GURU Besar MIPA Universitas Negeri Padang, Prof. Dr. Festiyed, M.S menduduki Peringkat 1 Dunia pada bidang Educational Technology and E-Learning dalam Top1000 Scholar 2026 yang dirilis Scholarly Index, dengan periode dampak 2021-2025. Dengan meraih Impact Score 94,54 dan berada pada posisi Top 0,42% ilmuwan dunia.
Keberhasilan perempuan kelahiran tahun 1963 di Desa Sonsang, Kecamatan Tilatang, Kabupaten Agam ini suatu capaian yang merupakan buah perjalanan panjang dari dedikasi, konsistensi, dan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan dan dunia pendidikan.
Di mata para muridnya di Program Doktor Pendidikan IPA Universitas Negeri Padang, Prof Festiyed adalah sosok pendidik yang menginspirasi dan mengajar dengan hati.
“Di tengah kesibukan dan tanggung jawab akademik, beliau senantiasa hadir membimbing dan membantu saya menghadapi berbagai kesulitan selama masa studi. Kesabaran, ketulusan, dan keteladanan beliau menjadi bekal berharga yang akan terus saya bawa dalam pengabdian saya di dunia pendidikan,” jelas salah seorang alumni Program Doktor Pendidikan IPA
Universitas Negeri Padang, Dr. Yul Ifda Tanjung, M.Pd saat jadi Dosen Prodi Pendidikan IPA Unimed, Sumut ini
Begitu pula pandangan Dr. Elva Laila, S.Pd., M.Pd, alumni Doktor Pendidikan IPA FMIPA Universitas Negeri Padang terhadap Prof. Festiyed.
“Saya bangga pernah menjadi mahasiswa Ibu, bersyukur pernah belajar dari Ibu, dan insyaAllah akan terus membawa ilmu serta nilai-nilai yang Ibu tanamkan dalam perjalanan saya sebagai seorang pendidik,” ujar Elva.
Menurut Elva, menjadi seorang akademisi bukan semata tentang seberapa banyak ilmu yang dikuasai, tetapi tentang bagaimana terus belajar, tetap rendah hati, tulus, dan menghadirkan manfaat melalui ilmu. Itu ada pada Prof Festiyed MS.
“Ibu Prof bagi saya bukan hanya promotor disertasi, tetapi juga guru yang mengajarkan banyak hal di luar ruang akademik: tentang ketekunan, kedisiplinan, keberanian untuk terus berkembang, dan ketulusan dalam mendampingi mahasiswa. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal yang terus saya bawa dalam perjalanan saya sebagai seorang pendidik,” ungkap Doktor tercepat di program S3 Pendidikan IPA, UNP ini.
“Salah satu nasihat Ibu yang selalu saya ingat adalah bahwa berbuat baik dan berbuat tidak baik sama-sama menghabiskan energi. Karena itu, lebih baik memilih menjadi orang baik, agar energi yang kita keluarkan menjadi energi yang berfaedah. Sederhana, tetapi bagi saya sangat bermakna dan menjadi pengingat untuk selalu menghadirkan kebaikan dalam perjalanan sebagai seorang pendidik,” pungkasnya.
Begitu pula menurut Dr. Natia Afriana Suri, S.Pd., M.Pd. alumni S3 Pendidikan IPA Universitas Negeri Padang ASN Guru SMKN 1 Sintuk Toboh Gadang
Terbaik 1 Guru SMK Transformatif.
Baginya, Prof. Dr. Festiyed, M.S. bukan sekadar promotor saya, tetapi sosok akademisi yang menghadirkan keteladanan melalui ilmu, integritas, dan semangat pengabdian.
“Beliau membimbing dan mengarahkan kami tanpa mengenal lelah dan waktu, dengan ketulusan dalam berbagai kondisi. Semangat Beliau sangat kami rasakan dalam proses kami bertumbuh sebagai akademisi sekaligus pendidik,” ujar Natia.
Dari Beliau, Natia belajar bergerak cepat, bekerja tuntas, dan memperhatikan setiap detail. Nilai-nilai tersebut tidak berhenti ketika saya menyelesaikan pendidikan doktoral, tetapi terus dibawa dalam perjalanan akademik dan pengabdian sebagai ASN Guru di SMKN 1 Sintuk Toboh Gadang.
Bimbingan dan dorongan beliau juga menjadi bagian dari perjalanan saya dalam menghasilkan karya ilmiah. Salah satu capaian yang sangat berarti bagi saya adalah berhasil mempublikasikan artikel pada Research in Learning Technology, jurnal internasional terindeks Scopus yang berada pada Q1 bidang Education. Bagi saya, publikasi tersebut bukan sekadar pencapaian akademik, tetapi menjadi bukti bahwa proses bimbingan, ketekunan, dan budaya akademik yang Beliau tanamkan dapat berkembang menjadi karya yang memiliki jangkauan lebih luas.
Semangat yang sama kemudian saya bawa ke dalam praktik pendidikan. Saya berani mengikuti Apresiasi GTK Tahun 2025 lalu dan mengembangkan praktik baik pembelajaran hingga memperoleh penghargaan dari Gubernur Provinsi Sumatera Barat yakni Terbaik 1 Guru SMK Transformatif se Tingkat Provinsi.
Apa yang dahulu saya rasakan sebagai mahasiswa yakni dibimbing, diarahkan, didorong untuk bergerak, dan dituntut untuk menyelesaikan setiap pekerjaan dengan baik, kini menjadi nilai yang saya bawa ketika berdiri di hadapan murid-murid saya.
“Ibu mengajarkan kami bahwa jangan terlalu lama berhenti pada sebuah gagasan. Bergeraklah, kerjakan, tuntaskan, dan lakukan dengan sebaik-baiknya. Karena proses bertumbuh membutuhkan keberanian untuk bergerak, ketekunan untuk menyelesaikan, dan ketulusan untuk terus belajar.”
Terima kasih, Ibu Prof. Festiyed. Bimbingan Ibu tidak berhenti di ruang akademik melainkan tumbuh menjadi keberanian untuk saya berkarya, menjadi semangat untuk mengabdi, dan menjadi motivasi untuk terus memberikan manfaat bagi pendidikan. | rel







