Home / Reportase

Jumat, 9 Januari 2026 - 19:48 WIB

OJK Pastikan Stabilitas Keuangan di Tengah Ketidakpastian Global

Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK yang berlangsung pada 24 Desember 2025 | humas ojk

Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK yang berlangsung pada 24 Desember 2025 | humas ojk

JAMBIBRO.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga. Hal ini disampaikan dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK yang berlangsung pada 24 Desember 2025.

Dalam rapat tersebut, OJK menyoroti perkembangan ekonomi global yang secara umum menunjukkan perbaikan, meski kinerja ekonomi Tiongkok masih berada di bawah ekspektasi.

Aktivitas manufaktur dunia tercatat masih berada di zona ekspansi, namun lajunya mulai moderat seiring menurunnya kepercayaan konsumen global.

Untuk tahun 2026, lembaga multilateral memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global akan melandai dan berada di bawah rata-rata pra-pandemi. Kondisi ini dipengaruhi oleh meningkatnya risiko fiskal di sejumlah negara utama.

Baca Juga  OJK Perkuat Ketahanan dan Integritas Industri Jasa Keuangan Indonesia

Di Amerika Serikat, perekonomian menunjukkan performa solid. Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal III 2025 tumbuh 4,3 persen (saar), lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya dan melampaui konsensus pasar.

Pertumbuhan ini didorong oleh konsumsi rumah tangga, penurunan impor, serta peningkatan investasi pada sektor kecerdasan buatan.

Meski demikian, pasar tenaga kerja mulai menunjukkan tanda moderasi. Inflasi November 2025 turun ke 2,7 persen, sementara inflasi inti menurun ke 2,6 persen dari 3,0 persen pada Oktober 2025.

Berbeda dengan Amerika, ekonomi Tiongkok masih mengalami perlambatan. Konsumsi rumah tangga tertahan, PMI manufaktur kembali ke zona kontraksi, dan tekanan di sektor properti masih berlanjut.

Baca Juga  Perbankan Syariah Dukung Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Perkembangan ini mendorong sejumlah bank sentral mengambil langkah akomodatif. The Federal Reserve memangkas Federal Funds Rate (FFR) sebesar 25 basis poin pada Desember 2025.

Bank of England juga menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,75 persen, yang merupakan pemangkasan keempat sepanjang tahun.

Sebaliknya, Bank of Japan menaikkan suku bunga kebijakan ke level tertinggi dalam tiga dekade terakhir akibat tekanan inflasi yang masih persisten.

Perbedaan arah kebijakan ini memengaruhi dinamika pasar keuangan global. Pasar saham dunia menguat merespons pemangkasan FFR, meski muncul kekhawatiran potensi bubble di saham teknologi.

Sementara itu, kenaikan suku bunga di Jepang mendorong pelemahan pasar obligasi global seiring berakhirnya praktik carry trade.

Baca Juga  OJK Tegakkan Integritas Peningkatan Budaya Antikorupsi

Selain itu, pelaku pasar masih mencermati perkembangan geopolitik di Venezuela dan potensi dampaknya terhadap stabilitas politik serta pasar keuangan global pada awal 2026.

Di tengah dinamika global tersebut, perekonomian Indonesia pada Desember 2025 mencatatkan inflasi inti yang meningkat. Sektor manufaktur tetap ekspansif, sementara kinerja eksternal terjaga dengan neraca perdagangan yang masih mencatatkan surplus.

OJK menegaskan bahwa capaian ini menunjukkan ketahanan sektor jasa keuangan nasional tetap kuat dalam menghadapi tantangan global, sekaligus menjadi modal penting untuk menjaga stabilitas ekonomi di tahun 2026. | PR

Share :

Baca Juga

Reportase

MotoGP Mandalika 2025 Penuh Drama, Bezzecchi Juara Sprint

Reportase

SIGINJAI 2025 Gambarkan Potensi Ekonomi Syariah Jambi

Politik

Gemoy Menang di TPS Syarif Fasha

Reportase

BI Rate Naik, Kepercayaan Pasar Terjaga

Reportase

Pasar Jambi Kini… Kota Tua Jadi Pusat Kuliner dan Sejarah

Reportase

Polda Jambi Gelar Supervisi Operasi Lilin 2025, Pastikan Pos Pengamanan Siap Optimal

Reportase

OJK dan Unja Pecahkan Empat Rekor MURI, Mahasiswa Baru Deklarasi Anti Judi Online dan Investasi Bodong

Reportase

Pencuri Kotak Amal Kembali Beraksi, Warga Perumahan Aurduri Harus Waspada Lagi