Home / Ragam

Senin, 3 Maret 2025 - 00:17 WIB

Limbah Sawit Berpotensi Besar Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca

Limbah sawit | internet

Limbah sawit | internet

JAMBIBRO.COM — Sektor sawit Indonesia memiliki potensi luar biasa, untuk membantu mencapai target pengurangan emisi gas rumah kaca. Untuk itu penting pengelolaan limbah cair kelapa sawit atau palm oil mill effluent (POME).

Kepala International Research Institute for Environment and Climate Change dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Rizaldi Boer, menekankan pentingnya pengelolaan limbah dalam industri ini.

“Melalui pengelolaan limbah yang lebih baik, efisiensi energi, perlindungan hutan, serta restorasi lahan gambut, sektor ini dapat mengurangi emisi dalam jumlah signifikan,” kata Rizaldi pada International Conference on Oil Palm and Environment (ICOPE) Series 2025, di Bali, belum lama ini.

Baca Juga  Penjabat Bupati Muarojambi Berterima Kasih Petani Sawit Mestong Dibantu Perusahaan

Rizaldi menjelaskan, dengan komitmen Indonesia menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 31,89% pada 2030, kontribusi sektor perkebunan sawit menjadi sangat krusial.

“Namun, di sisi lain, emisi dari industri sawit mencapai 143 juta ton CO² equivalent per tahun, menyumbang hampir 18% dari total emisi nasional,” katanya.

Menurut Rizaldi, diantara sumber emisi tersebut, limbah cair dari proses pengolahan kelapa sawit menjadi salah satu penyebab utama. Tapi teknologi modern dapat membantu mengatasi masalah ini.

Baca Juga  Ancaman Cabut Izin PKS Efektif Pulihkan Harga TBS

“Dengan teknologi seperti evaporasi, emisi dari POME dapat dikurangi hingga 90 – 95%,” ujarnya.

Tidak hanya mengurangi emisi, pengelolaan limbah sawit juga dapat menghasilkan produk bernilai. Limbah padat sawit dapat diolah menjadi biochar, yang berpotensi mengurangi hingga 1,5 ton CO².

“Potensi produksi biochar mencapai 583 ribu ton, memberi manfaat besar bagi tanah,” ungkap Rizaldi.

Vice President Sime Darby Guthrie, Shahrakbah Yacob, juga menyoroti manfaat lain dari limbah sawit. Limbah itu sangat penting, karena berguna sebagai suplemen dan pupuk, meningkatkan kadar karbon organik di tanah, dan membantu mempertahankan kelembaban.

Baca Juga  Bantu Replanting Sawit Bank Jambi Gelontorkan Dana Rp.277 Miliar Rupiah

Konferensi Internasional Kelapa Sawit dan Lingkungan (ICOPE) 2025 adalah konferensi internasional yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali. Tujuannya bertujuan menjadi platform ilmiah untuk pengembangan kelapa sawit berkelanjutan, guna mengatasi tantangan lingkungan.

ICOPE diselenggarakan bekerja sama antara Sinar Mas Agribusiness and Food, World Wildlife Fund (WWF) Indonesia, dan CIRAD Prancis. | PR

Share :

Baca Juga

Ragam

Pertamina EP Jambi Field Meriahkan Idul Adha Berbagi dengan Anak Yatim dan Warga

Ragam

PTP Jambi dan Pelindo Regional 2 Dorong Efisiensi Logistik

Ragam

Kafilah STQH Nasional 27 Diajak Berwisata, Begini Kesan Mereka…

Ragam

Abdullah Sani Lepas Jemaah Calon Haji Asal Merangin dan Kerinci

Ragam

Fakta Kekhawatiran Gen Z Pemicu Gangguan Kesehatan Mental

Ragam

Hearts2Hearts Resmi Jadi Brand Ambassador barenbliss di Indonesia

Ragam

Gara-gara Kompor Minyak Rumah Ismawati Terbakar

Ragam

Sumpah Pemuda Bangkitkan Semangat Menuju Indonesia Emas