Home / Reportase

Selasa, 8 September 2026 - 22:42 WIB

Mengejar Bibit Hujan Sebelum Seluruh Tahura Jadi Arang

Rapat monitoring dan evaluasi penanganan karhutla di Kabupaten Batang Hari, Jambi | dki-pj

Rapat monitoring dan evaluasi penanganan karhutla di Kabupaten Batang Hari, Jambi | dki-pj

ASAP tipis masih membumbung dari kawasan Taman Hutan Rakyat (Tahura) Sultan Thaha Saifuddin, Kabupaten Batang Hari, Jambi. Hingga saat ini, kebakaran hebat telah menghanguskan ratusan hektare lahan di Batang Hari.

Sejumlah titik api masih terpantau menyala di beberapa lokasi. Kondisi tersebut membuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membutuhkan kerja cepat dan terukur. Koordinasi kuat sangat diperlukan antara pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, dan seluruh unsur terkait.

Gubernur Jambi, Al Haris, menggelar rapat untuk memonitor dan mengevaluasi penanganan karhutla di Batang Hari, Selasa, 8 September 2026. Rapat dihadiri oleh Danrem 042/Garuda Putih, Bupati Batang Hari, Kepala BPBD Provinsi Jambi, serta Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jambi.

Baca Juga  Al Haris Ingin Partisipasi Masyarakat di Pilkada Serentak 2024 Capai 90 Persen

Tampak pula perwakilan unsur forkopimda dan sejumlah pejabat terkait di ruang rapat. Salah satu perhatian utama adalah titik kebakaran di kawasan Tahura STS. Gubernur menegaskan, penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama dan langkah terukur.

Selain pemadaman langsung di lapangan, pemerintah kini menyiapkan upaya modifikasi cuaca, atau Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Langkah ini dijadwalkan pada 10 September 2026. OMC dilakukan untuk membantu mengatasi kondisi cuaca yang masih menjadi tantangan utama penanganan karhutla.

Baca Juga  Al Haris Resmikan Ruang Belajar Tambahan di SMKN 15 Merangin

“Mudah-mudahan 10 September tim melakukan modifikasi cuaca. Semoga ketemu bibit hujannya. Kita harapkan di wilayah Batang Hari ada bibit hujan, sehingga nanti memudahkan tim melakukan OMC,” ujar Al Haris.

Gubernur mengakui, kondisi tanpa hujan membuat penanganan karhutla di lapangan semakin berat. Selain faktor cuaca tidak bersahabat, jumlah personel yang dikerahkan terus bertambah untuk memperkuat operasi di lapangan.

Baca Juga  Gubernur Jambi Tegaskan Pentingnya Optimalisasi Ruang Kreativitas Lokal

“Kalau tidak ada hujan, kita berat. Kita kekurangan tenaga. Petugas kita, dari 5.900 sekarang sudah lebih 7.000 lebih,” ungkapnya.

Gubernur mengingatkan seluruh unsur terkait agar terus memperkuat koordinasi. Semua pihak diminta bekerja sungguh-sungguh, agar kebakaran dapat segera dikendalikan.

“Intinya kita bersama-sama bekerja sungguh-sungguh,” tegasnya. | red

Share :

Baca Juga

Reportase

Tingkatkan Keakraban dan Kebersamaan Polda Jambi Buka Puasa Bersama Jurnalis

Reportase

Ketika Gentala Arasi Ramaikan KCBN Muaro Jambi

Reportase

TTIS Resmi Berdiri, Wawako Diza: Pemkot Siap Lindungi Data dan Layanan Publik

Reportase

Peringkat 13 Nasional, Kafilah Jambi Pulang Bawa Kebanggaan

Reportase

Polda Jambi Gelar Supervisi Operasi Lilin 2025, Pastikan Pos Pengamanan Siap Optimal

Reportase

Hadiri High Level Meeting, Kapolda Jambi Bilang Begini…

Reportase

Adri Sayangkan Pemerintah Lanjutkan Pembangunan Stockpile Aurkenali

Reportase

Mustaharuddin Reses di Tebo, Warga Minta Infrastruktur