Home / Reportase

Rabu, 14 Januari 2026 - 07:40 WIB

OJK Terbitkan Aturan POJK 35/2025, Ini Pokok-Pokok Pengaturannya…

Ilustrasi by Gemini

Ilustrasi by Gemini

JAMBIBRO.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35 Tahun 2025, tentang Perubahan atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 46 Tahun 2024 megenai pengembangan dan penguatan perusahaan pembiayaan, perusahaan pembiayaan infrastruktur, dan perusahaan modal ventura.

Penerbitan peraturan ini sebagai upaya meningkatkan peran, kinerja, serta pentingnya peningkatan daya saing usaha perusahaan pembiayaan, perusahaan pembiayaan infrastruktur, dan perusahaan modal ventura menjadi lebih fleksibel, efisien, dan kompetitif.

Perubahan diarahkan untuk menciptakan stimulus dan ruang gerak yang lebih fleksibel bagi perusahaan dengan menyederhanakan regulasi yang bersifat administratif agar sejalan dengan prinsip proporsionalitas dan manajemen risiko yang efektif.

Baca Juga  OJK Bentuk Departemen UMKM dan Keuangan Syariah

POJK 35/2025 juga diharapkan dapat mendukung kebijakan strategis pemerintah, peningkatan kemudahan berusaha dan harmonisasi pengaturan sektor keuangan yang menunjang pengembangan ekonomi kerakyatan.

POJK 35/2025 mulai berlaku pada 22 Desember 2025 dan pokok-pokok pengaturannya meliputi:

1. penyederhanaan mekanisme dan dokumen persyaratan perubahan kepemilikan yang tidak mengubah pemegang saham pengendali;
2. percepatan jangka waktu pemberian rekomendasi dalam proses pencatatan penerbitan efek;
3. penyesuaian ketentuan uang muka kendaraan bermotor;
4. penyesuaian rasio modal inti terhadap modal disetor bagi perusahaan pembiayaan yang melakukan kegiatan pembiayaan modal kerja dengan cara fasilitas modal usaha dan pembiayaan multiguna dengan cara fasilitas dana;
5. penyesuaian rasio modal inti terhadap modal disetor bagi perusahaan pembiayaan yang melakukan kegiatan pembiayaan modal kerja dengan cara fasilitas modal usaha yang tidak disertai dengan agunan;
6. relaksasi ketentuan layanan pembiayaan digital melalui pembiayaan investasi yaitu dapat dilakukan tanpa melalui tatap muka secara fisik;
7. penyesuaian persyaratan rasio non-performing financing neto dan tingkat kesehatan untuk perusahaan pembiayaan yang akan menerapkan ketentuan besaran uang muka pembiayaan kendaraan bermotor paling rendah 0 persen;
8. penyesuaian masa peralihan pemenuhan ekuitas minimum dan rasio ekuitas terhadap modal disetor;
9. penyesuaian pengalihan risiko pembiayaan; dan
10. mendorong kemudahan pemberian pembiayaan walaupun dengan data historis debitur, serta tetap mengedepankan manajemen risiko. | PR

Baca Juga  Kantor OJK Berdiri di Banten, Perkuat Peran di Daerah

Share :

Baca Juga

Reportase

Polisi Jangan Bikin Pelanggaran Kalau Mau Dihargai Pimpinan

Reportase

Polda Jambi Sidak SPBU, Satu Diantaranya Punya Fasha

Reportase

Rupiah Melemah, Daya Beli Terancam

Reportase

Pemkot Jambi Dorong Ruang Publik Hidup Lewat Z-Corner

Reportase

Warga Geram, Gubernur Dinilai Tak Tegas

Reportase

Kepercayaan Pasar Kunci Stabilitas Rupiah

Reportase

Akatara Jadestone Energy Bukti Nyata SKK Migas Dukung Ketahanan Energi

Reportase

Main Hujan, Bocah di Kota Jambi Terpeleset dan Hanyut