Home / Reportase

Selasa, 26 September 2023 - 19:56 WIB

TKI Asal Kerinci Terlantar di Malaysia, Ingin Pulang Tak Punya Uang

Sayhrel saat dirawat di rumah sakit di Kuala Lumpur, Malaysia | DOK

Sayhrel saat dirawat di rumah sakit di Kuala Lumpur, Malaysia | DOK

Syahrel saat dirawat di rumah sakit di Kuala Lumpur, Malaysia | DOK

JAMBIBRO.COM – Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Kerinci, Jambi, terlantar di Kuala Lumpur, Malaysia.

Pria bernama Syahrel itu asli Kerinci. Dia lahir di Desa Muak, Kecamatan Bukit Kerman, Kabupaten Kerinci pada 4 Desember 1976.

Syahrel sengaja bekerja di Malaysia. Malang, Syahrel menderita sakit kronis di negeri jiran itu. Dia kemudian dibawa ke rumah sakit oleh rekan-rekannya.

Mengidap Tuberculosis (TBC) dan Hepatitis-B, Syahrel sempat menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Kuala Lumpur selama 1 bulan.

Baca Juga  Jubir Pemprov Jambi Tegaskan Isu Penganiayaan TKI di Malaysia Kejadian Lama

Selama menjalani perawatan, Syahrel sudah menghabiskan uang sekitar RM.15.000, atau setara 49 juta rupiah lebih.

Lantaran sudah tidak punya biaya, Syahrel akhirnya keluar dari rumah sakit. Dia kemudian terpaksa tinggal di kamar kontrakannya dalam kondisi sakit.

Selama 3 bulan terbaring di kamar, Syahrel yang sudah tidak bekerja lagi itu berhenti berobat. Dia bahkan terlantar, karena tidak ada yang mengurus.

“Kami awalnya diberitahu oleh ketua kampung. Karena kondisinya waktu itu kritis, kami bawa ke rumah sakit,” kata Abdul Razak, warga Kerinci yang juga tinggal di Malaysia.

Baca Juga  Jubir Pemprov Jambi Tegaskan Isu Penganiayaan TKI di Malaysia Kejadian Lama

Abdul Razak mengakui kondisi Syahrel saat ini sangat mengkhawatirkan. Jangankan untuk berobat, untuk makan saja susah.

Untuk menyelamatkan Syahrel, pria yang sudah kurus kering itu kini dititipkan di tempat penampungan warga terlantar.

“Karena tidak ada biaya lagi, dia kami tempatkan di Rumah Kebajikan Masyarakat di Kuala Lumpur,” jelas Abdul Razak.

Menurut Abdul Razak, Syahrel saat ini ingin pulang ke Indonesia. Keinginannya itu sejalan dengan saran rekan-rekannya sesama dari Kerinci.

Baca Juga  Jubir Pemprov Jambi Tegaskan Isu Penganiayaan TKI di Malaysia Kejadian Lama

“Cuma untuk memulangkannya ke Kerinci biayanya tidak ada. Kabarnya RM.4.000 atau sekitar 14 juta rupiah,” ungkap Abdul Razak.

Abdul Razak mengharapkan Pemerintah Provinsi Jambi dan Pemerintah Kabupaten Kerinci bisa mencarikan solusi memulangkan Syahrel.

“Pemerintah daerah di Jambi atau para anggota dewan asal Kerinci sangat kami harapkan bantuannya,” ujar Abdul Razak.

Sambil menunggu Syahrel dipulangkan, Abdul Razak berharap ada warga Jambi atau Kerinci yang mau mendonasikan sedikit rezekinya untuk Syahrel.

Bagi yang mau membantu bisa transfer ke My Bank dengan nomor rekening 0176315686 atas nama Noorlelawati. ***

Share :

Baca Juga

Reportase

BBS Apresiasi QRIS Cinta Bangga Paham Rupiah Temple Run 2025, Diikuti 1.000 Pelari

Reportase

Pemkab Muaro Jambi Gerak Cepat, Langsung Bantu Korban Kebakaran Penyengat Olak

Reportase

Kota Jambi Juara Umum MTQ 54 Tingkat Provinsi

Reportase

1.047 Penyalahguna Narkoba Ditangkap

Reportase

Mutasi Besar-besaran di Polda Jambi, dari Kapolda, Wakapolda hingga Sejumlah Direktur

Reportase

Adiknya Jadi Ketua JMSI Jambi, Ini Pesan Budi Setiawan…

Reportase

Wali Kota Maulana Apresiasi Politeknik Jambi Mantapkan Peran Vokasi dalam Mencetak SDM

Reportase

Kerinci – Sungaipenuh Nyaris Tenggelam, Stok Makanan Menipis, Ada Warga Terkurung di Cafe