Home / Opini

Senin, 3 November 2025 - 10:16 WIB

Pelabuhan Peti Kemas, Butuh Dukungan Produksi dan Hilirisasi, Tanpa itu Hanya Mimpi

Dr. Noviardi Ferzi

Dr. Noviardi Ferzi

Oleh: Dr. Noviardi Ferzi | Pengamat Ekonomi

 

PELABUHAN Peti Kemas Muarojambi kerap dijadikan simbol potensi besar pembangkit ekonomi Jambi. Namun, tanpa dukungan nyata dari produksi barang yang berkelanjutan dan strategi hilirisasi yang matang, pelabuhan ini berisiko hanya menjadi infrastruktur fisik yang tidak berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Infrastruktur pelabuhan memang sangat vital sebagai pintu gerbang distribusi dan logistik. Akan tetapi, fungsi utamanya sangat bergantung pada kapasitas produksi lokal dan kemampuan memperkuat nilai tambah produk.

Jambi saat ini masih menghadapi tantangan besar dalam membangun sektor produksi dan hilirisasi industri; tanpa peningkatan kapasitas produksi barang dan pengembangan produk bernilai tambah, pelabuhan ini berisiko hanya menjadi tempat transit belaka, yang tidak memberikan multiplier effect yang diharapkan.

Baca Juga  Tentang Efek Ganda (Multiplier Effect) Pelabuhan

Penting juga untuk memahami bahwa mengambil studi atau model pengelolaan pelabuhan dari negara lain tidak selalu relevan diterapkan di Jambi secara langsung, sebab keberhasilan negara lain biasanya didukung oleh ekosistem industri yang kuat dan kebijakan hilirisasi yang terencana dengan baik—kondisi yang belum sepenuhnya terwujud di Jambi, sehingga strategi pembangunan pelabuhan harus disesuaikan dengan konteks lokal.

Di sini, peran pemerintah sangat krusial dalam menciptakan iklim kebijakan yang mendukung pengembangan produksi dan hilirisasi, dengan memperkuat kolaborasi bersama sektor swasta dan UMKM, memberikan akses modal, pelatihan teknis, dan kemudahan regulasi agar produksi lokal naik kelas dan mampu memasok barang dengan kualitas dan kuantitas yang dapat mengisi kapasitas pelabuhan.

Baca Juga  Geopolitik Minyak Venezuela dan Ekonomi Indonesia

UMKM di Jambi juga perlu didorong untuk bertransformasi menjadi pelaku usaha yang tidak hanya memproduksi, tapi juga mengolah hasil bahan baku menjadi produk bernilai tambah. Hilirisasi ini merupakan kunci untuk menjawab tantangan pasar global dan meningkatkan daya saing produk lokal, di sinilah pelabuhan peti kemas bisa benar-benar berperan sebagai penghubung distribusi yang efisien.

Baca Juga  Kaleidoskop Ekonomi Jambi Tahun 2025

Akhirnya, infrastruktur pelabuhan harus terus diperkuat dari sisi teknologi, manajemen, dan aksesibilitas agar sesuai dengan kebutuhan produksi dan pasar. Tanpa sinergi antara pembangunan infrastruktur, peningkatan kapasitas produksi, dan hilirisasi, pelabuhan akan sulit berkontribusi signifikan bagi ekonomi Jambi.

Pelabuhan Peti Kemas Muarojambi memiliki potensi besar, namun keberhasilannya harus dipandang sebagai bagian dari ekosistem ekonomi yang holistik, bukan sekadar pembangunan fisik semata; dengan policy framework yang tepat, peran aktif UMKM, dan fokus pada nilai tambah produk melalui hilirisasi, pelabuhan ini bisa menjadi motor penggerak ekonomi yang sesungguhnya untuk Jambi. ***

Share :

Baca Juga

Opini

Surat Terbuka untuk Pelatih Baru Kesebelasan Indonesia Patrick Kluivert

Opini

Pemprov Jambi dan Dinamika Persoalan Batubara 2010 – 2024

Opini

Diza Aljosha Hazrin Memuliakan Kembali Nama Besar Saudagar Nan Dermawan, Nurdin Hamzah yang Melegenda

Opini

Waspadai Konsekuensi Kesepakatan Indonesia – China tentang Wilayah Maritim

Opini

Polemik Pengemis dan Anak Jalanan di Lampu Merah: Efektifkah Larangan Memberi Sedekah?

Opini

Merajut Langkah Benahi Danau Sipin sebagai Destinasi Wisata Perkotaan

Opini

Budi dan Fadhil Bertemu ?…

Opini

Pelantikan Ketua RT dan Problem Hierarki Hukum: Catatan Kritis atas Perwal Nomor 6 Tahun 2025