JAMBIBRO.COM – Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, bersama Gubernur Jambi, Al Haris, memberi penekanan kuat mengenai pentingnya peran strategis aparat penjaga ketertiban di daerah.
Kedua tokoh tersebut minta jajaran pemadam kebakaran, polisi pamong praja, dan satuan perlindungan masyarakat, memperkuat profesionalitas kerja di tengah transformasi hukum nasional.
Amanat krusial ini disampaikan pada upacara peringatan HUT ke-107 Damkar, HUT ke-76 Satpol PP, dan HUT ke-64 Satlinmas, di Lapangan Eks Arena MTQ, Kota Jambi, Kamis 11 Juni 2026.
Upacara dipimpin oleh Gubernur Jambi sebagai inspektur upacara, dihadiri para pejabat Pemprov Jambi, dan forkompinda, serta ratusan ASN.
Berpidato di podium upacara, Al Haris membacakan amanat tertulis Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Ia menggarisbawahi bahwa korps pemadam kebakaran memiliki fungsi vital dalam memberikan rasa aman kepada warga dari ancaman musibah kebakaran.
Tugas penanggulangan harus ditopang oleh penguatan aspek pencegahan dini, kesiapsiagaan personel, serta ketersediaan sarana prasarana yang memadai. Penataan sistem ini juga berdampak besar pada terjaganya stabilitas kondisi ekonomi, politik, dan hukum di lingkungan masyarakat.
“Profesionalitas Satpol PP selaku koordinator penegakan perda dituntut semakin menguat, mengingat tahun 2026 menjadi momentum penting bagi masa depan penegakan hukum di Indonesia,” ujar Mendagri.
Mendagri menjelaskan, ketiga organisasi ini menjadi instrumen penting penyokong Program Prioritas Nasional Presiden terkait reformasi politik, hukum, dan birokrasi. Kehadiran regulasi baru diharapkan mampu membawa perubahan paradigma hukum yang signifikan di tanah air.
Sebagai contoh spesifik, KUHP baru mengubah arah penegakan hukum dari yang semula bersifat pembalasan menjadi berorientasi pada keadilan korektif, restoratif, dan rehabilitatif. Pergeseran nilai ini harus diadopsi dengan baik oleh seluruh aparat penegak aturan di daerah.
“Perubahan paradigma hukum ini diharapkan turut dapat membawa Satpol PP menjadi aparatur penegak perda yang profesional sekaligus humanis dalam berkontribusi menciptakan lingkungan yang tenteram dan tertib di tengah kompleksitas permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia,” kata Mendagri.
Sementara itu, Gubernur Al Haris secara khusus memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi tanpa henti para personel penolong tersebut sesaat setelah upacara usai. Menurutnya, usia panjang ketiga lembaga ini menjadi bukti sahih pengabdian mereka dalam menjaga ketenteraman umum.
“Saya berharap momentum peringatan hari jadi ketiga institusi tersebut dapat menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Melalui momen HUT ini, kita harapkan kinerja ketiga lembaga ini terus meningkat dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan daerah maupun bangsa,” ujar Al Haris.
Al Haris menambahkan, rekam jejak pengabdian ketiga instansi ini telah teruji dalam melintasi berbagai dinamika zaman. Perlindungan keselamatan yang mereka berikan selama ini merupakan pilar penting bagi jalannya roda pemerintahan.
“Damkar sudah berusia 107 tahun, Satpol PP 76 tahun, dan Satlinmas 64 tahun. Ini menunjukkan kontribusi luar biasa mereka dalam menjaga ketertiban, keamanan, dan keselamatan masyarakat,” lanjutnya.
Ia menguraikan, beban kerja ketiga lembaga tersebut sangat bersentuhan dengan penegakan regulasi lokal serta penanganan kondisi kedaruratan. Dalam konteks ini, keberadaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) juga diakui sangat membantu pemerintah menindak pelanggar aturan.
“Peringatan HUT Damkar, Satpol PP, dan Satlinmas tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap pengabdian para personel yang selama ini menjalankan tugas di bidang ketertiban umum, perlindungan masyarakat, serta penanggulangan kebakaran di Provinsi Jambi,” jelasnya. | MY/DIA




















