Home / Reportase

Kamis, 22 Januari 2026 - 19:58 WIB

Komisi I DPRD Provinsi Jambi Ingin Penanganan Hoaks Terstruktur dan Berbasis Data

Anggota Komisi I DPRD Provinsi Jambi saat kunjungan kerja ke Dinas Kominfo DKI Jakarta | humas dprd

Anggota Komisi I DPRD Provinsi Jambi saat kunjungan kerja ke Dinas Kominfo DKI Jakarta | humas dprd

JAMBIBRO.COM — Komisi I DPRD Provinsi Jambi menilai tantangan disinformasi di daerah semakin serius. Untuk itu perlu penanganan dengan model yang diterapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Penegasan itu diungkapkan Komisi I DPRD Provinsi Jambi saat kunjungan kerja ke Dinas Komunikasi dan Informatika DKI Jakarta, guna mendalami strategi penanganan hoaks, disinformasi, dan konten digital tidak akurat yang kian masif di media sosial.

Dalam pertemuan tersebut Komisi I DPRD Provinsi Jambi mencatat, Pemprov DKI Jakarta dan Jawa Barat memandang hoaks sebagai ancaman serius, karena kerap menyesatkan masyarakat, merugikan banyak pihak, dan merusak kepercayaan publik.

Disinformasi dinilai tidak lagi bersifat sporadis, melainkan telah berkembang menjadi aktivitas terorganisir melalui berbagai platform digital.

Baca Juga  Hafiz Tanggapi Pemangkasan Anggaran Perjalanan Dinas

Upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, membentuk Saber Hoaks sebagai unit khusus penanganan klarifikasi dan literasi publik.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menangani penyebaran hoaks secara terpadu melalui unit khusus dan berbagai kanal pelaporan resmi.

Melalui unit JalaHoaks (Jakarta Lawan Hoaks) yang dikelola Diskominfo DKI Jakarta, pemerintah melakukan verifikasi dan klarifikasi cepat terhadap informasi bohong yang beredar.

Masyarakat dapat mengecek fakta atau melaporkan hoaks melalui situs resmi jalahoaks.jakarta.go.id, akun media sosial @jalahoaks, serta kanal layanan pengaduan resmi.

Selain itu, Pemprov DKI juga menjalankan program edukasi dan literasi digital ke sekolah, kampus, dan organisasi masyarakat untuk meningkatkan kemampuan warga menyaring informasi sebelum membagikannya.

Baca Juga  Edi Purwanto Beberkan 5 Lima Tahun Dewan Membangun Provinsi Jambi

Diskominfo DKI Jakarta memperkuat pemantauan berbasis data melalui Portal Analisis Berita Jakarta (POAP), untuk memonitor tren pemberitaan, isu dominan, dan sentimen media dari berbagai kanal, sehingga pemerintah dapat merespons lebih cepat dan terkoordinasi.

Komisi I DPRD Provinsi Jambi juga menilai di sejumlah daerah tantangan disinformasi masih cukup serius. Hal ini ditandai dengan suburnya konten non-pers di platform, seperti YouTube, TikTok, dan Instagram.

Isinya menyerupai produk jurnalistik, namun tidak melalui mekanisme verifikasi, tidak terdaftar, dan tidak dapat dipertanggungjawabkan. Kondisi ini membuat masyarakat rentan terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar.

Baca Juga  “Main-mainlah” dengan PPDB !!! Pejabat Diknas dan Seluruh Kepala SMA Negeri Dipanggil Dewan

Komisi I DPRD Provinsi Jambi mendorong peningkatan kesadaran publik agar masyarakat aktif melakukan verifikasi, serta memanfaatkan fitur pelaporan (report) yang tersedia di platform media sosial ketika menemukan konten hoaks atau menyesatkan.

Di sisi lain, para pembuat dan penyebar hoaks diingatkan, bahwa praktik tersebut semakin mendapat perhatian serius dan dapat berujung pada pertanggungjawaban hukum.

Kunjungan ini diharapkan menjadi pijakan bagi daerah untuk membangun sistem penanganan hoaks yang lebih tegas, terstruktur, dan berbasis data demi melindungi masyarakat dari disinformasi digital. | DIA

 

Share :

Baca Juga

Reportase

ASLA Futsal Championship Series 2025 Dibuka Wali Kota Jambi

Nasional

Ghazwan Zaid Arfa Juara 1 Bidang Sains di Australia, “Budak” Jambi Brooo…

Reportase

Pandan Sakti Cup III Berakhir, BBS Beri Apresiasi

Reportase

Polisi Gerebek Basecamp Narkoba di Alam Barajo

Daerah

Tiga Hari Hanyut, Pencari Ikan Ditemukan Tak Bernyawa

Reportase

Polisi Ungkap Penangkapan Mobil Tangki PT Elnusa Petrofin

Daerah

Penjabat Bupati Muarojambi Jenguk Nenek Sakit dan Butuh Bantuan

Politik

Jalan Khusus Batu Bara Harus Diselesaikan, Edi Purwanto Minta Pemerintah Evaluasi Vendor