JAMBIBRO.COM — Seorang pemancing, Dimas Ramadhoni, dilaporkan hilang secara misterius, saat memancing di Sungai Batang Tembesi.
Pemuda berusia 24 tahun asal Mandiangin, Kabupaten Sarolangun, ini diduga kuat tenggelam di sungai.
Musibah bermula ketika Dimas pamit meninggalkan rumah untuk pergi memancing, Jumat pekan lalu. Namun ia tidak kunjung pulang ke rumah, sehingga keluarganya panik.
Merasa ada yang tidak beres, pihak keluarga bersama warga setempat melakukan penelusuran ke tempat Dimas memancing.
Di lokasi tersebut warga hanya menemukan sepeda motor, telepon genggam, dan alas kaki milik korban di pinggir sungai.
Upaya pencarian mandiri sempat dilakukan penduduk desa. Karena korban tidak juga ditemukan, kehilangan itu akhirnya diteruskan ke pihak berwenang.
Laporan resmi dari BPBD Sarolangun diterima Kantor SAR Jambi pada Minggu (24/5/2026). Tim rescue dari Pos SAR Bungo pun langsung bergerak cepat ke lokasi.
Tim SAR menempuh perjalanan darat cukup jauh, sekitar 205 kilometer demi untuk mencari Dimas. Hari ini operasi pencarian memasuki hari kedua.
Tim SAR Gabungan, terdiri dari Pos SAR Bungo dan BPBD Sarolangun, langsung bergerak dibantu warga yang melakukan penyisiran berdasarkan rencana operasi yang matang.
Guna memaksimalkan area penyisiran di tengah kondisi cuaca berawan, tim dibagi 3 Search and Rescue Unit (SRU), agar radius pencarian menjangkau wilayah lebih luas.
SRU 1 melakukan penyisiran di atas permukaan air menggunakan LCR SAR MTA ke arah hilir sungai sejauh 3 kilometer.
Sementara itu, SRU 2 melakukan manuver penyisiran menggunakan LCR BPBD Sarolangun ke arah hilir dengan radius sejauh 6 kilometer.
SRU 3 bergerak menggunakan LCR Pos SAR Bungo dengan jangkauan lebih jauh ke arah hilir hingga 9 kilometer.
Skenario penyisiran paralel ini diharap mampu mendeteksi keberadaan korban yang kemungkinan terbawa arus bawah sungai.
Dalam operasi besar ini, sejumlah alat utama (alut) dan peralatan SAR (palsar) berkualifikasi khusus diterjunkan ke lokasi.
Armada yang bersiaga di antaranya kendaraan taktis Rescue Car, beberapa unit perahu karet (Landing Craft Rubber), hingga peralatan medis.
Perlengkapan ditambah dengan alat komunikasi radio portabel, serta peralatan evakuasi kantong jenazah lengkap.
Hingga rilis resmi ini dikeluarkan, Tim SAR Gabungan masih terus berupaya keras menyisir aliran Sungai Batang Tembesi.
Petugas di lapangan menemui kendala. Karakteristik sungai cukup dalam, dan arus air tidak menentu.
Kendati demikian, seluruh unsur penolong di lapangan tetap mengutamakan keselamatan kerja dan koordinasi yang solid, demi menemukan keberadaan korban secepatnya. | DOD




















