ASAP membumbung dari lahan di Jalan Lintas Timur, RT 11, Kelurahan Penyengat Rendah, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, Selasa sore, 6 Oktober 2026.
Kobaran api diduga disebabkan puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh pemancing. Api perlahan membakar area lahan dan mengundang kekhawatiran warga sekitar.
Di tengah kondisi lahan yang kering, api merambat lebih luas. Beruntung, laporan cepat warga membuat upaya pengendalian dapat segera dilakukan, sebelum kebakaran menjalar ke area lain yang lebih berisiko.
Laporan kebakaran diterima Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi pada pukul 17.33 WIB melalui layanan pengaduan darurat.
Hanya beberapa menit setelah informasi masuk, tim langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 17.38 WIB.
Saat tiba di lokasi, petugas mendapati api masih aktif membakar sebagian lahan, sehingga diperlukan langkah cepat untuk mengendalikan penyebarannya.
Informasi awal disampaikan oleh Haikal, Lurah Penyengat Rendah. Laporan itu menjadi dasar pengerahan personel dan armada ke lokasi kejadian.
Operasi pemadaman dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi, Mustari Affandi.
Di bawah koordinasinya, puluhan personel menyusun langkah penanganan, untuk memastikan api tidak meluas ke kawasan sekitar.
Sebanyak 40 personel diterjunkan dalam operasi tersebut. Mereka berasal dari Pleton 3 Mako, Regu 3 Posyankar Jamkose, dan Regu 3 Posyankar Alam Barajo.
Kekuatan gabungan itu diperkuat sejumlah armada operasional yang dikerahkan khusus untuk mendukung proses pemadaman.
Fokus utama petugas bukan hanya memadamkan api yang terlihat. Mereka juga melakukan proteksi terhadap area di sekitar titik kebakaran.
Penyiraman dilakukan secara menyeluruh pada bagian yang berpotensi menjadi jalur rambatan api.
Di sejumlah titik, bara dan api kecil masih terus muncul. Petugas harus memastikan setiap sumber panas benar-benar padam, agar tidak kembali menyala ketika tertiup angin.
Untuk mempercepat pengendalian situasi, enam unit armada tempur diturunkan ke lokasi. Menjelang malam, perjuangan para petugas masih berlangsung.
Semburan air terus diarahkan ke area yang terbakar. Di tengah kepulan asap dan kondisi lapangan yang menantang, seluruh personel bekerja tanpa henti untuk mengamankan kawasan tersebut.
Upaya pemadaman berlangsung sekitar tiga jam. Setelah seluruh titik api berhasil dikendalikan dan dipastikan tidak menyebar, tim akhirnya menuntaskan operasi.
Petugas kembali ke pos dan markas komando pada pukul 20.32 WIB.
Kebakaran lahan itu berhasil ditanggulangi dengan aman dan lancar. Api tidak sempat menjalar ke area lain, sehingga dampak yang lebih besar dapat dihindari.
Hingga penanganan selesai, belum ada laporan mengenai korban jiwa.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa tindakan yang terlihat sepele dapat memicu bencana. Puntung rokok yang dibuang sembarangan, terutama di kawasan kering, dapat berubah menjadi sumber petaka dalam hitungan menit.
Ancaman itu berhasil dihentikan berkat respons cepat petugas dan laporan yang segera disampaikan. Namun, kewaspadaan tetap menjadi kunci, agar kejadian serupa tidak terulang. | dod







