Home / Ekobis

Jumat, 5 April 2024 - 23:08 WIB

Jelang Idul Fitri Inflasi Provinsi Jambi 0,54 %

Ilustrasi aktivitas di pasar tradisional

Ilustrasi aktivitas di pasar tradisional

JAMBIBRO.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Jambi. Secara bulanan, pada Maret 2024 Provinsi Jambi mengalami inflasi 0,54% (mtm). Secara tahunan, inflasi Provinsi Jambi tercatat 3,84% (yoy).

Perkembangan itu lebih tinggi dibanding realisasi nasional, yang mengalami inflasi 0,52% (mtm), dan laju inflasi nasional 3,05% (yoy).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Warsono mengungkapkan, berdasarkan komoditasnya, jenis barang dan jasa yang mendorong inflasi disumbang oleh ikan serai, kentang, bawang merah, daging ayam ras dan bawang putih.

Peningkatan harga ikan serai diindikasi terjadi karena faktor cuaca buruk di perairan laut Kuala Tungkal.

“Kondisi itu berpengaruh terhadap supply ke pasar Kota Jambi, menyebabkan harga naik, seiring permintaan konsumsi yang tinggi karena momen Ramadan dan Idul Fitri 2024,” kata Warsono dalam rilisnya, Jumat (5/4/2024).

Di Kabupaten Kerinci, jalur distribusi ikan serai dari Sumatera Barat terkendala banjir yang melanda daerah pemasok.

Peningkatan harga kentang didorong oleh berkurangnya pasokan komoditas. Cuaca hujan menyebabkan penurunan produksi kentang di daerah pemasok, seperti Kerinci.

Baca Juga  Dukung Pengendalian Inflasi Kota Jambi, Seluruh Kecamatan Gelar Pasar Murah Bersubsidi

Harga daging ayam ras juga meningkat. Penyebabnya antara lain kenaikan harga jagung pipil, bahan baku pakan utama ayam pedaging. Juga karena peningkatan harga daging ayam ras dari daerah pemasok, Sumatera Barat.

Harga bawang putih juga demikian. Sebabnya tingginya permintaan masyarakat dan naiknya harga impor komoditas dari Tiongkok, yang diindikasi mengalami pergeseran periode panen ke bulan Mei – Juni.

Di sisi lain, inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh penurunan harga beras, angkutan udara, tomat, wortel dan vitamin.

Menurut Warsono, penurunan harga beras diindikasi terjadi sejalan dengan penurunan harga gabah di petani, seiring mulai masuknya periode panen padi pada sejumlah daerah penghasil, seperti Jawa Timur dan Jawa Barat.

Berikut perkembangan inflasi di Provinsi Jambi:

Kota Jambi:
Bulanan: inflasi 0,28% (mtm)
Tahun Berjalan: inflasi 1,21% (ytd)
Tahunan: Inflasi 3,41% (yoy)

Beras menjadi komoditas penyumbang inflasi terbesar di Kota Jambi, dengan andil 0,09 %, diikuti daging ayam ras (0,05%), pempek (0,04%), petai (0,04%) dan bawang putih (0,04%).

Baca Juga  Hadirkan Hanan Attaki hingga dr. Aisah Dahlan, BI Jambi Semarakkan Siginjai Fest 2026

Di sisi lain, inflasi lebih tinggi tertahan oleh penurunan cabai merah (andil -0,07), diikuti angkutan udara (-0,05%), vitamin (-0,02%), tomat (-0,02%), dan ikan lele (-0,01%).

Kabupaten Bungo:
Bulanan: inflasi 0,46% (mtm)
Tahun Berjalan: inflasi 1,50 % (ytd)
Tahunan: inflasi 3,38% (yoy)

Di Kabupaten Bungo, bawang merah merupakan komoditas penyumbang inflasi terbesar, dengan andil 0,14 %, diikuti emas perhiasan (0,11 %), telur ayam ras (0,07 %), ayam hidup (0,04 %) dan daging ayam ras (0,04 %).

Namun demikian, inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh penurunan beras (-0,11 %), jengkol (-0,07 %), wortel (-0,02 %), petai (-0,02 %) dan tempe (-0,02 %).

Kabupaten Kerinci:
Bulanan: inflasi 1,41% (mtm)
Tahun Berjalan: inflasi 2,51% (ytd)
Tahunan: inflasi 5,47% (yoy)

Ikan Serai merupakan komoditi penyumbang inflasi terbesar, dengan andil 0,39 %, diikuti cabai merah (0,28 %), kentang (0,22 %), bawang merah (0,15 %), dan ikan tongkol/ikan ambu-ambu (0,13 %).

Baca Juga  Mau Tukar Duit Baru untuk THR ? Ayo Buruan, Jangan Sampai Ketinggalan…

Namun demikian, inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh penurunan beras (-0,43 %), jengkol (-0,07 %), wortel (-0,07 %), tomat (-0,06 %) dan pisang (-0,04 %).

Warsono menjelaskan, kedepannya Jambi diperkirakan kembali mengalami inflasi, seiring peningkatan konsumsi rumah tangga pada libur panjang Idul Fitri 2024, serta masih berlanjutnya penyesuaian harga rokok akibat peningkatan tarif cukai hasil tembakau (CHT).

Selain itu, inflasi juga diprediksi terjadi seiring peningkatan permintaan komoditas angkutan udara dan darat antar kota antar provinsi, sehubungan dengan mudik dan balik lebaran Idul Fitri 2024.

Dalam rangka memitigasi risiko, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi terus melanjutkan sinergi dengan pemerintah daerah melalui TPID dan Tim Satgas Pangan.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi juga melanjutkan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), dan Gerakan Pangan Murah (Murah) serentak.

“Itu untuk menjaga keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif terkait perkembangan inflasi,” papar Warsono. | DIA

Share :

Baca Juga

Ekobis

OJK Dorong Penguatan Integritas Pelaporan Keuangan Sektor Jasa Keuangan

Ekobis

Sri Purwaningsih Beri Apresiasi Program Urban Farming Kodim 0415/Jambi

Ekobis

Bank Indonesia Sosialisasikan Kartu Uang Elektronik di Tol Baleno

Ekobis

SKK Migas – Jadestone Berhasil Alirkan Gas Perdana Pasok PLN Batam

Ekobis

Dua Bulan Terakhir Satgas PASTI Blokir 302 Pinjol Ilegal dan Pinpri

Ekobis

Pasokan Terjaga, Inflasi Jambi 2024 Terkendali

Ekobis

25.474 Warga Provinsi Jambi Terima Manfaat BPJS Ketenagakerjaan, Totalnya 339 Miliar Rupiah

Ekobis

Sektor Jasa Keuangan Terjaga Stabil Menghadapi Peningkatan Ketidakpastian Global