Home / Rilis

Rabu, 25 Maret 2026 - 12:49 WIB

OJK Tegaskan Stabilitas Sistem Keuangan Tetap Aman

Ilustrasi by Copilot

Ilustrasi by Copilot

JAMBIBRO.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa kinerja industri perbankan nasional masih berada dalam kondisi solid.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyampaikan bahwa pertumbuhan perbankan tetap positif meski ada revisi outlook negatif dari lembaga pemeringkat internasional.

Menurutnya, penyesuaian outlook terhadap bank-bank besar Indonesia, termasuk Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), bukan disebabkan oleh faktor fundamental. Perubahan tersebut lebih dipicu oleh revisi outlook peringkat kredit sovereign Indonesia dari stabil menjadi negatif.

“Pada dasarnya kondisi industri perbankan nasional berada dalam kondisi yang positif, dengan pertumbuhan kredit pada Januari 2026 sebesar 9,96 persen (yoy) sejalan dengan pertumbuhan DPK sebesar 13,48 persen (yoy),” kata Dian.

Baca Juga  OJK Ancam Sanksi Berat Indosaku

Ia menambahkan bahwa kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio NPL sebesar 2,14 persen. Permodalan juga kuat dengan rasio 25,87 persen, sementara likuiditas ample dengan rasio AL/NCD, AL/DPK, dan LCR masing-masing 121,23 persen, 27,54 persen, dan 197,92 persen.

Dari sisi fundamental, bank-bank besar Indonesia dan Himbara berada pada level yang kuat. Rasio permodalan dan likuiditas dinilai memadai untuk mengantisipasi berbagai potensi risiko ke depan.

Pertumbuhan kredit kelompok bank KBMI 4 dan Himbara mencatatkan angka double digit. Masing-masing tumbuh 13,34 persen dan 13,43 persen sepanjang Januari 2026.

Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) untuk KBMI 4 dan Himbara juga meningkat. Pertumbuhan masing-masing sebesar 16,32 persen dan 16,38 persen menunjukkan kepercayaan masyarakat tetap kuat.

Baca Juga  Kinerja Sektor Jasa Keuangan di Jambi Tumbuh Positif

Ketahanan permodalan berada pada level yang sangat terjaga. Rasio CAR Himbara tercatat 20,32 persen, sementara CAR KBMI 4 berada di level 22,33 persen.

Dari aspek kualitas aset, rasio kredit bermasalah (NPL Gross) berada pada kisaran kurang dari 1 persen hingga 3 persen. Loan at Risk (LaR) tetap terkendali dengan cadangan yang memadai.

Sepanjang 2025, KBMI 4 dan Himbara juga membukukan laba yang baik. Hal ini mencerminkan keseimbangan antara pertumbuhan, efisiensi, kualitas aset, dan manajemen risiko.

Di tengah ketidakpastian global, Himbara terus menunjukkan kinerja intermediasi yang stabil. Peran strategisnya mendukung pembiayaan sektor riil dan program prioritas pemerintah.

OJK menegaskan bahwa penyesuaian outlook tidak secara langsung memengaruhi kemampuan bank mengakses pendanaan. Peringkat kredit bank KBMI 4 dan Himbara tetap berada pada level investment grade.

Baca Juga  OJK Raih Predikat Badan Publik Terbaik Nasional 2025

Selain itu, struktur pendanaan perbankan nasional masih didominasi dana pihak ketiga domestik. Ketergantungan terhadap pendanaan eksternal relatif terbatas dan sudah diperhitungkan dengan matang.

OJK menghormati metodologi lembaga pemeringkat internasional. Penyesuaian outlook dipandang bersifat sementara dan berpotensi kembali stabil seiring membaiknya prospek ekonomi global dan domestik.

”OJK bersama-sama dengan pemangku kepentingan lainnya, terutama anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), akan terus mengawal serta menjaga stabilitas sistem keuangan melalui koordinasi kebijakan dan penguatan pengawasan, agar ketahanan sektor perbankan senantiasa tetap terjaga dalam menghadapi dinamika dan pertumbuhan perekonomian,” kata Dian. | PR

Share :

Baca Juga

Rilis

Kolaborasi untuk Inklusi: Pemerintah dan OJK Bersatu Perluas Akses Keuangan Daerah

Rilis

barenbliss Sukses Gelar Campus Roadshow 2025

Rilis

Swiss-Belhotel Jambi Hadirkan Malam Tahun Baru Bertema Perjalanan Keliling Dunia

Rilis

OJK Terbitkan Tiga Peraturan Perkuat Bank Perekonomian Rakyat

Rilis

OJK dan PIISEI Edukasi Keuangan Perempuan, Cerdas Berinvestasi dan Bertransaksi

Rilis

OJK Perkuat Pertahanan Konsumen dari Penipuan Lintas Negara

Rilis

Seismic 2D – Gerbera Pertamina EP Lewati 142 Desa di Sumsel dan Lampung

Rilis

Kemnaker Dorong Reskilling Tenaga Kerja Hadapi Robotik dan AI