Home / Reportase

Sabtu, 11 April 2026 - 15:13 WIB

Laju Inflasi Nasional Menurun, Pengamat Ingatkan Jangan Terjebak Euforia

Ilustrasi by Copilot

Ilustrasi by Copilot

JAMBIBRO.COM – Di tengah dinamika ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian, perkembangan inflasi nasional Indonesia kembali menjadi sorotan.

Pada Maret 2026, laju inflasi menunjukkan tren penurunan yang cukup signifikan, mencerminkan efektivitas kebijakan pengendalian harga yang dilakukan pemerintah dan otoritas moneter.

Meski demikian, sejumlah indikator mengisyaratkan bahwa stabilitas tersebut belum sepenuhnya kokoh, terutama akibat tekanan dari sektor pangan dan faktor musiman, sehingga diperlukan kewaspadaan serta penguatan kebijakan yang lebih terarah.

Pengamat ekonomi, Noviardi Ferzi, menilai tren inflasi nasional pada Maret 2026 yang turun ke level 3,48 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) patut diapresiasi, namun belum sepenuhnya aman dari tekanan struktural, khususnya dari sektor pangan.

“Penurunan dari 4,76 persen pada Februari menjadi 3,48 persen di Maret menunjukkan kerja pengendalian harga berjalan cukup efektif. Tapi kita tidak boleh terjebak euforia, karena sumber tekanan inflasi masih sama, yaitu pangan,” ujar Noviardi, Sabtu 11 April 2026.

Baca Juga  Arus Mudik di Jambi Didominasi Kendaraan Plat Luar Daerah

Noviardi menyoroti inflasi bulanan (month-to-month) sebesar 0,41 persen yang masih didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau, serta faktor pendidikan. Ini menandakan stabilitas harga belum merata dan masih rentan terhadap gangguan pasokan.

“Inflasi inti yang berada di level 2,52 persen memang mencerminkan tekanan yang relatif terkendali. Artinya, dari sisi permintaan tidak ada lonjakan signifikan. Namun persoalan kita ada di sisi supply, terutama distribusi dan produksi pangan,” jelasnya.

Dalam konteks regional, Noviardi menilai posisi Indonesia masih tergolong moderat di kawasan ASEAN. Tingkat inflasi Indonesia lebih rendah dibandingkan negara dengan tekanan tinggi seperti Myanmar dan Laos, namun masih lebih tinggi dibandingkan Thailand, Singapura, dan Malaysia.

Baca Juga  Rela Desak-desakan Ribuan Warga Muara Sabak Timur Bulat Menangkan Dilla - MT

“Ini menunjukkan Indonesia relatif stabil, tapi belum kompetitif sepenuhnya. Negara seperti Thailand yang bisa menjaga inflasi di kisaran 1 persen menunjukkan efisiensi distribusi dan stabilitas pasokan yang lebih baik,” katanya.

Ia juga mengingatkan, angka inflasi Indonesia saat ini sudah melampaui proyeksi awal Asian Development Bank (ADB) sebesar 2 persen untuk tahun penuh, meskipun masih dalam rentang target pemerintah 2,5 persen plus minus 1 persen.

Menurut Noviardi, proyeksi dari ASEAN+3 Macroeconomic Research Office (AMRO) sebesar 2,8 persen untuk 2026 masih realistis, namun membutuhkan konsistensi kebijakan yang kuat, terutama dalam menjaga stabilitas harga pangan.

Baca Juga  Bibit Sawit Unggul Topaz 1 Antarkan Zulkifli Sihombing Jadi Pengusaha Sukses

“Koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, dan otoritas moneter seperti Bank Indonesia harus terus diperkuat. Operasi pasar, penguatan cadangan pangan, serta perbaikan rantai distribusi menjadi kunci agar inflasi tidak kembali melonjak,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menilai tantangan ke depan tidak hanya bersifat domestik, tetapi juga global, seperti potensi gangguan iklim dan volatilitas harga komoditas internasional.

“Kalau kita tidak membenahi akar masalah di sektor pangan dari sekarang, setiap siklus gangguan, baik cuaca maupun distribusi, akan selalu menjadi pemicu inflasi. Ini yang harus diselesaikan secara struktural, bukan sekadar jangka pendek,” tegasnya. | DIA

Share :

Baca Juga

Reportase

Sampah Jadi Cahaya, Langkah Kota Jambi Menuju Energi Terbarukan

Reportase

Gagal Penuhi Ekuitas Minimum, PT SAV Dilarang Beroperasi

Reportase

Si Jago Merah Hanguskan Pemukiman Permanen di Jambi Selatan

Reportase

Stadion Rp250 Miliar, Mimpi Besar atau Bom Waktu?

Reportase

Warga Blokade dan Dirikan Tenda di Jalan Lintas Timur, Desak Al Haris Hentikan Pembangunan Stockpile PT. SAS

Nasional

Jurnalis Harus Tahu Beda Industri Hulu dan Hilir

Reportase

Sekretaris DPRD Batanghari Hadiri Pemusnahan Barang Bukti di Kejaksaan

Reportase

DPRD Kota Jambi Umumkan Dr dr H Maulana MKM dan Diza Hazra Aljosha SE MA Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jambi Terpilih