hingga menyentuh masyarakat di tingkat desa.

Pembangunan ekonomi yang kokoh hanya bisa tercapai jika masyarakat terbebas dari jeratan utang dan praktik keuangan ilegal yang merugikan.

“Ketahanan ekonomi keluarga adalah fondasi ketahanan ekonomi daerah. Jika keluarga mampu mengelola keuangan dengan baik, terhindar dari jeratan utang dan investasi ilegal, maka stabilitas sosial dan ekonomi daerah juga semakin kuat,” ujar Muktamar.

Para peserta dari berbagai komunitas yang hadir diharap dapat menjadi agen literasi bagi lingkungan masing-masing setelah mengikuti forum ini. Edukasi berkelanjutan menjadi kunci utama memutus rantai penipuan berkedok investasi di Jambi.

Melalui semangat HKG PKK ke-54, TP PKK Provinsi Jambi berkomitmen terus menjadi motor penggerak pemberdayaan keluarga yang cerdas secara finansial. Masyarakat diimbau selalu waspada dan mengecek legalitas setiap instrumen investasi sebelum menanamkan modalnya. | DIA

Share :

Baca Juga

Reportase

Mutasi Besar Warnai Polda Jambi, Sejumlah Perwira Bergeser Jabatan

Reportase

Bupati Muaro Jambi Dukung Pengembangan Budidaya Ikan Tawar

Reportase

Budi Setiawan Ajak Dukung Mat Sanusi Majukan Olahraga

Reportase

Wabup Tanjabtim Ajak Masyarakat Jaga Fasilitas Sekolah Rakyat

Reportase

Cuci Tangan Bawa Petaka, Bocah 7 Tahun Hanyut di Sungai Batanghari

Reportase

Arus Mudik di Jambi Didominasi Kendaraan Plat Luar Daerah

Politik

Diantar Ribuan Massa, Romi Hariyanto Diteriaki “Pejuang Demokrasi”

Reportase

Komisi I DPRD Provinsi Jambi Ingin Penanganan Hoaks Terstruktur dan Berbasis Data