JAMBIBRO.COM — Anggota DPRD Provinsi Jambi dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Juwanda, dikukuhkan menjadi salah satu ketua Pengurus Besar Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB IKA PMII).
Anggota dewan daerah pemilihan (dapil) Sarolangun—Merangin itu dikukuhkan dalam rangkaian pelantikan pengurus hasil Musyawarah Nasional (Munas) VII IKA PMII, di Hotel Bidakara, Jakarta, Minggu, 13 Juli 2025.
Juwanda didapuk masuk ke dalam jajaran ketua bersama tokoh-tokoh nasional lainnya. Mereka adalah aktivis PMII yang berasal dari berbagai latar belakang, seperti politisi, akademisi, dan organisasi kemasyarakatan.
Aktivis yang dikenal luas kalangan Nahdliyin Jambi ini bukanlah orang baru di dunia pergerakan. Semasa mahasiswa, Juwanda aktif sebagai kader PMII. Dia pernah menjabat Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PB PMII.
Tidak sebatas itu. Dedikasinya dalam menggerakkan pemuda NU terus berlanjut, hingga dipercaya menjabat Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Provinsi Jambi, lalu menjadi salah satu ketua PP GP Ansor.
Rekam jejak panjang dalam berbagai lini organisasi inilah yang menjadi modal kepercayaan, hingga Juwanda dipercaya mengemban amanah besar di tubuh PB IKA PMII saat ini.
“Alhamdulillah saya dipercaya menjadi salah satu ketua di PB IKA PMII. Bagi saya ini bukan sekadar amanah, tapi juga panggilan sejarah untuk terus merawat nilai-nilai Aswaja dan gerakan intelektual kebangsaan yang menjadi ruh PMII,” ujarnya.
Sosok Juwanda dikenal sebagai wakil rakyat yang konsisten memperjuangkan aspirasi masyarakat, terutama di bidang kesejahteraan, sosial dan pembangunan.
Pada periode kedua di DPRD Provinsi Jambi, Juwanda kini menjabat anggota Komisi IV, setelah sebelumnya berkiprah di Komisi III.
Pengukuhan Juwanda menjadi ketua PB IKA PMII disambut positif berbagai kalangan, khususnya kader PMII dan GP Ansor di Provinsi Jambi.
Berbagai ucapan dan harapan disampaikan. Kehadiran pria yang akrab disapa Jun ini di jajaran PB IKA PMII memberi warna baru dan memperkuat sinergi antar alumni, khususnya menghadirkan kontribusi nyata untuk umat, bangsa, dan negara. | DIA