Home / Reportase

Senin, 14 September 2026 - 14:15 WIB

Kawasan Konservasi PT REKI di Desa Bungku Membara

Tim gabungan berupaya memadamkan api di lahan konservasi PT REKI, Desa Bungku, Bajubang, Batang Hari, Jambi | penrem

Tim gabungan berupaya memadamkan api di lahan konservasi PT REKI, Desa Bungku, Bajubang, Batang Hari, Jambi | penrem

KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan PT Restorasi Ekosistem Konservasi Indonesia (REKI), di Desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, Jambi, Ahad kemarin.

Peristiwa nahas ini menambah panjang daftar area hijau di Provinsi Jambi yang terancam ludes dilahap si jago merah.

Informasi awal kebakaran ini pertama kali diterima dari laporan masyarakat setempat. Warga yang melihat kepulan asap dan titik api di kawasan konservasi tersebut langsung melapor ke pihak berwenang.

Baca Juga  Sore Mencekam di Tanjung Raden, Kebakaran Lahap Empat Rumah

Menindaklanjuti laporan itu, personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, dan masyarakat setempat segera bergerak cepat menuju lokasi kejadian.

Setibanya di lokasi, tim tidak membuang waktu. Petugas gabungan langsung berkoordinasi dengan Tim Posko Darat 7 Desa, tim penyemprot pompa air, serta tim pemadam kebakaran dari internal PT REKI.

Kolaborasi lintas unsur ini dilakukan untuk mempercepat proses pemadaman sekaligus mencegah agar kobaran api tidak kian meluas.

Baca Juga  Gedung Sekolah Rakyat Belum Rampung, Pemprov Jambi Siapkan Lokasi Sementara

Upaya penjinakan api di lapangan dilakukan secara ekstra intensif. Pemadaman tak hanya mengandalkan penyiraman air secara terus-menerus ke titik-titik api utama.

Tim di lapangan juga melakukan penyekatan area terbakar menggunakan alat berat. Pembuatan sekat ini krusial untuk menghambat pergerakan api dan memutus jalur penyebarannya.

Berdasarkan laporan sementara di lapangan, dampak kerusakan akibat amukan api ini terbilang cukup parah. Luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 30 hektare.

Baca Juga  Pemprov Jambi Dorong Perusahaan Tingkatkan Produktivitas Siddhakarya 2024

Sementara itu, penyebab pasti dari munculnya titik api di kawasan tersebut masih dalam proses penyelidikan intensif oleh pihak berwenang.

Sinergi dan gerak cepat seluruh unsur di lapangan terus dipertahankan. Langkah siaga ini dilakukan sebagai antisipasi agar titik kebakaran tidak kembali meluas, sekaligus memastikan kondisi wilayah hutan konservasi tetap terkendali. | red

Share :

Baca Juga

Reportase

Waspada !!! Penipuan Berkedok Deposit Marak Selama Ramadan dan Lebaran

Reportase

Atlet Asal Jambi Sabet Perak Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Reportase

Polisi Gagalkan Penjualan 1,2 Kilo Emas Hasil Tambang Liar

Reportase

Usman Ermulan dan Prabowo Seide

Reportase

Bupati Muaro Jambi Ikut Tanam Jagung di Sungai Gelam

Reportase

Pengurus Cabor Diminta Maksimalkan Penggunaan Dana Pembinaan KONI

Reportase

OJK dan SRO Gelar CEO Networking 2025

Reportase

Kejari Muarojambi Selamatkan Lagi Uang Negara 3,4 Miliar Rupiah