Home / Opini

Senin, 29 Juni 2026 - 23:13 WIB

Rakyat Tidak Butuh Janji, Rakyat Butuh Bukti

Qurotun A'yunin, mahasiswa Ilmu Pemerintahan UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi

Qurotun A'yunin, mahasiswa Ilmu Pemerintahan UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi

Oleh: Qurotun A’yunin | Mahasiswa Ilmu Pemerintahan UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi

DI TENGAH perkembangan zaman yang semakin cepat, masyarakat semakin berharap hadirnya pemimpin yang sangat peduli terhadap rakyat. Saat ini, rakyat tidak hanya menilai pemimpin dari janji kampanye atau sekedar ucapan di media sosial, tetapi dari tindakan nyata yang dapat dirasakan secara langsung dalam kehidupan sekarang.

Sayangnya, masih banyak masyarakat yang merasa kecewa karena berbagai persoalan daerah belum terselesaikan dengan baik. Keluhan masyarakat tentang banyaknya jalan yang rusak, pelayanan publik yang lambat, hingga bantuan sosial yang tidak disalurkan pada orang yang lebih membutuhkan, kritik terhadap pemerintah daerah hampir muncul setiap saat.

Kondisi ini menunjukkan bahwa sebagian masyarakat mulai kehilangan kepercayaan terhadap pemimpin yang dianggap lebih sibuk menjaga popularitas dibandingkan menyelesaikan masalah rakyat. Di era digital seperti sekarang, masyarakat sebenarnya ingin melihat pemimpin yang cepat tanggap dan terbuka terhadap kritik.

Teknologi memudahkan masyarakat menyampaikan aspirasi, namun sering kali keluhan tersebut hanya menjadi bahan perdebatan tanpa tindak lanjut yang jelas. Tidak sedikit pemimpin yang aktif membuat konten di media sosial, tetapi kurang hadir ketika masyarakat membutuhkan solusi nyata di lapangan.

Pemimpin yang dicari rakyat saat ini bukanlah sosok yang sekadar pandai berbicara, melainkan pemimpin yang mampu mendengar dan memahami akan kebutuhan masyarakat. Rakyat membutuhkan pemimpin yang mau turun langsung melihat kondisi daerahnya, bukan hanya sekedar menerima laporan dari bawahan. Dengan turun ke lapangan, seorang pemimpin dapat mengetahui persoalan yang dirasakan masyarakat.

Selain itu, masyarakat juga membutuhkan pemimpin yang jujur dan memiliki integritas,Dalam beberapa tahun terakhir banyak kasus penyalahgunaan jabatan dan korupsi yang membuat kepercayaan masyarakat semakin menurun. Padahal, seorang pemimpin seharusnya menjadi teladan bagi masyarakat dan aparatur pemerintahan,Ketika pemimpin memberikan contoh yang baik, maka lingkungan kerja dan pelayanan publik juga akan ikut membaik.

Bukan hanya itu saja, rakyat juga menginginkan pemimpin yang mampu bekerja cepat dalam menghadapi masalah. Saat harga kebutuhan pokok naik, lapangan pekerjaan sulit, dan kondisi ekonomi yang tidak stabil, masyarakat berharap pemerintah hadir memberikan solusi. Pemimpin yang baik tidak akan membiarkan rakyat menghadapi kesulitan sendirian. Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat menjadi bentuk kepedulian yang sangat berarti.

Namun, menjadi pemimpin yang baik tentu bukan hal mudah. Pemimpin daerah harus mampu menghadapi berbagai kritik dan tuntutan masyarakat yang semakin tinggi. Oleh karena itu, kemampuan berkomunikasi dan bekerja sama dengan masyarakat juga sangat diperlukan, Pemimpin tidak bisa berjalan sendiri tanpa mendengarkan suara rakyat.

Pemerintah daerah juga perlu memperbaiki kualitas pelayanan publik agar masyarakat merasa dilayani. Digitalisasi pelayanan memang penting, tetapi jangan sampai masyarakat justru dipersulit oleh sistem yang rumit. Pemimpin harus memastikan bahwa setiap kebijakan dapat membantu masyarakat, bukan hanya terlihat baik di atas kertas.

Saat ini masyarakat sudah semakin cerdas dalam menilai pemimpin, Rakyat dapat melihat mana pemimpin yang bekerja dan mana yang hanya mencari perhatian. Karena itu, pemimpin daerah harus lebih fokus pada kepentingan rakyat daripada kepentingan pribadi atau pencitraan politik semata.

Pada akhirnya, pemimpin yang dicari rakyat saat ini adalah pemimpin yang mau mendengar, bekerja dengan jujur, dan hadir di tengah masyarakat. Rakyat tidak membutuhkan pemimpin yang hanya ramai di media sosial, tetapi pemimpin yang mampu memberikan perubahan nyata bagi kehidupan masyarakat. ***

 

Share :

Baca Juga

Opini

Pemprov Jambi dan Dinamika Persoalan Batubara 2010 – 2024

Opini

Diplomasi Berbudi, Agar Tak Ada yang Tersakiti

Opini

KARHUTLA: Membakar Masa Depan Anak Bangsa

Opini

Nilai-Nilai Pancasila Dan Kelestarian Budaya

Opini

Dumisake Pendidikan dan Merdeka Belajar: Visi Progresif Untuk Pendidikan Inklusif

Opini

Langkah Tepat Gubernur Jambi Larang Angkutan Batu Bara Lintasi Jalan Umum

Opini

Peringatan Hari Buruh : Harapan & Suara Yang Terpinggirkan

Opini

Gelar Pahlawan Nasional untuk Pak Harto