JAMBIBRO.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengambil langkah strategis untuk mempercepat layanan perizinan di sektor Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (PMDK). Melalui peluncuran Sistem Perizinan dan Registrasi Terintegrasi (SPRINT), OJK resmi mendelegasikan sebagian kewenangan perizinan dari pusat ke kantor OJK daerah.
Peluncuran modul terbaru SPRINT untuk Wakil Penjamin Emisi Efek, Wakil Perantara Pedagang Efek, serta Penasihat Investasi Perorangan dilakukan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, di Solo, Selasa (26/8).
Dengan kebijakan baru ini, pelaku usaha jasa keuangan di daerah tak lagi harus mengurus izin ke Kantor OJK Pusat. Proses perizinan kini bisa dilakukan melalui kantor OJK provinsi, yakni:
OJK Sumatera Utara
OJK Sumatera Selatan
OJK Jawa Barat
OJK Jawa Tengah
OJK Jawa Timur
OJK Bali
OJK Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara
OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat
Inarno menegaskan, langkah desentralisasi perizinan ini diharapkan dapat memangkas waktu proses, memperkuat peran kantor daerah, dan menghadirkan layanan yang lebih dekat, cepat, serta efisien.
> “Pendelegasian ini merupakan komitmen OJK untuk menghadirkan layanan perizinan yang lebih inklusif, sekaligus mendorong pertumbuhan pasar modal, keuangan derivatif, dan bursa karbon di daerah,” ujarnya.
Selain mempermudah akses, OJK juga memastikan SPRINT akan terus dikembangkan sebagai platform perizinan satu pintu yang transparan, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan responsif terhadap kebutuhan industri.
Dengan adanya percepatan layanan ini, diharapkan ekosistem pasar modal dan keuangan nasional semakin berkembang merata, serta memberi manfaat nyata bagi perekonomian daerah maupun nasional. | PR